Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 18:57

Berita / Dunia / Asia Pasifik

PRT Filipina Naik Banding untuk Hak Menetap di Hong Kong

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Filipina telah mengajukan permohonan menjadi penduduk tetap ke pengadilan tertinggi Hong Kong.

Seorang pembantu rumah tangga asing menggendong seorang anak dan menggandeng anak lainnya di luar sebuah sekolah di Hong Kong, 26 February 2013.(REUTERS/Bobby Yip). Seorang PRT Filipina berjuang untuk memperoleh ijin menetap di Hong Kong dengan mengajukan argumentasi ke Mahkamah Agung Tertinngi wilayah itu, Selasa (26/1).
Seorang pembantu rumah tangga asing menggendong seorang anak dan menggandeng anak lainnya di luar sebuah sekolah di Hong Kong, 26 February 2013.(REUTERS/Bobby Yip). Seorang PRT Filipina berjuang untuk memperoleh ijin menetap di Hong Kong dengan mengajukan argumentasi ke Mahkamah Agung Tertinngi wilayah itu, Selasa (26/1).
UKURAN HURUF - +
Para pengacara Evangline Banao Vallejos mengajukan argumentasi ke Mahkamah Tertinggi hari Selasa (25/2). Tim kuasa hukumnya diberi izin tahun lalu untuk naik banding atas penolakan pengadilan rendah akan permohonannya.

Vallejos bersama seorang lagi warga Filipina berusaha memperoleh keputusan bersejarah yang  hendak memungkinkan ribuan pembantu rumah tangga asing lain  untuk menetap di pusat keuangan Tiongkok selatan itu.

Dewan beranggota lima hakim akan memutuskan apakah undang-undang imigrasi tidak sesuai dengan undang-undang dasar Hong Kong.

Penduduk asing boleh melamar untuk menjadi penduduk tetap di Hong Kong setelah tujuh tahun, tetapi hampir 300 ribu pembantu rumah tangga asing kota itu dikecualikan.  Keputusan mahkamah diperkirakan akan diambil setelah beberapa minggu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya