Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 12:03

Berita / Dunia / Eropa

Rusia Tingkatkan Upaya Akhiri Pergolakan di Suriah

Moskow meningkatkan dialog baik dengan pemerintah Suriah maupun dengan kelompok oposisi, menjelang kedatangan utusan perdamaian Lakhdar Brahimi ke Rusia, Sabtu mendatang.

Utusan perdamaian PBB, Lakhdar Brahimi (kiri) saat bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, 24 Desember lalu (Foto: dok). Brahimi direncanakan akan berkunjung ke Rusia, Sabtu mendatang sebagai tindak lanjut upaya penyelesaiakan krisis di Suriah yang berkepanjangan.
Utusan perdamaian PBB, Lakhdar Brahimi (kiri) saat bertemu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad, 24 Desember lalu (Foto: dok). Brahimi direncanakan akan berkunjung ke Rusia, Sabtu mendatang sebagai tindak lanjut upaya penyelesaiakan krisis di Suriah yang berkepanjangan.
UKURAN HURUF - +
Rusia mengatakan, negara itu sedang meningkatkan usahanya untuk mengakhiri pertumpahan darah di Suriah, dimana pergolakan selama 21 bulan telah mengakibatkan kematian ribuan warga sipil.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich mengatakan, Moskow meningkatkan dialog baik dengan pemerintah Suriah maupun dengan kelompok oposisi.

Ia berbicara segera setelah sebuah delegasi Suriah, yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Faisal Maqdad, bertemu dengan Menteri Luar negeri Rusia Sergei Lavrov. Rusia, sekutu Suriah, dilaporkan telah berusaha menengahi peralihan kekuasaan secara damai di Suriah.

Pertemuan antara para pejabat Rusia dan Suriah berlangsung menjelang kedatangan utusan perdamaian Lakhdar Brahimi ke Rusia, Sabtu. Ia dijadwalkan akan membahas solusi-solusi yang mungkin untuk menyelesaikan krisis Suriah.

Berbicara di Damaskus, Kamis, Brahimi membantah laporan bahwa ia memiliki rencana perdamaian dukungan Rusia dan Amerika untuk didiskusikan dengan Suriah.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya