Minggu, 21 Desember 2014 Waktu: 22:08

Berita / Dunia / Asia Pasifik

RI-Australia Sepakat Kerjasama Berantas Penyelundupan Manusia

Kedua negara sepakat memperkuat hubungan maritim dalam usaha memberantas penyelundupan manusia, setelah dua kapal para pencari suaka terbalik menewaskan puluhan orang dalam dua pekan ini.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Australia Julia Gillard melakukan konferensi pers bersama di Darwin, Australia (3/7).
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan PM Australia Julia Gillard melakukan konferensi pers bersama di Darwin, Australia (3/7).
Phil Mercer
Para pencari suaka dan geng-geng penyelundupan yang mengangkut mereka dengan kapal dari Indonesia telah menjadi topik yang mendominasi pembicaraan antara Australia dan Indonesia.

Arus besar pendatang gelap, yang mencapai sekitar 4 ribu orang pada tahun ini, berhasil dicegat di perairan Australia.

Ada dua keadaan darurat dalam pekan-pekan belakangan ini. Puluhan penumpang tewas ketika kapal mereka tenggelam bulan lalu dekat Pulau Christmas milik Australia. Beberapa hari kemudian sebuah kapal lain terbalik, tapi sebagian besar penumpang kapal itu berhasil diselamatkan.

Para pemimpin Indonesia dan Australia telah sepakat untuk bekerja sama dengan lebih erat untuk menghindari kejadian-kejadian serupa pada masa depan.
Badan-badan penyelidikan dan penyelamatan kelautan dari kedua negara harus bekerjasama dengan lebih erat.

Perdana Menteri Australia, Julia Gillard mengatakan, imigrasi merupakan salah satu isu utama yang sedang dibahas.

”Terorisme dan obat terlarang, penyelundupan manusia, penanggulangan bencana alam, merupakan ancaman yang sama sulitnya dengan ancaman apapun dalam sejarah. Ini berpengaruh luar biasa pada hubungan antar negara kami, khususnya kalau kami menghadapi masalah-masalah sulit, kami lebih saling mendekat bukannya menjauh,” ujar Gillard.

Isu-isu ekonomi dan perdagangan juga dibahas dalam pembicaraan yang berlangsung di Darwin, Ibukota wilayah utara Australia.

Canberra didesak untuk menangani masalah bilateral dengan lebih serius. Guru besar bidang Strategic Studies Universitas Nasional Australia, Hugh White mengatakan, Indonesia akan menjadi negara superpower dalam puluhan tahun ke depan dan bisa menjadi sekutu penting Australia, atau saingan yang berbahaya.

”Beberapa proyeksi menunjukkan Indonesia dalam beberapa dasawarsa lagi sebagai negara yang ekonominya terbesar nomor empat di dunia, bahkan pandangan yang lebih konservatif menganggap ekonomi Indonesia akan menjadi dua atau tiga kali lebih besar dari ekonomi Australia dalam 20 atau 30 tahun," kata White.

Ia menambahkan, "Jadi kita harus tidak lagi menganggap Indonesia sebagai negara tetangga yang miskin dan lemah, dan mulai berusaha menjalin hubungan yang kita inginkan dengan Indonesia. Kalau Indonesia menjadi negara kuat dan kaya, itu sangat penting bagi keamanan Australia, dan sangat penting bagi hubungan kami yang lebih luas dengan Asia.”

Indonesia adalah negara yang ekonominya terbesar di Asia tenggara dan kepulauan yang kaya sumber alam itu telah menarik sejumlah besar investasi asing dalam tahun-tahun belakangan ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook