Sabtu, 30 Mei 2015 Waktu: 11:24

Berita / AS / Pemilu AS

Romney Kritik Gedung Putih terkait Serangan atas Kedubes AS di Kairo

Romney mengatakan pemerintahan Obama keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menyerbu kedutaan AS di Kairo, bukannya mengecamnya.

Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Kandidat presiden Amerika dari partai Republik Mitt Romney hari Rabu membela kritik sebelumnya terhadap pemerintahan Obama, terkait serangan-serangan terhadap pos-pos diplomatik Amerika di Libya dan Mesir pada hari Selasa.

Serangan terhadap kedutaan Amerika di ibukota Mesir, Kairo, dan konsulat Amerika di Benghazi, Libya, dikaitkan dengan video amatir yang dibuat di Amerika, yang dianggap umat Islam menghina Nabi Muhammad. Empat diplomat Amerika, termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya J Christopher Stevens, tewas dalam serangan di Benghazi.

Sewaktu berbicara kepada wartawan di Jacksonville, Florida, hari Rabu, Romney mengatakan pemerintah keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menerobos kedutaan Amerika di Mesir, bukannya mengecam tindakan mereka.

Setelah serangan itu, Kedutaan Amerika di Kairo mengeluarkan pernyataan yang mengutuk upaya-upaya orang-orang yang terpedaya untuk menyakiti perasaan umat Islam. Pernyataan kedutaan itu dilansir sebelum korban tewas di Libya diumumkan.
Selasa malam, Romney menyebut pernyataan kedutaan itu memalukan. Sebagai tanggapan, jurubicara kampanye Obama Ben LaBolt mengatakan ia terkejut dengan serangan politik kandidat partai Republik pada waktu Amerika menghadapi kematian tragis diplomatnya di Libya.

Hari Rabu, Romney membela kritik terdahulunya, dengan mengatakan pernyataan dari Kedutaan Amerika di Kairo serupa dengan permintaan maaf, salah perhitungan yang parah, dan tidak konsisten dengan prinsip-prinsip Amerika. Ia juga menyatakan serangan di Libya itu keterlaluan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga keempat diplomat Amerika yang tewas.

Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton Rabu mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi kekerasan tidak masuk akal yang menewaskan para diplomat Amerika di Libya dan mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
i
|| 0:00:00
...  
🔇
X
  • Tim forensik polisi mengangkut kantung jenazah berisi sisa-sisa mayat manusia yang digali dari kuburan dekat kamp perdagangan manusia yang ditelantarkan di hutan dekat perbatasan Thailand di Bukit Wang Burma, Malaysia utara (27/5). ​(Reuters/Damir Sagolj)
  • Geraham manusia ditemukan dekat kuburan di Wang Burma di perbatasan Malaysia dan Thailand (26/5). (AP/Joshua Paul)
  • Tim forensik polisi mengangkut kantung jenazah berisi sisa-sisa mayat manusia yang digali dari kuburan dekat kamp perdagangan manusia yang ditelantarkan di hutan dekat perbatasan Thailand di Bukit Wang Burma, Malaysia utara (27/5). ​(Reuters/Damir Sagolj)
  • Pakaian ditemukan dekat kamp perdagangan manusia yang ditelantarkan di hutan dekat perbatasan Thailand di Bukit Wang Burma, Malaysia utara (26/5). ​(Reuters/Damir Sagolj)
  • Tim forensik polisi menggali kuburan dekat kamp perdagangan manusia yang ditelantarkan di hutan dekat perbatasan Thailand di Bukit Wang Burma, Malaysia utara (27/5). ​(Reuters/Damir Sagolj)
Galeri Foto

Galeri Foto 29 Mei 2015

Video

Video Solusi Masalah Pengadaan Pangan dari Alam

Ilmuwan memprediksi bahwa dunia akan mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan dalam beberapa dekade mendatang. Tim peneliti internasional mengumpulkan bibit-bibit tanaman yang dapat membantu mempercepat produksi tanaman pangan. Ikuti liputan tim VOA dari gurun Mojave, California.
Video

Video Birdwatching untuk Monitor Lingkungan

“Birdwatching” atau mengamati burung, merupakan hobi yang cukup populer di AS. Menurut Dinas Perikanan dan Satwa Liar AS., sekitar 20 persen warga AS menganggap diri mereka sebagai “birdwatchers”. Ikuti liputan tim VOA dari kediaman Presiden AS pertama, George Washington, di Mount Vernon, Virginia.
Video

Video Membuat Mobil Sport Retro Dengan Pencetak 3-Dimensi

Pencetakan 3-dimensi merambah ke berbagai bidang termasuk otomotif dan kini sudah ada mobil yang beberapa bagiannya dibuat dengan mesin cetak 3-dimensi. Para ilmuwan AS meneliti kemungkinan mencetak keseluruhan bagian mobil dan berhasil membuat replika mobil sport terkenal dengan pencetak 3-dimensi.
 Aktivitas di Facebook