Jumat, 01 Agustus 2014 Waktu UTC: 15:54

Berita / AS / Pemilu AS

Romney Mulai Kejar Obama dalam Jajak Pendapat

Sebuah jajak pendapat nasional terbaru menunjukkan calon Presiden Partai Republik, Mitt Romney mulai mengejar Presiden Barack Obama menjelang pemilu presiden November mendatang.

Mitt Romney menyalami para pendukungnya dalam sebuah kampanye di Boston (foto: dok). Romney mulai mengejar ketinggalan dari Obama dalam jajak pendapat terakhir.
Mitt Romney menyalami para pendukungnya dalam sebuah kampanye di Boston (foto: dok). Romney mulai mengejar ketinggalan dari Obama dalam jajak pendapat terakhir.

Artikel Terkait

Obama dan Romney Mulai Saling Serang dalam Kampanye

Peringatan satu tahun tewasnya pemimpin al-Qaida telah dimanfaatkan oleh Presiden Obama dalam iklan kampanye untuk menyerang kandidat Partai Republik, Mitt Romney.
Tony Hotland
Mitt Romney di depan pendukungnya awal minggu ini di New Hamsphire mengatakan, jika terpilih menjadi presiden Amerika, ia berjanji akan menjadi presiden yang pro usaha kecil dan berjuang bagi pengusaha kecil.

Mantan gubernur negara bagian Massachusetts dan mantan pengusaha itu bisa dipastikan menjadi calon Partai Republik, setelah mundurnya dua saingannya yang utama Rick Santorum dan Newt Gingrich. Seorang kontestan lain yang masih berkampanye, anggota Kongres dari Texas Ron Paul, jauh tertinggal dalam perolehan dukungan pemilih Partai Republik.

Situasi ini menaikkan pamor Romney dalam berhadapan dengan Obama, seperti tampak pada hasil jajak pendapat terbaru hari Kamis oleh Universitas Quinnipiac di tiga negara bagian yaitu Ohio, Florida dan Pennsylvania. Ketiganya adalah swing state atau negara bagian yang harus dimenangkan dalam pemilu presiden.

Sejarah menunjukkan tidak seorangpun calon presiden berhasil masuk ke Gedung Putih tanpa memenangkan dua di antara tiga negara bagian itu.

Jajak pendapat diadakan 25 April hingga 1 Mei 2012, dan menggunakan lebih dari 1.100 responden di tiap negara bagian. Hasilnya menunjukkan Romney mengejar Obama di Florida dan Ohio, tapi tertinggal di Pennsylvania. Kurang dari sebulan lalu, survei yang sama masih mendapati Obama unggul di ketiga negara bagian tersebut.

Di Ohio, 44 persen responden memilih Obama dibandingkan dengan 42 persen bagi Romney. Ini adalah kenaikan empat poin bagi Romney. Di Florida, jajak pendapat menunjukkan Romney unggul tipis 44 persen dibandingkan dengan 43 persen bagi Obama. Ini adalah peningkatan enam poin bagi Romney.

Penyelenggara jajak tersebut, Peter Brown, mengatakan tidak adanya saingan yang berarti bagi Romney dalam meraih pencalonan partai membuat pemilih makin menyatu. Brown juga mengatakan meningkatnya pamor Romney tampak didorong oleh rasa ketidakpuasan pemilih mengenai cara pemerintahan Obama mengatasi krisis ekonomi.

“Kita butuh presiden yang memahami kekuatan pasar. Saya mengerti, dan kalau jadi presiden saya akan pastikan itu menjadi bagian dari masa depan kita,” tegas Romney.

Berimbang di Ohio dan Florida, Obama memperbesar keunggulannya di Pennsylvania sebesar delapan poin dengan 47 persen. Ini adalah kenaikan tiga poin dari akhir Maret.

Ada kabar baik bagi Obama. Survei terbaru oleh kantor berita Associated Press atas 32 ekonom terkemuka menunjukkan angka pengangguran bisa turun di bawah delapan persen pada hari pemilu.

Kedua calon pekan ini terus berkampanye. Hari Senin di Washington, Presiden Obama berbicara di hadapan AFL-CIO, federasi serikat buruh terbesar Amerika yang terdiri dari 56 serikat buruh nasional dan internasional dan mewakili lebih dari 11 juta buruh.

Obama mengatakan, “Dalam setahun ini, saya telah mengirim Kongres serangkaian RUU penciptaan lapangan kerja agar orang bisa bekerja. Tetapi berulang kali Partai Republik bersatu dan menolaknya. Mereka lebih memilih hanya sedikit buruh bekerja membangun kembali Amerika daripada mengenakan pajak tambahan bagi para milyarder.”

Hari Rabu, Romney berkampanye di negara bagian Virginia dengan fokus pada lapangan kerja dan ekonomi, setelah beberapa hari ini terpusat pada perang di Afghanistan dan peringatan tahun pertama kematian Osama bin Laden.

Partai Republik akan menggelar konvensi peresmian calon presiden bulan Agustus di Florida, disusul Partai Demokrat sebulan kemudian di North Carolina. Pemilu presiden akan digelar 6 November.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Gedung Putih Peringatkan Israeli
X
31.07.2014
Gedung Putih mengecam tembakan artileri Israel yang menghantam sekolah PBB di Gaza. Sementara sejumlah warga Amerika unjuk rasa di kediaman Menlu AS John Kerry, guna mendesak pemerintah Obama untuk menekan Israel agar menghentikan serangan Israel ke Gaza.
Video

Video Gedung Putih Peringatkan Israel

Gedung Putih mengecam tembakan artileri Israel yang menghantam sekolah PBB di Gaza. Sementara sejumlah warga Amerika unjuk rasa di kediaman Menlu AS John Kerry, guna mendesak pemerintah Obama untuk menekan Israel agar menghentikan serangan Israel ke Gaza.
Video

Video Mudik Bersama PERMIAS

Menjelang Idul Fitri, Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) cabang Los Angeles, mengadakan acara pulang kampung bersama dengan misi mulia. Bekerja sama dengan Rumah Pintar, mereka mengadakan pelatihan bahasa Inggris untuk anak-anak di Tangerang. Ikuti liputan tim VOA berikut.
Video

Video Halal Bihalal Washington DC

Melanjutkan tradisi yang selalu berlangsung saat Idul Fitri, sejumlah warga Indonesia di Washington DC, juga Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat, mengadakan acara silaturahmi yang dimeriahkan dengan hidangan khas Lebaran Indonesia. Selengkapnya dalam liputan tim VOA berikut.
Video

Video Perempuan Sukses Bisnis Alat Pertukangan

Dalam 5 tahun terakhir biro statistik tenaga kerja AS mencatat semakin menyempitnya kesenjangan pendapatan antara pria dan perempuan. Selain itu berkembang pula fenomena bertukar peran, yaitu perempuan merambah bidang pekerjaan atau bisnis yang selama ini dikuasai pria atau sebaliknya.
Video

Video Ketagihan Selfie di Kalangan Remaja - Liputan Tekno VOA

Fenomena selfie sudah lama ada sejak smartphone dengan kamera menghadap ke muka pertama diproduksi. Tetapi hingga kini orang masih memperdebatkan, sesering apa kebiasaan mengambil selfie ini patutnya dilakukan. Berikut laporan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
 Aktivitas di Facebook