Jumat, 19 September 2014 Waktu UTC: 15:51

Berita / AS / Pemilu AS

Romney Mulai Kejar Obama dalam Jajak Pendapat

Sebuah jajak pendapat nasional terbaru menunjukkan calon Presiden Partai Republik, Mitt Romney mulai mengejar Presiden Barack Obama menjelang pemilu presiden November mendatang.

Mitt Romney menyalami para pendukungnya dalam sebuah kampanye di Boston (foto: dok). Romney mulai mengejar ketinggalan dari Obama dalam jajak pendapat terakhir.
Mitt Romney menyalami para pendukungnya dalam sebuah kampanye di Boston (foto: dok). Romney mulai mengejar ketinggalan dari Obama dalam jajak pendapat terakhir.

Artikel Terkait

Obama dan Romney Mulai Saling Serang dalam Kampanye

Peringatan satu tahun tewasnya pemimpin al-Qaida telah dimanfaatkan oleh Presiden Obama dalam iklan kampanye untuk menyerang kandidat Partai Republik, Mitt Romney.
Tony Hotland
Mitt Romney di depan pendukungnya awal minggu ini di New Hamsphire mengatakan, jika terpilih menjadi presiden Amerika, ia berjanji akan menjadi presiden yang pro usaha kecil dan berjuang bagi pengusaha kecil.

Mantan gubernur negara bagian Massachusetts dan mantan pengusaha itu bisa dipastikan menjadi calon Partai Republik, setelah mundurnya dua saingannya yang utama Rick Santorum dan Newt Gingrich. Seorang kontestan lain yang masih berkampanye, anggota Kongres dari Texas Ron Paul, jauh tertinggal dalam perolehan dukungan pemilih Partai Republik.

Situasi ini menaikkan pamor Romney dalam berhadapan dengan Obama, seperti tampak pada hasil jajak pendapat terbaru hari Kamis oleh Universitas Quinnipiac di tiga negara bagian yaitu Ohio, Florida dan Pennsylvania. Ketiganya adalah swing state atau negara bagian yang harus dimenangkan dalam pemilu presiden.

Sejarah menunjukkan tidak seorangpun calon presiden berhasil masuk ke Gedung Putih tanpa memenangkan dua di antara tiga negara bagian itu.

Jajak pendapat diadakan 25 April hingga 1 Mei 2012, dan menggunakan lebih dari 1.100 responden di tiap negara bagian. Hasilnya menunjukkan Romney mengejar Obama di Florida dan Ohio, tapi tertinggal di Pennsylvania. Kurang dari sebulan lalu, survei yang sama masih mendapati Obama unggul di ketiga negara bagian tersebut.

Di Ohio, 44 persen responden memilih Obama dibandingkan dengan 42 persen bagi Romney. Ini adalah kenaikan empat poin bagi Romney. Di Florida, jajak pendapat menunjukkan Romney unggul tipis 44 persen dibandingkan dengan 43 persen bagi Obama. Ini adalah peningkatan enam poin bagi Romney.

Penyelenggara jajak tersebut, Peter Brown, mengatakan tidak adanya saingan yang berarti bagi Romney dalam meraih pencalonan partai membuat pemilih makin menyatu. Brown juga mengatakan meningkatnya pamor Romney tampak didorong oleh rasa ketidakpuasan pemilih mengenai cara pemerintahan Obama mengatasi krisis ekonomi.

“Kita butuh presiden yang memahami kekuatan pasar. Saya mengerti, dan kalau jadi presiden saya akan pastikan itu menjadi bagian dari masa depan kita,” tegas Romney.

Berimbang di Ohio dan Florida, Obama memperbesar keunggulannya di Pennsylvania sebesar delapan poin dengan 47 persen. Ini adalah kenaikan tiga poin dari akhir Maret.

Ada kabar baik bagi Obama. Survei terbaru oleh kantor berita Associated Press atas 32 ekonom terkemuka menunjukkan angka pengangguran bisa turun di bawah delapan persen pada hari pemilu.

Kedua calon pekan ini terus berkampanye. Hari Senin di Washington, Presiden Obama berbicara di hadapan AFL-CIO, federasi serikat buruh terbesar Amerika yang terdiri dari 56 serikat buruh nasional dan internasional dan mewakili lebih dari 11 juta buruh.

Obama mengatakan, “Dalam setahun ini, saya telah mengirim Kongres serangkaian RUU penciptaan lapangan kerja agar orang bisa bekerja. Tetapi berulang kali Partai Republik bersatu dan menolaknya. Mereka lebih memilih hanya sedikit buruh bekerja membangun kembali Amerika daripada mengenakan pajak tambahan bagi para milyarder.”

Hari Rabu, Romney berkampanye di negara bagian Virginia dengan fokus pada lapangan kerja dan ekonomi, setelah beberapa hari ini terpusat pada perang di Afghanistan dan peringatan tahun pertama kematian Osama bin Laden.

Partai Republik akan menggelar konvensi peresmian calon presiden bulan Agustus di Florida, disusul Partai Demokrat sebulan kemudian di North Carolina. Pemilu presiden akan digelar 6 November.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
i
|| 0:00:00
...
 
🔇
X
  • Sisa-sisa pesan "Ya" yang ditempel dengan selotip oleh pendukung kampanye pemisahan dari Inggris masih terlihat di Lapangan George setelah Skotlandia memilih untuk tidak memisahkan diri (dari Inggris untuk) menjadi sebuah negara merdeka, di Glasgow, Skotlandia (19/9).

  • Alec Salmond mengakui kekalahan pihaknya dalam referendum kemerdekaan di markas Kampanye "Ya (Yes)" di Edinburgh, Skotlandia (19/9).

  • Perdana Menteri Inggris David Cameron memberi keterangan kepada media di depan rumah kediamannya di 10 Downing Street,  London (19/9).

  • Para pendukung kampanye "Tidak (No)" memuji Alistair Darling, pemimpin kampanye "Bersama Lebih Baik (Better Together)", di markas mereka di Glasgow, Skotlandia (19/9).

  • Para pendukung kampanye "Tidak (No)" merayakan kemenangan mereka sambil mengangkat bendera Inggris (Union flag), di Edinburgh, Skotlandia (19/9).

  • Reaksi para pendukung kampanye "Ya (Yes)" saat duduk di Lapangan George, Glasgow, Skotlandia (19/9).

  • Sebuah layar menunjukkan hasil perolehan suara Referendum Kemerdekaan Skotlandia di Edinburgh, Skotlandia (19/9).

  • Petugas tengah mengosongkan sebuah kotak suara di sebuah Pusat Penghitungan Suara, di Ingliston, Edinburgh, Skotlandia (18/9).

Video

Video Hutan Perkotaan Menjadikan Kota Lebih Sehat

Gerakan penghijauan untuk menanam ratusan pohon di wilayah perkotaan kini gencar dilakukan di AS. Sebuah kota dekat ibukota Washington DC menggagas pembuatan hutan kota untuk mengurangi resiko banjir dan meningkatkan perekonomian setempat.
Video

Video Akun Bernama Samaran di Facebook Terancam Blokir

Bila Anda punya nama di Facebook tak sesuai layaknya nama di KTP, misalnya 'Ibunya Iwan' hal tersebut melanggar aturan baru Facebook. Di Amerika, aturan ini langsung mendapat penolakan, termasuk dari para waria yang dipaksa kembali ke nama KTP mereka. Berikut laporan tim VOA dari Washington, D.C.
Video

Video Pemburu iPhone 6 Melempar iPhone dan Android Bekas ke Internet

Prapemesanan iPhone 6 dan 6 Plus di hari pertama saja mencapai dua kali lipat pra-pemesanan iPhone 5 dulu. Sebagian peminat melempar iPhone lama atau bahkan Android berlayar 5 inci mereka ke bursa ponsel bekas di internet. Berikut laporan tim VOA dari Washington, D.C.
Video

Video Kilas VOA 19 September 2014

Kongres AS menyetujui bantuan bagi pemberontak Suriah kontra ISIS. Australia menahan tersangka angggota ISIS yang berniat membunuh warga setempat. Warga Inggris menunggu hasil referendum kemerdekaan Skotlandia. Keharusan memakai nama asli di Facebook diprotes para waria.
 Aktivitas di Facebook