Minggu, 21 September 2014 Waktu UTC: 14:08

Berita / Dunia / Asia Pasifik

PRT Filipina Naik Banding untuk Hak Menetap di Hong Kong

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Filipina telah mengajukan permohonan menjadi penduduk tetap ke pengadilan tertinggi Hong Kong.

Seorang pembantu rumah tangga asing menggendong seorang anak dan menggandeng anak lainnya di luar sebuah sekolah di Hong Kong, 26 February 2013.(REUTERS/Bobby Yip). Seorang PRT Filipina berjuang untuk memperoleh ijin menetap di Hong Kong dengan mengajukan argumentasi ke Mahkamah Agung Tertinngi wilayah itu, Selasa (26/1).
Seorang pembantu rumah tangga asing menggendong seorang anak dan menggandeng anak lainnya di luar sebuah sekolah di Hong Kong, 26 February 2013.(REUTERS/Bobby Yip). Seorang PRT Filipina berjuang untuk memperoleh ijin menetap di Hong Kong dengan mengajukan argumentasi ke Mahkamah Agung Tertinngi wilayah itu, Selasa (26/1).
Para pengacara Evangline Banao Vallejos mengajukan argumentasi ke Mahkamah Tertinggi hari Selasa (25/2). Tim kuasa hukumnya diberi izin tahun lalu untuk naik banding atas penolakan pengadilan rendah akan permohonannya.

Vallejos bersama seorang lagi warga Filipina berusaha memperoleh keputusan bersejarah yang  hendak memungkinkan ribuan pembantu rumah tangga asing lain  untuk menetap di pusat keuangan Tiongkok selatan itu.

Dewan beranggota lima hakim akan memutuskan apakah undang-undang imigrasi tidak sesuai dengan undang-undang dasar Hong Kong.

Penduduk asing boleh melamar untuk menjadi penduduk tetap di Hong Kong setelah tujuh tahun, tetapi hampir 300 ribu pembantu rumah tangga asing kota itu dikecualikan.  Keputusan mahkamah diperkirakan akan diambil setelah beberapa minggu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook