Minggu, 19 April 2015 Waktu: 06:35

Berita / AS / Pemilu AS

Romney Kritik Gedung Putih terkait Serangan atas Kedubes AS di Kairo

Romney mengatakan pemerintahan Obama keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menyerbu kedutaan AS di Kairo, bukannya mengecamnya.

Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Kandidat presiden Amerika dari partai Republik Mitt Romney hari Rabu membela kritik sebelumnya terhadap pemerintahan Obama, terkait serangan-serangan terhadap pos-pos diplomatik Amerika di Libya dan Mesir pada hari Selasa.

Serangan terhadap kedutaan Amerika di ibukota Mesir, Kairo, dan konsulat Amerika di Benghazi, Libya, dikaitkan dengan video amatir yang dibuat di Amerika, yang dianggap umat Islam menghina Nabi Muhammad. Empat diplomat Amerika, termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya J Christopher Stevens, tewas dalam serangan di Benghazi.

Sewaktu berbicara kepada wartawan di Jacksonville, Florida, hari Rabu, Romney mengatakan pemerintah keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menerobos kedutaan Amerika di Mesir, bukannya mengecam tindakan mereka.

Setelah serangan itu, Kedutaan Amerika di Kairo mengeluarkan pernyataan yang mengutuk upaya-upaya orang-orang yang terpedaya untuk menyakiti perasaan umat Islam. Pernyataan kedutaan itu dilansir sebelum korban tewas di Libya diumumkan.
Selasa malam, Romney menyebut pernyataan kedutaan itu memalukan. Sebagai tanggapan, jurubicara kampanye Obama Ben LaBolt mengatakan ia terkejut dengan serangan politik kandidat partai Republik pada waktu Amerika menghadapi kematian tragis diplomatnya di Libya.

Hari Rabu, Romney membela kritik terdahulunya, dengan mengatakan pernyataan dari Kedutaan Amerika di Kairo serupa dengan permintaan maaf, salah perhitungan yang parah, dan tidak konsisten dengan prinsip-prinsip Amerika. Ia juga menyatakan serangan di Libya itu keterlaluan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga keempat diplomat Amerika yang tewas.

Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton Rabu mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi kekerasan tidak masuk akal yang menewaskan para diplomat Amerika di Libya dan mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
VOA Pop News - Rumah Mewah Imigran Jerman Jadi Museumi
X
18.04.2015
Di Washington DC banyak bangunan bersejarah. Salah satunya adalah Museum Heurich, bekas rumah mewah imigran asal Jerman.
Video

Video VOA Pop News - Rumah Mewah Imigran Jerman Jadi Museum

Di Washington DC banyak bangunan bersejarah. Salah satunya adalah Museum Heurich, bekas rumah mewah imigran asal Jerman.
Video

Video Presiden Joko Widodo Lantik Jenderal Polisi Badrodin Haiti Jadi Kapolri

Presiden Joko Widodo resmi melantik Jenderal Polisi Badrodin Haiti sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Badrodin Haiti dilantik dan diambil sumpahnya langsung oleh Presiden di Istana Negara Jakarta, Jumat pagi, 17 April 2015.
Video

Video Melestarikan Bela Diri Kuno Eropa

Seni bela diri kuno Eropa masih asing bagi banyak orang. Sebuah restoran dan rumah minum tradisional tak jauh dari Washington DC, berupaya melestarikan teknik bela diri jaman pertengahan ini dengan menggabungkan bela diri dalam seni visual dan kuliner. Simak liputan tim VOA berikut ini.
Video

Video Kilas VOA 17 April 2015

Pertempuran merebut Ramadi, warga mengungsi dari serangan ISIS. Demo menandai Hari Tawanan Palestina. Persiapan kelahiran bayi kedua Pangeran William dan Katherine Middleton. Koki robot yang bisa menirukan koki asli.
 Aktivitas di Facebook