Rabu, 01 Oktober 2014 Waktu UTC: 18:17

Berita / Dunia / Afrika

Puluhan Imigran Dikhawatirkan Tewas di Lepas Pantai Somalia

Para pejabat mengatakan sedikitnya 18 imigran Afrika timur dikhawatirkan tewas di perairan lepas pantai Somalia dan puluhan lagi hilang.

Para imigran Ethiopia di Bossaso, kota semi-otonomi wilayah Puntland menunggu diberangkatkan ke Yaman. Kota ini merupakan tempat pemberangkatan untuk melintasi teluk Aden menuju Yaman (Foto: dok). Sedikitnya 18 imigran Afrika Timur dikhawatirkan tewas saat sebuah kapal yang mengangkut 60 imigran karam di lepas pantai kota ini, Selasa (18/12).
Para imigran Ethiopia di Bossaso, kota semi-otonomi wilayah Puntland menunggu diberangkatkan ke Yaman. Kota ini merupakan tempat pemberangkatan untuk melintasi teluk Aden menuju Yaman (Foto: dok). Sedikitnya 18 imigran Afrika Timur dikhawatirkan tewas saat sebuah kapal yang mengangkut 60 imigran karam di lepas pantai kota ini, Selasa (18/12).
Polisi di kawasan Puntland Somalia memberi tahu VOA kapal yang mengangkut  sekurangnya 60 imigran karam di lepas pantai kota Bosaso, Selasa pagi.

Pejabat-pejabat kesehatan Puntland mengatakan 18 jenazah ditemukan dan hampir 40 imigran lainnya hilang. Polisi mengatakan lima orang  yang semuanya laki-laki berenang mencari selamat.

Seorang saksi mata memberitahu VOA jumlah imigran di kapal itu hampir 120 orang. Saksi itu juga mengatakan banyak imigran di lempar ke laut oleh penyelundup yang mengoperasikan kapal itu.

Wakil Menteri Kesehatan Puntland, Seinab Ugas Yasin mengatakan sebagian besar penumpang berasal dari kawasan Oromo, Ethiopia.

Ribuan warga Somalia dan Ethiopia berusaha menyeberangi Teluk Aden setiap tahun dengan harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik. Organisasi-organisasi HAM mengatakan para penyelundup yang menangani pelayaran itu sering bertindak brutal dan mendorong orang ke laut yang terlalu jauh di lepas pantai.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook