Tautan-tautan Akses

Rakyat Iran Marah Atas Penanganan Insiden Maut Ibadah Haji


Jemaah haji dan tim penyelamat berkumpul di sekitar korban terinjak-injak di Mina, Arab Saudi, Kamis, 24 September 2015.
Jemaah haji dan tim penyelamat berkumpul di sekitar korban terinjak-injak di Mina, Arab Saudi, Kamis, 24 September 2015.

Iran, yang jemaah hajinya paling banyak menjadi korban insiden terinjak-injak di Mina, menuntut penyelidikan menyeluruh oleh Arab Saudi dan membantu jemaah Iran yang terimbas musibah itu. Insiden di dekat Mekkah itu menewaskan sedikitnya 717 orang.

Demonstrasi massal terjadi di berbagai penjuru Iran hari Jumat (25/9). Para demonstran mencela cara Arab Saudi menangani kecelakaan di tengah-tengah ibadah haji hari Kamis. Selain korban tewas yang sangat banyak, lebih dari 900 orang lain yang terperangkap insiden itu luka-luka.

Pihak berwenang di Iran menyatakan sedikitnya 131 warga Iran tewas dalam insiden di Mina, di pinggiran kota suci Mekkah. Ini merupakan jumlah korban terbanyak dibandingkan dengan yang dialami negara-negara lainnya. Delapan puluh lima orang Iran lainnya termasuk yang luka-luka, dan beberapa lainnya masih hilang.

Media Maroko melaporkan 87 warga negara itu tewas. Beberapa negara Afrika dan Afrika Utara mengukuhkan beberapa warga mereka termasuk di antara korban tewas. Negara-negara lain yang warganya menjadi korban antara lain India, Indonesia, Pakistan dan Belanda.

Menteri Dalam Negeri Iran Abdolreza Rahmani Fazli menyerukan investigasi menyeluruh terhadap peristiwa tersebut dan menuntut upaya-upaya bantuan terpadu. Dalam sepucuk surat kepada Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, Mohammed bin Nayef, hari Jumat, Rahmani Fazli menulis, “Sebagai menteri dalam negeri Iran, saya meminta Anda agar memerintahkan para pejabat haji Saudi terkait untuk melakukan upaya terbaik dalam bekerjasama dengan petugas bantuan Iran yang ditempatkan di Mekkah dan Mina, dan agar mengatur urusan para jemaah Iran dengan cepat.” [uh/dw]

XS
SM
MD
LG