Sabtu, 20 Desember 2014 Waktu: 01:08

Banten Antisipasi Lonjakan Arus Mudik di Pelabuhan Merak

Sampai Minggu dini hari (28/8) situasi arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten dipadati pemudik, terutama yang berkendaraan pribadi, sepeda motor, mobil dan bus penumpang.

Antrian kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Merak pada akhir pekan terakhir sebelum Lebaran (27/8).
Antrian kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Merak pada akhir pekan terakhir sebelum Lebaran (27/8).
Budi Nahaba

Pihak kepolisian terutama yang bertugas di wilayah pintu masuk pelabuhan penyeberangan Merak, Provinsi Banten mengatakan telah mengantisipasi lonjakan arus mudik dini Minggu dini hari (28/8) atau H minus dua (H -2). Langkah antisipasi itu dilakukan dengan membagi jalur khusus bagi pengendara mobil pribadi dan bus umum yang akan menyeberang ke Sumatera dengan menggunakan kapal penyeberangan jenis Roro milik ASDP (Angkutan Darat dan Penyeberangan-PT Persero).

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Cilegon Ajun Komisaris (AKP) Adi Wiyono memantau dari dekat situasi di pelabuhan penyeberangan Merak, Provinsi Banten, mengatakan, “Malam ini didominasi oleh bis dan kenderaan pribadi. Berbeda dengan tadi malam yang mendominasi adalah kenderaan roda dua."

Antrian bus sempat terjadi di sekitar pelabuhan, namun pengemudi cukup sabar menanti giliran bis mereka naik ke atas kapal. “Para pengemudi, terutama  bus, mereka  cukup sabar, mereka lebih mengerti dengan keadaan seperti ini. Keadaan antrian sangat dimaklumkan pada saat mudik ini dilaksanakan”, demikian ungkap Kasatlantas AKP Adi Wiyono

Lebih lanjut AKP Adi Wiyono mengatakan, untuk mengatasi antrian panjang, pihak pelabuhan dan petugas gabungan telah menyediakan lajur-lajur tambahan, membentuk  kantung-kantung parkir sepanjang 2 (dua) kilometer, agar tidak menimbulkan penumpukan kenderaan terutama bus dan kenderaan pribadi roda empat.

Reporter jaringan media lokal di Banten Iwan mengatakan, ia tengah berada di dermaga V (lima) Pelabuhan Merak dan menyaksikan puluhan petugas mengatur ketertiban para pengemudi, termasuk para pengendara sepeda motor agar lebih tertib mengantri. “Saat ini ada baru bersandar kapal Ferry Jatra seluruh pengemudi untuk tetap bersabar, khususnya pengemudi bis dari berbagai perusahaan angkutan (PO) dan kenderaan pribadi roda empat serta  roda dua, agar tidak berebut masuk menyodok ke pintu palka di setiap kapal Ferry”, jelas Iwan.

RIbuan pengendara sepeda motor memadati Pelabuhan Merak (27/8).
RIbuan pengendara sepeda motor memadati Pelabuhan Merak (27/8).

Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono, Sabtu pagi, melakukan kunjungan kerja ke pelauhan penyeberangan terpadat di Indonesia itu. Pelabuhan Merak dan Bakauheni di Sumatera, merupakan jalur transportasi utama yang menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera.

Kapolri Jenderal Timur Pradopo menyarankan kepada para petugas Pelabuhan Merak agar memprioritaskan pemudik yang menggunakan sepeda motor untuk menyeberang.

Data ASDP, sampai Sabtu jumlah penumpang yang menyeberang di Pelabuhan Merak mencapai sekitar 100 ribu pemudik. Sekitar 13 ribu pemudik dengan motor dan sekitar 7000 lebih pemudik dengan kenderaan roda empat. Pada puncak mudik tahun 2010 lalu (H-3), jumlah pemudik 113 ribu penumpang, 18 ribu sepeda motor dan sekitar 11 ribu mobil.

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry menyatakan mereka telah menyiapkan lebih 40 kapal Ro-Ro lintas Merak-Bakauheni untuk musim angkutan Lebaran tahun ini.

Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda