Rabu, 01 April 2015 Waktu: 05:00

Berita / AS / Pemilu AS

Reaksi Imigran di Los Angeles atas Kemenangan Obama Beragam

Daerah-daerah imigran di seluruh Los Angeles menunjukkan beragam reaksi atas kemenangan kembali Presiden Obama dalam pilpres 6 November lalu.

Kemenangan kembali Obama sebagai presiden Amerika memberi harapan kepada para imigran gelap di Los Angeles mengenai perombakan kebijakan imigrasi, seperti Dream Act yang memungkinkan mahasiswa imigran bisa mempunyai izin tinggal (foto: Dok).
Kemenangan kembali Obama sebagai presiden Amerika memberi harapan kepada para imigran gelap di Los Angeles mengenai perombakan kebijakan imigrasi, seperti Dream Act yang memungkinkan mahasiswa imigran bisa mempunyai izin tinggal (foto: Dok).
Elizabeth Lee
Meskipun tampak seperti hari kerja biasa di Los Angeles, kini masa depan lebih cerah bagi imigran dan pelajar asal Filipina, Justin DeToro.
 
Ia mengatakan, “Biaya kuliah naik, jadi saya khawatir dengan masa depan saya. Tetapi,  dengan terpilihnya kembali Obama sebagai presiden harapan saya lebih besar.”
 
DeToro seperti banyak imigran di Los Angeles adalah pendatang gelap. Para imigran ini tidak bisa mendapat bantuan keuangan federal untuk kuliah dan tidak bisa bekerja secara sah. Mereka mendukung Presiden Obama dan berharap ia akan merombak kebijakan imigrasi selama empat tahun ke depan.
 
Imigran lainnya, Sarah Martinez, mengatakan, “Saya berharap ia meloloskan “Dream Act,” sehingga seluruh mahasiswa imigran kini bisa mempunyai izin tinggal.”
 
Meskipun imigrasi menjadi isu penting bagi warga Hispanik, Martinez dan banyak imigran dari negara-negara lain setuju mengenai apa yang harus menjadi agenda utama Presiden Obama.
 
“Yang pertama adalah ekonomi. Saya rasa ia perlu membenahi perekonomian,” ujar Martinez lagi.
 
Imigran lainnya, Judi Kang, mengatakan, “Saya tahu akan sulit, tetapi saya harap akan ada kemajuan.”
 
Peter Wang memilih Mitt Romney.
 
“Saya menginginkan perubahan setelah empat tahun. Untuk mulai memimpin Amerika dari sudut pandang lainnya,” ujarnya.
 
Tetapi. Wang mengatakan tidak terlampau kecewa calonnya tidak memenangkan pemilu. Ia bisa melihat keuntungan Obama menjadi presiden, khususnya di panggung dunia.
 
“Ia adalah presiden kulit hitam pertama. Jadi, dari sudut pandang ras, dunia bisa melihat bahwa Amerika benar-benar negara yang demokratis. Apakah berkulit putih atau hitam, mereka semua bisa menjadi presiden sepanjang mereka mendapat dukungan rakyat,” katanya lagi.
 
Presiden Obama  akan mempunyai waktu empat tahun lagi untuk melaksanakan kebijakan yang diharapkan banyak warga dan imigran akan membuat Amerika menjadi tempat yang lebih baik bagi mereka dan anak-anak mereka.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Kilas VOA 1 April 2015i
X
Nova Poerwadi
31.03.2015
Kandidat oposisi Muhammadu Buhari menang pilpres Nigeria. Pertempuran berlanjut di Tikrit melawan anggota kelompok ISIS. Demo peternak susu menolak pencabutan kuota produksi Uni Eropa. Konser rock di 'Gigloo', ruang konser berbentuk igloo raksasa.
Video

Video Kilas VOA 1 April 2015

Kandidat oposisi Muhammadu Buhari menang pilpres Nigeria. Pertempuran berlanjut di Tikrit melawan anggota kelompok ISIS. Demo peternak susu menolak pencabutan kuota produksi Uni Eropa. Konser rock di 'Gigloo', ruang konser berbentuk igloo raksasa.
Galeri Foto

Galeri Foto 31 Maret 2015

Video

Video Konferensi Pengembang Facebook

Konferensi pengembang Facebook di San Francisco membuahkan sejumlah inovasi, diantaranya memperkaya aplikasi Messenger dengan sejumlah fitur baru seperti fasilitas pengiriman uang dan fitur video 3D. Selengkapnya ikuti laporan Patsy Widakuswara dan Supriyono dalam Apa Kabar Amerika berikut ini.
Video

Video Investasi Minyak 'Shale' Terhambat Rendahnya Harga Minyak Dunia

Teknologi pengeboran minyak secara hidrolis pada sedimen batuan yang dikenal sebagai teknologi "fracking" makin marak di AS. Masalahnya investasi untuk pengeboran ini mahal sehingga minyak yang didapat dari lapisan "shale" itu bisa menguntungkan apabila harga minyak dunia naik kembali.
Video

Video Kontroversi Kebebasan Beragama dan Diskriminasi di Indiana

Isu diskriminasi dan kebebasan beragama kembali mencuat di Amerika. Kali ini, yang disorot adalah negara bagian Indiana yang baru saja mensahkan UU Kebebasan Beragama yang dinilai dapat memicu terjadinya diskriminasi bagi kaum homoseksual. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
 Aktivitas di Facebook