Sabtu, 28 Februari 2015 Waktu: 13:53

Berita / AS / Pemilu AS

Romney Kritik Gedung Putih terkait Serangan atas Kedubes AS di Kairo

Romney mengatakan pemerintahan Obama keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menyerbu kedutaan AS di Kairo, bukannya mengecamnya.

Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Kandidat presiden Amerika dari partai Republik Mitt Romney hari Rabu membela kritik sebelumnya terhadap pemerintahan Obama, terkait serangan-serangan terhadap pos-pos diplomatik Amerika di Libya dan Mesir pada hari Selasa.

Serangan terhadap kedutaan Amerika di ibukota Mesir, Kairo, dan konsulat Amerika di Benghazi, Libya, dikaitkan dengan video amatir yang dibuat di Amerika, yang dianggap umat Islam menghina Nabi Muhammad. Empat diplomat Amerika, termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya J Christopher Stevens, tewas dalam serangan di Benghazi.

Sewaktu berbicara kepada wartawan di Jacksonville, Florida, hari Rabu, Romney mengatakan pemerintah keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menerobos kedutaan Amerika di Mesir, bukannya mengecam tindakan mereka.

Setelah serangan itu, Kedutaan Amerika di Kairo mengeluarkan pernyataan yang mengutuk upaya-upaya orang-orang yang terpedaya untuk menyakiti perasaan umat Islam. Pernyataan kedutaan itu dilansir sebelum korban tewas di Libya diumumkan.
Selasa malam, Romney menyebut pernyataan kedutaan itu memalukan. Sebagai tanggapan, jurubicara kampanye Obama Ben LaBolt mengatakan ia terkejut dengan serangan politik kandidat partai Republik pada waktu Amerika menghadapi kematian tragis diplomatnya di Libya.

Hari Rabu, Romney membela kritik terdahulunya, dengan mengatakan pernyataan dari Kedutaan Amerika di Kairo serupa dengan permintaan maaf, salah perhitungan yang parah, dan tidak konsisten dengan prinsip-prinsip Amerika. Ia juga menyatakan serangan di Libya itu keterlaluan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga keempat diplomat Amerika yang tewas.

Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton Rabu mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi kekerasan tidak masuk akal yang menewaskan para diplomat Amerika di Libya dan mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Olah Raga Anti-Parkinsoni
X
Ariadne Budianto
27.02.2015
Sejauh ini metode yang populer digunakan untuk mengelola gejala Parkinson adalah obat dan operasi. Namun di Amerika berkembang gerakan baru, yaitu menggunakan olah raga intensif, yang dulu justru ditentang para praktisi medis. Ikuti liputan selengkapnya bersama tim VOA dari Boulder, Colorado.
Video

Video Olah Raga Anti-Parkinson

Sejauh ini metode yang populer digunakan untuk mengelola gejala Parkinson adalah obat dan operasi. Namun di Amerika berkembang gerakan baru, yaitu menggunakan olah raga intensif, yang dulu justru ditentang para praktisi medis. Ikuti liputan selengkapnya bersama tim VOA dari Boulder, Colorado.
Galeri Foto

Galeri Foto 27 Februari 2015

Video

Video Ber-Radio Amatir dari Kapal Queen Mary

Kapal pesiar “Queen Mary” yang berlabuh di perairan California Selatan menawarkan wisata yang unik. Selain berfungsi sebagai hotel yang sarat informasi sejarah, pengunjung juga diajak ber-radio amatir. Yuk nge-“break”, bersama tim VOA dari Stasiun Queen Mary di Long Beach, California.
Video

Video Kompetisi Mesin Unik 'Rube Goldberg'

Setiap tahun siswa SMP, SMA dan mahasiswa berbagai kampus di Amerika Serikat beradu kreativitas, ketrampilan rancang bangun dan pengetahuan sains dalam kompetisi “Rube Goldberg Machine”. Misinya: menciptakan mesin yang mampu melakukan tugas sederhana. Simak liputan tim VOA dari Los Angeles.
Video

Video Kilas VOA 27 Februari 2015

Afghanistan mencari korban selamat salju longsor. AS menangkap tiga orang yang diduga pendukung ISIS. Korea Selatan membatalkan UU anti-Perzinahan 1953. Burung hantu mengamuk di Belanda memasuki musim kawin.
 Aktivitas di Facebook