Minggu, 29 Mei 2016 Waktu: 10:50

    Berita / AS / Pemilu AS 2012

    Romney Kritik Gedung Putih terkait Serangan atas Kedubes AS di Kairo

    Romney mengatakan pemerintahan Obama keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menyerbu kedutaan AS di Kairo, bukannya mengecamnya.

    Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
    Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
    Kandidat presiden Amerika dari partai Republik Mitt Romney hari Rabu membela kritik sebelumnya terhadap pemerintahan Obama, terkait serangan-serangan terhadap pos-pos diplomatik Amerika di Libya dan Mesir pada hari Selasa.

    Serangan terhadap kedutaan Amerika di ibukota Mesir, Kairo, dan konsulat Amerika di Benghazi, Libya, dikaitkan dengan video amatir yang dibuat di Amerika, yang dianggap umat Islam menghina Nabi Muhammad. Empat diplomat Amerika, termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya J Christopher Stevens, tewas dalam serangan di Benghazi.

    Sewaktu berbicara kepada wartawan di Jacksonville, Florida, hari Rabu, Romney mengatakan pemerintah keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menerobos kedutaan Amerika di Mesir, bukannya mengecam tindakan mereka.

    Setelah serangan itu, Kedutaan Amerika di Kairo mengeluarkan pernyataan yang mengutuk upaya-upaya orang-orang yang terpedaya untuk menyakiti perasaan umat Islam. Pernyataan kedutaan itu dilansir sebelum korban tewas di Libya diumumkan.
    Selasa malam, Romney menyebut pernyataan kedutaan itu memalukan. Sebagai tanggapan, jurubicara kampanye Obama Ben LaBolt mengatakan ia terkejut dengan serangan politik kandidat partai Republik pada waktu Amerika menghadapi kematian tragis diplomatnya di Libya.

    Hari Rabu, Romney membela kritik terdahulunya, dengan mengatakan pernyataan dari Kedutaan Amerika di Kairo serupa dengan permintaan maaf, salah perhitungan yang parah, dan tidak konsisten dengan prinsip-prinsip Amerika. Ia juga menyatakan serangan di Libya itu keterlaluan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga keempat diplomat Amerika yang tewas.

    Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton Rabu mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi kekerasan tidak masuk akal yang menewaskan para diplomat Amerika di Libya dan mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan.
    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami

    Video & Foto Terbaru

    JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
    Teknologi Thermal Imaging untuk Mendeteksi Rasa Cintai
    X
    Nova Poerwadi
    28.05.2016
    Perasaan cinta sering disebut sebagai perasaan yang subyektif. Tetapi secara fisik, perasaan ini ternyata bisa dideteksi dengan teknologi. Teknologi thermal imaging yang memindai suhu tubuh melihat peningkatan temperatur di wajah dan tangan.
    Video

    Video Teknologi Thermal Imaging untuk Mendeteksi Rasa Cinta

    Perasaan cinta sering disebut sebagai perasaan yang subyektif. Tetapi secara fisik, perasaan ini ternyata bisa dideteksi dengan teknologi. Teknologi thermal imaging yang memindai suhu tubuh melihat peningkatan temperatur di wajah dan tangan.
    Video

    Video VOA Trending Topic: Kellan Lutz

    Kellan Lutz, pemeran tokoh Emmett Cullen dalam film Twilight, ternyata memiliki profil online dating app yang ekslusif. Kellan sepertinya menggunakan berbagai cara untuk menemukan jodoh, termasuk menggunakan jasa online dating.
    Video

    Video VOA Trending Topic: Paris Jackson

    Paris Jackson, anak kedua dan putri satu-satunya mendiang Michael Jackson mengunggah foto tattoo yang menggambarkan foto ayahnya, simak dalam VOA Trending Topic bersama Ian Umar.
    Video

    Video Dunia dalam Satu Kode Pos

    Sebuah jalan di dekat Washington DC menjadi obyek sorotan fotografer AS Lloyd Wolf karena keragamannya. Ada sekitar 120 etnis berbeda yang tinggal dan berbisnis di Columbia Pike, menjadikan kawasan ini berjulukan "Dunia dalam Satu Kode Pos". Simak laporan tim VOA.
     Aktivitas di Facebook