Senin, 01 September 2014 Waktu UTC: 21:02

Berita / AS / Pemilu AS

Romney Kritik Gedung Putih terkait Serangan atas Kedubes AS di Kairo

Romney mengatakan pemerintahan Obama keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menyerbu kedutaan AS di Kairo, bukannya mengecamnya.

Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Kandidat presiden Amerika dari partai Republik Mitt Romney hari Rabu membela kritik sebelumnya terhadap pemerintahan Obama, terkait serangan-serangan terhadap pos-pos diplomatik Amerika di Libya dan Mesir pada hari Selasa.

Serangan terhadap kedutaan Amerika di ibukota Mesir, Kairo, dan konsulat Amerika di Benghazi, Libya, dikaitkan dengan video amatir yang dibuat di Amerika, yang dianggap umat Islam menghina Nabi Muhammad. Empat diplomat Amerika, termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya J Christopher Stevens, tewas dalam serangan di Benghazi.

Sewaktu berbicara kepada wartawan di Jacksonville, Florida, hari Rabu, Romney mengatakan pemerintah keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menerobos kedutaan Amerika di Mesir, bukannya mengecam tindakan mereka.

Setelah serangan itu, Kedutaan Amerika di Kairo mengeluarkan pernyataan yang mengutuk upaya-upaya orang-orang yang terpedaya untuk menyakiti perasaan umat Islam. Pernyataan kedutaan itu dilansir sebelum korban tewas di Libya diumumkan.
Selasa malam, Romney menyebut pernyataan kedutaan itu memalukan. Sebagai tanggapan, jurubicara kampanye Obama Ben LaBolt mengatakan ia terkejut dengan serangan politik kandidat partai Republik pada waktu Amerika menghadapi kematian tragis diplomatnya di Libya.

Hari Rabu, Romney membela kritik terdahulunya, dengan mengatakan pernyataan dari Kedutaan Amerika di Kairo serupa dengan permintaan maaf, salah perhitungan yang parah, dan tidak konsisten dengan prinsip-prinsip Amerika. Ia juga menyatakan serangan di Libya itu keterlaluan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga keempat diplomat Amerika yang tewas.

Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton Rabu mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi kekerasan tidak masuk akal yang menewaskan para diplomat Amerika di Libya dan mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Kilas VOA 2 September 2014i
X
Nova Poerwadi
01.09.2014
Pasukan Irak dan Kurdi membebaskan satu lagi kota di Irak Utara. Inggris pertimbangkan penyitaan paspor WN Inggris yang terlibat ISIS. Aksi solidaritas perempuan Tepi Barat terhadap perempuan Jalur Gaza. Festival Michael Jackson di kota kelahirannya di Gary, Indiana.
Video

Video Kilas VOA 2 September 2014

Pasukan Irak dan Kurdi membebaskan satu lagi kota di Irak Utara. Inggris pertimbangkan penyitaan paspor WN Inggris yang terlibat ISIS. Aksi solidaritas perempuan Tepi Barat terhadap perempuan Jalur Gaza. Festival Michael Jackson di kota kelahirannya di Gary, Indiana.
Video

Video Daniel Ariesandi, Wirausahawan Indonesia di Atlanta

Daniel Ariesandi, adalah wirausahawan Indonesia di Atlanta, Georgia. Awalnya ia hanya menemani anaknya bersekolah ke Amerika tahun 1999, namun naluri bisnis mendorong Daniel untuk membuka usaha setelah melihat adanya peluang. Ikuti laporan selengkapnya bersama tim VOA.
Video

Video Aplikasi Pesan Snapchat Mulai Dilirik Investor

Setelah Facebook dan Twitter terbukti bisa memanfaatkan penggunanya untuk meraup pemasukan iklan, giliran Snapchat dilirik investor. Snapchat bahkan divaluasi tiga kali lipat lebih penawaran Facebook tahun lalu, seperti laporan tim VOA dari Washington, D.C berikut ini.
Video

Video AS Belum Punya Strategi Khusus Hadapi ISIS di Suriah

Serangan udara Amerika Serikat membuka jalan bagi pasukan Irak untuk membebaskan kota Amerli dari cengkeraman ISIS. Namun Presiden Obama menyatakan Amerika Serikat belum mempunyai strategi khusus untuk menghadapi ISIS di Suriah.
 Aktivitas di Facebook