Kamis, 23 Oktober 2014 Waktu UTC: 03:46

Berita / AS / Pemilu AS

Reaksi Imigran di Los Angeles atas Kemenangan Obama Beragam

Daerah-daerah imigran di seluruh Los Angeles menunjukkan beragam reaksi atas kemenangan kembali Presiden Obama dalam pilpres 6 November lalu.

Kemenangan kembali Obama sebagai presiden Amerika memberi harapan kepada para imigran gelap di Los Angeles mengenai perombakan kebijakan imigrasi, seperti Dream Act yang memungkinkan mahasiswa imigran bisa mempunyai izin tinggal (foto: Dok).
Kemenangan kembali Obama sebagai presiden Amerika memberi harapan kepada para imigran gelap di Los Angeles mengenai perombakan kebijakan imigrasi, seperti Dream Act yang memungkinkan mahasiswa imigran bisa mempunyai izin tinggal (foto: Dok).
Elizabeth Lee
Meskipun tampak seperti hari kerja biasa di Los Angeles, kini masa depan lebih cerah bagi imigran dan pelajar asal Filipina, Justin DeToro.
 
Ia mengatakan, “Biaya kuliah naik, jadi saya khawatir dengan masa depan saya. Tetapi,  dengan terpilihnya kembali Obama sebagai presiden harapan saya lebih besar.”
 
DeToro seperti banyak imigran di Los Angeles adalah pendatang gelap. Para imigran ini tidak bisa mendapat bantuan keuangan federal untuk kuliah dan tidak bisa bekerja secara sah. Mereka mendukung Presiden Obama dan berharap ia akan merombak kebijakan imigrasi selama empat tahun ke depan.
 
Imigran lainnya, Sarah Martinez, mengatakan, “Saya berharap ia meloloskan “Dream Act,” sehingga seluruh mahasiswa imigran kini bisa mempunyai izin tinggal.”
 
Meskipun imigrasi menjadi isu penting bagi warga Hispanik, Martinez dan banyak imigran dari negara-negara lain setuju mengenai apa yang harus menjadi agenda utama Presiden Obama.
 
“Yang pertama adalah ekonomi. Saya rasa ia perlu membenahi perekonomian,” ujar Martinez lagi.
 
Imigran lainnya, Judi Kang, mengatakan, “Saya tahu akan sulit, tetapi saya harap akan ada kemajuan.”
 
Peter Wang memilih Mitt Romney.
 
“Saya menginginkan perubahan setelah empat tahun. Untuk mulai memimpin Amerika dari sudut pandang lainnya,” ujarnya.
 
Tetapi. Wang mengatakan tidak terlampau kecewa calonnya tidak memenangkan pemilu. Ia bisa melihat keuntungan Obama menjadi presiden, khususnya di panggung dunia.
 
“Ia adalah presiden kulit hitam pertama. Jadi, dari sudut pandang ras, dunia bisa melihat bahwa Amerika benar-benar negara yang demokratis. Apakah berkulit putih atau hitam, mereka semua bisa menjadi presiden sepanjang mereka mendapat dukungan rakyat,” katanya lagi.
 
Presiden Obama  akan mempunyai waktu empat tahun lagi untuk melaksanakan kebijakan yang diharapkan banyak warga dan imigran akan membuat Amerika menjadi tempat yang lebih baik bagi mereka dan anak-anak mereka.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
VOA Pop News Eps 17i
X
23.10.2014
Ian Umar dan Debbie Sumual Patlis kembali menemani Anda dalam VOA Pop News. Kali ini akan menampilkan keriaan warga Washington DC saat nobar pelantikan Presiden Jokowi, dan profil warga Indonesia yang berkerja di Disney World, Gyscha Rendy. Simak juga "Hollywood Buzz" bersama Vina Mubtadi.
Video

Video VOA Pop News Eps 17

Ian Umar dan Debbie Sumual Patlis kembali menemani Anda dalam VOA Pop News. Kali ini akan menampilkan keriaan warga Washington DC saat nobar pelantikan Presiden Jokowi, dan profil warga Indonesia yang berkerja di Disney World, Gyscha Rendy. Simak juga "Hollywood Buzz" bersama Vina Mubtadi.
Video

Video Jokowi -JK Perlu Bentuk Pemerintahan Yang Profesional

Hiruk pikuk transisi demokrasi telah usai, kini pasangan Jokowi-JK resmi menjadi pemimpin negara dan mengemban amanah rakyat. Namun menurut sejumlah pengamat, Presiden Jokowi akan menghadapi tantangan yang besar.
Video

Video Sunday Drum Circle, Tradisi Taman Ibukota AS

Washington DC bias dikenal sebagai ibukota AS, kota yang dekat dengan kekuasaan. Namun ada satu acara komunitas yang tak banyak diketahui orang, kecuali warga setempat, diantaranya "Sunday Drum Circle:. Simak dalam Laporan VOA berikut ini bersama Patsy Widakuswara.
Video

Video Kilas VOA 23 Oktober 2014

Aksi penembakan di gedung parlemen Kanada. Parlemen Kurdi Irak setuju mengirim bala bantuan bagi pasukan Kurdi di Kobani, Suriah. Burkina Faso mempertimbangkan penghapusan pembatasan masa jabatan presiden. Kontroversi bar bermenu serba Vladimir Putin di Kyrgyzstan.
Video

Video Layar Ponsel Makin Lebar, Penjualan Tablet Turun - VOA untuk Dunia Tekno

Data penjualan elektronik terbaru menunjukkan, penjualan tablet cenderung turun. Selain mahalnya tablet yang membuat orang sulit melepas iPad atau Galaxy Tab lama, smartphone berlayar sekitar lima inci juga membuat sebagian konsumen tak lagi membutuhkan tablet. Selengkapnya dilaporkan tim VOA.
 Aktivitas di Facebook