Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 23:30

Berita / Gaya Hidup / Religi

Ribuan Berkumpul di Vatikan untuk Menyimak Doa Sri Paus

Kerumunan besar massa berkumpul di Lapangan Santo Petrus di Vatikan hari Minggu (17/2) untuk mengikuti doa mingguan Paus Benediktus.

Warga Katholik yang menghadiri misa di Vatikan untuk mendengarkan doa dari Paus Benediktus hari Minggu (17/2).
Warga Katholik yang menghadiri misa di Vatikan untuk mendengarkan doa dari Paus Benediktus hari Minggu (17/2).
UKURAN HURUF - +
Kerumunan besar yang tidak biasa ini berkumpul enam hari setelah Sri Paus mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri tanggal 28 Februari mendatang.  Ia meminta orang banyak untuk mendoakannya dan paus yang akan  menggantikannya.

Pihak Vatikan hari Sabtu mengatakan sedang mempertimbangkan untuk menyelenggarakan konklaf guna memilih paus baru lebih cepat dari yang sebelumnya dijadwalkan.

Aturan-aturan saat ini menyatakan para kardinal yang akan memilih Sri Paus untuk bertemu pada tanggal 15 Maret, yang berarti 15 hari setelah Paus Benediktus mengundurkan diri secara resmi.

Tetapi seorang juru bicara Vatikan mengatakan karena para kardinal mengetahui tanggal pasti pengunduran diri Paus Benediktus, maka mereka bisa merencanakan untuk tiba di Roma lebih awal.  Pihak berwenang gereja mengatakan mereka membutuhkan paus baru bagi Minggu Suci – yang dimulai 24 Maret dengan Minggu Palem dan puncaknya pada hari raya Paskah 31 Maret.

Paus Benediktus pekan lalu mengumumkan pengunduran dirinya karena alasan-alasan kesehatan.  Ia merupakan paus pertama yang mengundurkan diri dalam ratusan tahun.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya