Kamis, 26 Mei 2016 Waktu: 13:50

    Berita / AS

    Sejumlah Anggota Kongres AS Ajukan RUU Pengawasan Senjata Api

    Salah seorang pengusul mengatakan bahwa RUU itu dimaksudkan untuk membantu mengakhiri kekerasan dengan senjata api yang telah meneror masyarakat Amerika.

    Senator Demokrat Dianne Feinstein, salah seorang yang ikut mengusulkan RUU Pengawasan Senjata Api memberikan keterangan pers di gedung Capitol, Kamis (24/1).
    Senator Demokrat Dianne Feinstein, salah seorang yang ikut mengusulkan RUU Pengawasan Senjata Api memberikan keterangan pers di gedung Capitol, Kamis (24/1).
    Sekelompok anggota Kongres Amerika telah mengumumkan RUU untuk melarang senjata serbu gaya militer, yang merupakan komponen utama proposal pengawasan kepemilikan senjata oleh pemerintahan Obama.

    Senator Demokrat Dianne Feinstein mengatakan RUU itu dimaksudkan "untuk membantu mengakhiri penembakan massal yang telah memilukan hati keluarga-keluarga yang tidak terhitung jumlahnya dan menteror masyarakat."

    RUU itu akan melarang pembuatan, impor, dan penjualan lebih dari 150 jenis senjata api gaya militer, dan juga komponen-komponen yang dapat mengubah senjata kurang ampuh menjadi senjata jenis serbu. Hal ini juga membatasi magazin senjata untuk 10 butir amunisinya.

    Diapit oleh para anggota Kongres dari Partai Demokrat lainnya, para kepala polisi kota, dan para korban kekerasan senjata, Feinstein mengatakan senjata serbu tidak punya legitimasi bagi warga sipil, dan memungkinkan kekejian massal seperti penembakan anak-anak sekolah bulan lalu di Newtown, Connecticut.

    Para pendukung hak kepemilikan senjata diperkirakan akan menentang RUU itu. Pelobi hak-hak pemilikan senjata yang terbesar di Amerika, National Rifle Association, mengatakan pihaknya merencanakan pertarungan besar di Kongres.

    Lihat Juga

    Kongres AS Pertanyakan Perjanjian dengan Iran

    Pemerintah hampir tidak menanggapi uji coba rudal baru Iran belum lama ini dan telah bertindak melampaui perjanjian nuklir untuk membeli bahan terkait nuklir dari Teheran. Selengkapnya

    Pengamat: Demokrasi di Kamboja Mundur

    Para pejabat pemerintah mengatakan, pembatasan terhadap kebebasan perlu untuk menghindarkan situasi seperti di Suriah. Selengkapnya

    Masyarakat dan Aparat Dinilai Kurang Lindungi Perempuan dan Anak

    Kepolisian, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementerian Sosial dianggap masih kurang maksimal dalam memberikan pelayanan terkait kasus kekerasan seksual. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Urutan Komentar
    Komentar-komentar
         
    oleh: Arwin dari: Indonesia
    25.01.2013 19:31
    ya,Amerika Serikat memang perlu membuat aturan kepemilikan senjata api yang ketat,untuk menghindari penyalahgunaan senjata api.Moga kejadian seperti kemarin jangan sampai terulang lagi,sangat menyedihkan bagi keluarga yang sanak saudaranya menjadi korban pembunuhan dengan menggunakan senjata api.

    Ikuti Kami