Rabu, 16 April 2014 Waktu UTC: 07:51

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Salah Satu Tersangka Pemerkosa di India Mungkin Masih Remaja

Polisi India tengah melangsungkan tes tulang untuk menentukan usia pelaku tersangka remaja pria yang terkait penyerangan dan pemerkosaan perempuan di New Delhi.

Para siswa di di Ahmedabad, India menggelar doa bersama  (31/12) untuk mendoakan korban pemerkosaan di New Delhi 15 Desember lalu, yang akhirnya meninggal dunia saat mendapat perawatan di Singapura. Polisi tengah melakukan tes tulang untuk menentukan usia pelaku remaja yang terkait dalam pemerkosaan tersebut.
Para siswa di di Ahmedabad, India menggelar doa bersama (31/12) untuk mendoakan korban pemerkosaan di New Delhi 15 Desember lalu, yang akhirnya meninggal dunia saat mendapat perawatan di Singapura. Polisi tengah melakukan tes tulang untuk menentukan usia pelaku remaja yang terkait dalam pemerkosaan tersebut.
UKURAN HURUF - +
Polisi India mengatakan, tes tulang sedang dilangsungkan untuk mengukuhkan tersangka remaja pria yang ditahan karena terlibat dalam penyerangan dan pemerkosaan beramai-ramai terhadap seorang perempuan muda di India, sementara  para penuntut akan mengusahakan hukuman mati terhadap lima tersangka lain.

Jurubicara kepolisian, Rajan Bhagat,  mengatakan, keenam pria itu akan secara resmi didakwa di pengadilan, Kamis, atas tuduhan mereka menculik, memerkosa dan membunuh perempuan berusia 23 tahun itu di New Delhi pada tanggal 16 Desember.

Laporan-laporan media mengatakan, sekitar 30 saksi telah dikumpulkan dan dakwaan telah dirinci dalam sebuah dokumen yang panjangnya lebih dari 1000 halaman.

Masyarakat India yang marah telah menuntut hukuman mati bagi keenam pria itu, dengan mengadakan demonstrasi hampir setiap hari sejak kasus perkosaan itu diketahui umum.  Pembunuhan bisa dikenai hukuman mati sedang perkosaan hukuman  penjara seumur hidup.  Namun remaja - atau  berusia di bawah 18 tahun - tidak bisa dituntut hukuman mati.

Tes tulang akan memastikan apakah tersangka paling muda berusia di bawah 18 tahun.  Jika ia berusia 18 tahun atau lebih tua,  ia akan diperlakukan sebagai orang dewasa di hadapan hukum.

Kebrutalan kasus ini telah membuat masyarakat India mempertanyakan realitas kekerasan seksual terhadap perempuan di negara mereka. Di negara itu, perempuan sering menghadapi pelecehan, mulai dari digoda, diraba, dan diperkosa. Polisi juga sering menolak keluhan dari perempuan korban pelecehan dan cenderung menyalahkan perempuan karena berpakaian mengundang. Keluarga juga menahan korban untuk tidak mengungkap pelecehan yang dialami karena khawatir itu akan merusak reputasi keluarga.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook