Kamis, 02 Oktober 2014 Waktu UTC: 16:31

Berita / AS / Pemilu AS

Reaksi Imigran di Los Angeles atas Kemenangan Obama Beragam

Daerah-daerah imigran di seluruh Los Angeles menunjukkan beragam reaksi atas kemenangan kembali Presiden Obama dalam pilpres 6 November lalu.

Kemenangan kembali Obama sebagai presiden Amerika memberi harapan kepada para imigran gelap di Los Angeles mengenai perombakan kebijakan imigrasi, seperti Dream Act yang memungkinkan mahasiswa imigran bisa mempunyai izin tinggal (foto: Dok).
Kemenangan kembali Obama sebagai presiden Amerika memberi harapan kepada para imigran gelap di Los Angeles mengenai perombakan kebijakan imigrasi, seperti Dream Act yang memungkinkan mahasiswa imigran bisa mempunyai izin tinggal (foto: Dok).
Elizabeth Lee
Meskipun tampak seperti hari kerja biasa di Los Angeles, kini masa depan lebih cerah bagi imigran dan pelajar asal Filipina, Justin DeToro.
 
Ia mengatakan, “Biaya kuliah naik, jadi saya khawatir dengan masa depan saya. Tetapi,  dengan terpilihnya kembali Obama sebagai presiden harapan saya lebih besar.”
 
DeToro seperti banyak imigran di Los Angeles adalah pendatang gelap. Para imigran ini tidak bisa mendapat bantuan keuangan federal untuk kuliah dan tidak bisa bekerja secara sah. Mereka mendukung Presiden Obama dan berharap ia akan merombak kebijakan imigrasi selama empat tahun ke depan.
 
Imigran lainnya, Sarah Martinez, mengatakan, “Saya berharap ia meloloskan “Dream Act,” sehingga seluruh mahasiswa imigran kini bisa mempunyai izin tinggal.”
 
Meskipun imigrasi menjadi isu penting bagi warga Hispanik, Martinez dan banyak imigran dari negara-negara lain setuju mengenai apa yang harus menjadi agenda utama Presiden Obama.
 
“Yang pertama adalah ekonomi. Saya rasa ia perlu membenahi perekonomian,” ujar Martinez lagi.
 
Imigran lainnya, Judi Kang, mengatakan, “Saya tahu akan sulit, tetapi saya harap akan ada kemajuan.”
 
Peter Wang memilih Mitt Romney.
 
“Saya menginginkan perubahan setelah empat tahun. Untuk mulai memimpin Amerika dari sudut pandang lainnya,” ujarnya.
 
Tetapi. Wang mengatakan tidak terlampau kecewa calonnya tidak memenangkan pemilu. Ia bisa melihat keuntungan Obama menjadi presiden, khususnya di panggung dunia.
 
“Ia adalah presiden kulit hitam pertama. Jadi, dari sudut pandang ras, dunia bisa melihat bahwa Amerika benar-benar negara yang demokratis. Apakah berkulit putih atau hitam, mereka semua bisa menjadi presiden sepanjang mereka mendapat dukungan rakyat,” katanya lagi.
 
Presiden Obama  akan mempunyai waktu empat tahun lagi untuk melaksanakan kebijakan yang diharapkan banyak warga dan imigran akan membuat Amerika menjadi tempat yang lebih baik bagi mereka dan anak-anak mereka.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Obama, Netanyahu dan Aktivisi
X
02.10.2014
Dari Sidang Umum PBB di New York, sebelum kembali ke Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mampir ke Washington DC untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Obama. Kedatangannya disambut protes oleh sejumlah aktivis anti Israel. Selengkapnya simak liputan Tim VOA .
Video

Video Obama, Netanyahu dan Aktivis

Dari Sidang Umum PBB di New York, sebelum kembali ke Israel, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mampir ke Washington DC untuk melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Obama. Kedatangannya disambut protes oleh sejumlah aktivis anti Israel. Selengkapnya simak liputan Tim VOA .
Video

Video Kilas VOA 2 Oktober 2014

Penanganan pasien pertama yang didiagnosa terjangkit Ebola di AS. Pertemuan pemenang Nobel Perdamaian di Afsel batal, karena peserta memboikot Afsel yang tolak visa Dalai Lama. Aksi demo solidaritas warga Taiwan terhadap demo Hong Kong. Lelang kostum dan prop film di London senilai £1 juta
Video

Video Ghanaru Tranggono, Mahasiswa Indonesia di Berklee College of Music, Boston (3)

Bagaimana peran digital dan sosial media dalam perkembangan musik dan karir musisi? Simak bincang-bincang Ribka Gemilangsari dan Ghanaru Tranggono, Mahasiswa Indonesia di Berklee College of Music, Boston dalam segmen ini.
Video

Video Ghanaru Tranggono, Mahasiswa Indonesia di Berklee College of Music, Boston (2)

Masih bersama Ribha Gemilangsari dalam VOA Pop News. Simak siapa saja musisi yang dikagumi oleh Ghanaru Tranggono dan menjadi kiblatnya dalam bermusik. Ghan, mahasiswa Indonesia di AS masih menekuni kuliahnya di universitas musik bergengsi di AS, Berklee College of Music, Boston.
Video

Video Ghanaru Tranggono, Mahasiswa Indonesia di Berklee College of Music, Boston (1)

VOA Pop News kali ini menghadirkan Ghanaru Tranggono, mahasiswa yang sekarang belajar musik di universitas musik ternama, Berklee College of Music di Boston, MA. Simak pengalaman Ghanaru belajar di Amerika bersama Ribka Gemilangsari berikut ini.
 Aktivitas di Facebook