Kamis, 23 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 13:56

Berita / Dunia / Eropa

Rusia Mulai Berlakukan UU Pengkhianatan yang Kontroversial

Rusia mulai memberlakukan undang-undang baru yang kontroversial meskipun Presiden Vladimir Putin telah berjanji untuk meninjaunya kembali, Rabu (14/11).

Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: dok). Rusia mulai memberlakukan undang-undang baru yang kontroversial, Rabu (14/11).
Presiden Rusia Vladimir Putin (Foto: dok). Rusia mulai memberlakukan undang-undang baru yang kontroversial, Rabu (14/11).
UKURAN HURUF - +
Undang-undang yang diterbitkan dalam harian pemerintah Rossiyskaya Gazeta hari Rabu (14/11) tersebut memperluas penafsiran pengkhianatan, mencakup kegiatan-kegiatan seperti bantuan keuangan atau konsultasi untuk negara asing, organisasi asing atau internasional.

Sementara undang-undang sebelumnya menggambarkan pengkhianatan sebagai kegiatan mata-mata atau bantuan lainnya untuk negara asing yang merusak keamanan eksternal Rusia, undang-undang baru itu memperluas definisi tersebut dengan menghapuskan kata “eksternal”.

Para aktivis HAM mengingatkan bahwa undang-undang baru itu sangat rancu sehingga dan akan memungkinkan pemerintah mencap seorang penentang pemerintah sebagai pengkhianat.

Putin hari Senin (12/11) berjanji untuk meninjau kembali rancangan undang-undang pengkhianatan tersebut, namun undang-undang itu tetap mulai diberlakukan hari ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Ofensif Militer Suriah sebagai Alat Negosiasi - Liputan Berita VOA

Amerika Serikat terus mendesak perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah untuk bertemu di Jenewa pada Juni mendatang guna mengakhiri perang saudara yang telah dua tahun lebih berkecamuk. Konflik antara kedua pihak diperkirakan telah menewaskan setidaknya delapan puluh ribu warga Suriah dan mengancam stabilitas negara-negara tetangga seperti Lebanon dan Yordania. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Tanda bertuliskan "Tuhan Memberkati Moore" dipasang di gedung teater Warren di Moore, Oklahoma, saat para pekerja memperbaiki bangunan yang rusak karena tornado itu (22/5). (Reuters/Adrees Latif)
  • Bendera Amerika terkulai di jendela yang hancur di rumah keluarga Wayne Osmus di Moore, Oklahoma. Keluarga Osmus bersembunyi di lemari Senin (20/5) setelah angin membuat mereka tidak dapat masuk ke tempat perlindungan badai. (AP/Allen Breed)
  • Charles Taber membuka bungker yang baru dibangun dua minggu lalu, yang menyelamatkan nyawanya dari tornado di Oklahoma City. (Reuters/Rick Wilking)
  • Pegawai perusahaan asuransi Farmers Insurance, Paul Gaipo, melihat mobil-mobil yang rusak karena tornado di sebuah mal yang hancur di Moore, Oklahoma (22/5).
  • Tim pencarian dan penyelamatan dari Tennessee melakukan pencarian di Moore, Oklahoma (22/5).(AP/Charlie Riedel)
  • Susan Kates menyelamatkan barang-barang dari rumah temannya yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma (22/5). (AP/Charlie Riedel)
  • Claudia Clark membersihkan tempat pemakaman di Moore, Oklahoma (22/5).
  • Sisa kamar tidur dari rumah yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma (22/5). (Reuters/Rick Wilking)
  • Rumah-rumah yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma, dilihat dari udara (21/5). (AP/Tony Guiterrez)
Galeri Foto

Galeri Foto Oklahoma Mulai Pemulihan Pasca Bencana

Moore di pinggiran Oklahoma City, negara bagian Oklahoma, memulai tugas berat pemulihan pasca tornado dahsyat yang menyapu kota itu pada 20 Mei.
Lainnya