Rabu, 26 Nopember 2014 Waktu UTC: 21:26

Berita / AS / Pemilu AS

Romney Kritik Gedung Putih terkait Serangan atas Kedubes AS di Kairo

Romney mengatakan pemerintahan Obama keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menyerbu kedutaan AS di Kairo, bukannya mengecamnya.

Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Kandidat presiden Amerika dari partai Republik Mitt Romney hari Rabu membela kritik sebelumnya terhadap pemerintahan Obama, terkait serangan-serangan terhadap pos-pos diplomatik Amerika di Libya dan Mesir pada hari Selasa.

Serangan terhadap kedutaan Amerika di ibukota Mesir, Kairo, dan konsulat Amerika di Benghazi, Libya, dikaitkan dengan video amatir yang dibuat di Amerika, yang dianggap umat Islam menghina Nabi Muhammad. Empat diplomat Amerika, termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya J Christopher Stevens, tewas dalam serangan di Benghazi.

Sewaktu berbicara kepada wartawan di Jacksonville, Florida, hari Rabu, Romney mengatakan pemerintah keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menerobos kedutaan Amerika di Mesir, bukannya mengecam tindakan mereka.

Setelah serangan itu, Kedutaan Amerika di Kairo mengeluarkan pernyataan yang mengutuk upaya-upaya orang-orang yang terpedaya untuk menyakiti perasaan umat Islam. Pernyataan kedutaan itu dilansir sebelum korban tewas di Libya diumumkan.
Selasa malam, Romney menyebut pernyataan kedutaan itu memalukan. Sebagai tanggapan, jurubicara kampanye Obama Ben LaBolt mengatakan ia terkejut dengan serangan politik kandidat partai Republik pada waktu Amerika menghadapi kematian tragis diplomatnya di Libya.

Hari Rabu, Romney membela kritik terdahulunya, dengan mengatakan pernyataan dari Kedutaan Amerika di Kairo serupa dengan permintaan maaf, salah perhitungan yang parah, dan tidak konsisten dengan prinsip-prinsip Amerika. Ia juga menyatakan serangan di Libya itu keterlaluan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga keempat diplomat Amerika yang tewas.

Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton Rabu mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi kekerasan tidak masuk akal yang menewaskan para diplomat Amerika di Libya dan mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Beasiswa untuk Pemain Video Game - VOA untuk Dunia Teknoi
X
Nova Poerwadi
26.11.2014
Perguruan tinggi di Amerika sudah lazim memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi di bidang olah raga. Belakangan prestasi olah raga itu ternyata juga diperluas ke olah raga virtual alias e-Sports alias permainan video game. Selengkapnya dilaporkan tim VOA dari Washington, D.C.
Video

Video Beasiswa untuk Pemain Video Game - VOA untuk Dunia Tekno

Perguruan tinggi di Amerika sudah lazim memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi di bidang olah raga. Belakangan prestasi olah raga itu ternyata juga diperluas ke olah raga virtual alias e-Sports alias permainan video game. Selengkapnya dilaporkan tim VOA dari Washington, D.C.
Galeri Foto

Galeri Foto Polisi Hong Kong Tangkap Pemimpin Protes dan Bersihkan Jalanan

Hong Kong authorities cleared a main protest camp Wednesday and arrested two leaders of the Occupy Central movement.
Video

Video Warga AS Syukuri Rendahnya Harga BBM

Sementara harga BBM di Indonesia naik, di Amerika Serikat harga BBM justru turun ke level terendah selama hamper lima tahun terakhir. Apa saja penyebab turunnya harga BBM tersebut? Ikuti laporan reporter VOA Patsy Widakuswara dari Washington.
Video

Video Remaja Amerika Ikuti Lomba Film Anti Bullying

Perisakan atau Bullying merupakan masalah di kalangan anak dan remaja seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat. Guru dan pendidik berusaha melakukan berbagai pendekatan untuk memberantasnya. Salah satunya adalah melalui lomba film anti bullying. Selengkapnya simak laporan Patsy Widakuswara.
 Aktivitas di Facebook