Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 18:59

Berita / Dunia / Eropa

Rusia Protes RUU AS Terkait Pelangaran HAM Kasus Anti-Korupsi

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan RUU Amerika terkait Magnitsky, pengacara anti-korupsi Rusia yang meningal dalam penjara, akan menimbulkan akibat negatif terhadap seluruh hubungan Rusia-AS.

Sergei Magnitsky, pengacara anti-korupsi Rusia yang meninggal dunia di tahanan tahun 2009 (Foto: dok). Rusia memprotes RUU Amerika yang hendak membekukan rekening-rekening di bank-bank Amerika dan menolak visa ke AS bagi pejabat Rusia yang korup dan melanggar HAM.
Sergei Magnitsky, pengacara anti-korupsi Rusia yang meninggal dunia di tahanan tahun 2009 (Foto: dok). Rusia memprotes RUU Amerika yang hendak membekukan rekening-rekening di bank-bank Amerika dan menolak visa ke AS bagi pejabat Rusia yang korup dan melanggar HAM.
UKURAN HURUF - +
Rusia memperingatkan Amerika Serikat sehubungan dengan kemungkinan pemberlakuan rancangan undang-undang yang hendak menghukum para pejabat Rusia yang tersangkut dalam pelanggaran hak azasi manusia.

Rancangan, yang dinamakan "Pertanggungjawaban Kekuasaan Hukum Sergei Magnitsky", hendak membekukan rekening-rekening di bank-bank Amerika dan menolak visa ke Amerika bagi para pejabat yang korup dan pelanggar hak azasi manusia.

Kremlin memandang rancangan undang-undang itu ditujukan terhadap Russia. Sergei Magnitsky, seorang pengacara anti-korupsi Rusia, mengungkapkan penipuan pajak $230 juta, yang kabarnya dilakukan oleh para pejabat pemerintah, namun tidak dipenjarakan meskipun telah dituduh melakukan pencurian sistematis. Ia meninggal dunia dalam tahanan pra-peradilan bulan November tahun 2009 setelah hampir setahun dalam pernjara.

Undang-undang Amerika itu hendak menolak visa bagi para pejabat Rusia yang dicurigai menutup-nutupi kematian Magnitsky.

Jurubicara Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Lukashevich mengatakan rancangan undang-undang itu akan menimbulkan akibat negatif terhadap seluruh hubungan Rusia-Amerika.

Para anggota Kongres Amerika diperkirakan akan mengadakan pemungutan suara dalam beberapa hari mendatang mengenai sebuah paket yang menggabung Undang-Undang Magnitsky dengan rancangan yang hendak memberi kepada Rusia hubungan perdagangan normal yang permanen. 

Penegakan hubungan demikian mengharuskan para anggota Kongres mencabut amandemen Jackson-Vanik tahun 1974, satu peninggalan Perang Dingin yang akan mengakibatkan pengenaan bea yang lebih tinggi atas ekspor Amerika ke Rusia.

Amandemen Jackson-Vanik menghubungkan bea Amerika yang ringan atas barang impor dari Rusia, dengan hak azasi Yahudi Soviet. Amandemen tersebut sudah usang, tetapi para anggota Kongres Amerika enggan mencabutnya tanpa meluluskan rancangan undang-undang yang terus menekan Moskow karena keprihatinan hak azasi manusia.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Usher-Justin Bieber dan Konser The Rolling Stones - VOA untuk Insert

Setelah menggelar konsernya di London dan Paris akhir tahun lalu, kelompok band kawakan "The Rolling Stones" mulai menggelar konsernya di 17 tempat di Amerika. Dalam episode kali ini, Vina Mubtadi juga mengajak pemirsa untuk menyimak kabar gugatan sebesar $10 Juta kepada Usher dan Justin Bieber atas tuduhan menjiplak lagu "Somebody To Love" ciptaan Devin Copeland dan Mareio Overton.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya