Kamis, 02 Oktober 2014 Waktu UTC: 14:28

Berita / AS / Pemilu AS

Romney Kritik Gedung Putih terkait Serangan atas Kedubes AS di Kairo

Romney mengatakan pemerintahan Obama keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menyerbu kedutaan AS di Kairo, bukannya mengecamnya.

Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Kandidat presiden Amerika dari partai Republik Mitt Romney hari Rabu membela kritik sebelumnya terhadap pemerintahan Obama, terkait serangan-serangan terhadap pos-pos diplomatik Amerika di Libya dan Mesir pada hari Selasa.

Serangan terhadap kedutaan Amerika di ibukota Mesir, Kairo, dan konsulat Amerika di Benghazi, Libya, dikaitkan dengan video amatir yang dibuat di Amerika, yang dianggap umat Islam menghina Nabi Muhammad. Empat diplomat Amerika, termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya J Christopher Stevens, tewas dalam serangan di Benghazi.

Sewaktu berbicara kepada wartawan di Jacksonville, Florida, hari Rabu, Romney mengatakan pemerintah keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menerobos kedutaan Amerika di Mesir, bukannya mengecam tindakan mereka.

Setelah serangan itu, Kedutaan Amerika di Kairo mengeluarkan pernyataan yang mengutuk upaya-upaya orang-orang yang terpedaya untuk menyakiti perasaan umat Islam. Pernyataan kedutaan itu dilansir sebelum korban tewas di Libya diumumkan.
Selasa malam, Romney menyebut pernyataan kedutaan itu memalukan. Sebagai tanggapan, jurubicara kampanye Obama Ben LaBolt mengatakan ia terkejut dengan serangan politik kandidat partai Republik pada waktu Amerika menghadapi kematian tragis diplomatnya di Libya.

Hari Rabu, Romney membela kritik terdahulunya, dengan mengatakan pernyataan dari Kedutaan Amerika di Kairo serupa dengan permintaan maaf, salah perhitungan yang parah, dan tidak konsisten dengan prinsip-prinsip Amerika. Ia juga menyatakan serangan di Libya itu keterlaluan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga keempat diplomat Amerika yang tewas.

Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton Rabu mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi kekerasan tidak masuk akal yang menewaskan para diplomat Amerika di Libya dan mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Obama, Netanyahu dan Aktivisi
X
02.10.2014
Dari Sidang Umum PBB di New York, sebelum kembali ke Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mampir ke Washington DC untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Obama. Kedatangannya disambut protes oleh sejumlah aktivis anti Israel. Selengkapnya simak liputan Tim VOA .
Video

Video Obama, Netanyahu dan Aktivis

Dari Sidang Umum PBB di New York, sebelum kembali ke Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mampir ke Washington DC untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Obama. Kedatangannya disambut protes oleh sejumlah aktivis anti Israel. Selengkapnya simak liputan Tim VOA .
Video

Video Kilas VOA 2 Oktober 2014

Penanganan pasien pertama yang didiagnosa terjangkit Ebola di AS. Pertemuan pemenang Nobel Perdamaian di Afsel batal, karena peserta memboikot Afsel yang tolak visa Dalai Lama. Aksi demo solidaritas warga Taiwan terhadap demo Hong Kong. Lelang kostum dan prop film di London senilai £1 juta
Video

Video Ghanaru Tranggono, Mahasiswa Indonesia di Berklee College of Music, Boston (3)

Bagaimana peran digital dan sosial media dalam perkembangan musik dan karir musisi? Simak bincang-bincang Ribka Gemilangsari dan Ghanaru Tranggono, Mahasiswa Indonesia di Berklee College of Music, Boston dalam segmen ini.
Video

Video Ghanaru Tranggono, Mahasiswa Indonesia di Berklee College of Music, Boston (2)

Masih bersama Ribha Gemilangsari dalam VOA Pop News. Simak siapa saja musisi yang dikagumi oleh Ghanaru Tranggono dan menjadi kiblatnya dalam bermusik. Ghan, mahasiswa Indonesia di AS masih menekuni kuliahnya di universitas musik bergengsi di AS, Berklee College of Music, Boston.
Video

Video Ghanaru Tranggono, Mahasiswa Indonesia di Berklee College of Music, Boston (1)

VOA Pop News kali ini menghadirkan Ghanaru Tranggono, mahasiswa yang sekarang belajar musik di universitas musik ternama, Berklee College of Music di Boston, MA. Simak pengalaman Ghanaru belajar di Amerika bersama Ribka Gemilangsari berikut ini.
 Aktivitas di Facebook