Kamis, 18 September 2014 Waktu UTC: 17:45

Berita / AS / Pemilu AS

Romney Kritik Gedung Putih terkait Serangan atas Kedubes AS di Kairo

Romney mengatakan pemerintahan Obama keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menyerbu kedutaan AS di Kairo, bukannya mengecamnya.

Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Capres Partai Republik, Mitt Romney menyalahkan reaksi pemerintahan Obama atas serangan terhadap Kedutaan AS di Kairo (foto: dok).
Kandidat presiden Amerika dari partai Republik Mitt Romney hari Rabu membela kritik sebelumnya terhadap pemerintahan Obama, terkait serangan-serangan terhadap pos-pos diplomatik Amerika di Libya dan Mesir pada hari Selasa.

Serangan terhadap kedutaan Amerika di ibukota Mesir, Kairo, dan konsulat Amerika di Benghazi, Libya, dikaitkan dengan video amatir yang dibuat di Amerika, yang dianggap umat Islam menghina Nabi Muhammad. Empat diplomat Amerika, termasuk Duta Besar Amerika untuk Libya J Christopher Stevens, tewas dalam serangan di Benghazi.

Sewaktu berbicara kepada wartawan di Jacksonville, Florida, hari Rabu, Romney mengatakan pemerintah keliru mengeluarkan pernyataan yang menurutnya, bersimpati pada mereka yang menerobos kedutaan Amerika di Mesir, bukannya mengecam tindakan mereka.

Setelah serangan itu, Kedutaan Amerika di Kairo mengeluarkan pernyataan yang mengutuk upaya-upaya orang-orang yang terpedaya untuk menyakiti perasaan umat Islam. Pernyataan kedutaan itu dilansir sebelum korban tewas di Libya diumumkan.
Selasa malam, Romney menyebut pernyataan kedutaan itu memalukan. Sebagai tanggapan, jurubicara kampanye Obama Ben LaBolt mengatakan ia terkejut dengan serangan politik kandidat partai Republik pada waktu Amerika menghadapi kematian tragis diplomatnya di Libya.

Hari Rabu, Romney membela kritik terdahulunya, dengan mengatakan pernyataan dari Kedutaan Amerika di Kairo serupa dengan permintaan maaf, salah perhitungan yang parah, dan tidak konsisten dengan prinsip-prinsip Amerika. Ia juga menyatakan serangan di Libya itu keterlaluan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga keempat diplomat Amerika yang tewas.

Presiden Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton Rabu mengatakan bahwa tidak ada pembenaran bagi kekerasan tidak masuk akal yang menewaskan para diplomat Amerika di Libya dan mereka yang bertanggungjawab harus diajukan ke pengadilan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Gerakan Anti Perang Amerika Mulai Protes Strategi ISIS Obamai
X
Yuni Salim
17.09.2014
Meski tidak akan mengirimkan pasukan ke Irak, strategi Presiden Obama menghadapi ISIS tetap mengundang kontroversi. Sejumlah anggota Kongres dan aktivis anti perang di Amerika hari ini mengadakan konferensi pers, menolak keterlibatan militer Amerika di Irak dan Suriah dalam bentuk apapun.
Video

Video Gerakan Anti Perang Amerika Mulai Protes Strategi ISIS Obama

Meski tidak akan mengirimkan pasukan ke Irak, strategi Presiden Obama menghadapi ISIS tetap mengundang kontroversi. Sejumlah anggota Kongres dan aktivis anti perang di Amerika hari ini mengadakan konferensi pers, menolak keterlibatan militer Amerika di Irak dan Suriah dalam bentuk apapun.
Video

Video Laboratorium Bawah Laut Tempat Latihan Astronot NASA

Badan Antariksa AS, NASA mentargetkan dapat menangkap dan menjelajahi asteroid. Mereka menjalankan sejumlah simulasi dalam kondisi ekstrim, seperti di laboratorium bawah laut di perairan Key Largo, Florida. Seperti apa lab bawah laut ini? Selengkapnya bersama reporter VOA Patsy Widakuswara.
Video

Video Toko Seni 'Desa Arts' dan Konferensi Komik Otakon

Masih dalam VOA Pop News, kali ini Ian Umar dan Debbie Sumual-Patlis menyajikan liputan tentang Desa Arts di California dan menyaksikan serunya suasana konferensi komik Otakon.
Video

Video Tantangan Es dan Selebriti Hollywood

Masih bersama Ian Umar dan Debbie Sumual-Patlis yang kali ini juga menghadirkan Vina Mubtadi yang menyajikan informasi seputar artis Hollywood dan tantangan es "Ice Bucket Challenge" dalam VOA Pop News berikut ini.
Video

Video Shore Leave dan Wona Sumantri

Ian Umar dan Debbie Sumual-Patlis menemani Anda dalam VOA Pop News, yang kali ini menghadirkan informasi tentang pameran komik "Shore Leave" dan Wona Sumantri yang mengembangkan seni pencak silat di AS.
 Aktivitas di Facebook