Rabu, 23 April 2014 Waktu UTC: 09:15

Berita / AS / Pemilu AS

Romney Kritik Gedung Putih terkait Serangan atas Kedubes AS di Kairo

Romney mengatakan pemerintahan Obama keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menyerbu kedutaan AS di Kairo, bukannya mengecamnya.

Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Kandidat presiden Amerika dari partai Republik Mitt Romney hari Rabu membela kritik sebelumnya terhadap pemerintahan Obama, terkait serangan-serangan terhadap pos-pos diplomatik Amerika di Libya dan Mesir pada hari Selasa.

Serangan terhadap kedutaan Amerika di ibukota Mesir, Kairo, dan konsulat Amerika di Benghazi, Libya, dikaitkan dengan video amatir yang dibuat di Amerika, yang dianggap umat Islam menghina Nabi Muhammad. Empat diplomat Amerika, termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya J Christopher Stevens, tewas dalam serangan di Benghazi.

Sewaktu berbicara kepada wartawan di Jacksonville, Florida, hari Rabu, Romney mengatakan pemerintah keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menerobos kedutaan Amerika di Mesir, bukannya mengecam tindakan mereka.

Setelah serangan itu, Kedutaan Amerika di Kairo mengeluarkan pernyataan yang mengutuk upaya-upaya orang-orang yang terpedaya untuk menyakiti perasaan umat Islam. Pernyataan kedutaan itu dilansir sebelum korban tewas di Libya diumumkan.
Selasa malam, Romney menyebut pernyataan kedutaan itu memalukan. Sebagai tanggapan, jurubicara kampanye Obama Ben LaBolt mengatakan ia terkejut dengan serangan politik kandidat partai Republik pada waktu Amerika menghadapi kematian tragis diplomatnya di Libya.

Hari Rabu, Romney membela kritik terdahulunya, dengan mengatakan pernyataan dari Kedutaan Amerika di Kairo serupa dengan permintaan maaf, salah perhitungan yang parah, dan tidak konsisten dengan prinsip-prinsip Amerika. Ia juga menyatakan serangan di Libya itu keterlaluan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga keempat diplomat Amerika yang tewas.

Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton Rabu mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi kekerasan tidak masuk akal yang menewaskan para diplomat Amerika di Libya dan mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Lomba Boston Marathon, Setahun Setelah Pembomani
X
Helmi Johannes
22.04.2014
Sekitar 36 ribu pelari ambil bagian dalam lomba lari maraton tahunan yang berlangsung di kota Boston, Amerika Serikat. Ini adalah untuk pertama kalinya Boston Marathon kembali digelar setelah dua bom meledak menjelang garis finish pada lomba tahun lalu.
Video

Video Lomba Boston Marathon, Setahun Setelah Pemboman

Sekitar 36 ribu pelari ambil bagian dalam lomba lari maraton tahunan yang berlangsung di kota Boston, Amerika Serikat. Ini adalah untuk pertama kalinya Boston Marathon kembali digelar setelah dua bom meledak menjelang garis finish pada lomba tahun lalu.
Video

Video Kilas VOA 22 April 2014

Presiden Obama berkunjung ke Asia. Wapres AS Joe Biden Memperingatkan Rusia agar segera meredam krisis Ukraina. Korban kecelakaan kapal feri Korea Selatan melebihi 120 jiwa. Kejuaraan dunia bermain gundu di West Sussex, Inggris dimenangkan oleh Jerman.
Video

Video Antri Beli Tiket Pertandingan Piala Dunia di Brazil

Bagaimana suasana menjelang pertandingan piala dunia di Brazil? Yang jelas antrian panjang terlihat di berbagai tempat penjualan tiket untuk menonton pertandingan yang sangat dinanti-nantikan pecinta sepak bola ini. Alam Burhanan mengantarkan ceritanya dalam VOA Sports.
Galeri Foto

Galeri Foto Penghormatan Terakhir Bagi Penulis Kolombia Gabriel Garcia Marquez

Mulai dari presiden, pejabat negara, anggota keluarga sampai penggemar di Kolombia memberikan penghormatan terakhir pada penulis pemenang Nobel, Gabriel Garcia Marquez, yang tutup usia di Meksiko pada 17 April 2014 dalam usia 87 tahun.
 Aktivitas di Facebook