Kamis, 24 Juli 2014 Waktu UTC: 19:20

Berita / Dunia / Timur Tengah

Protes Kenaikan Harga BBM Picu Bentrokan Warga Yordania

Protes anti kenaikan harga BBM memicu bentrokan antara pendukung Raja Yordania Abdullah dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah di Amman, ibukota Yordania, Jumat (16/11).

Yordania yang selama ini relatif tidak terkena imbas gelombang penggulingan kekuasaan 'Arab Spring', sejak Selasa lalu mulai bergolak akibat protes naiknya harga BBM. Para pendukung Raja Abdullah bentrok dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah di ibukota Yordania, Amman, Jum'at (16/11).
Yordania yang selama ini relatif tidak terkena imbas gelombang penggulingan kekuasaan 'Arab Spring', sejak Selasa lalu mulai bergolak akibat protes naiknya harga BBM. Para pendukung Raja Abdullah bentrok dengan pengunjuk rasa anti-pemerintah di ibukota Yordania, Amman, Jum'at (16/11).
Polisi Yordania bergerak setelah kelompok pengunjuk rasa anti-pemerintah menyerang pendukung raja di dekat alun-alun Wasfi al-Tal, Amman. Sedikitnya satu orang tewas dan puluhan luka-luka dalam bentrokan Jum'at (16/11) tersebut.

Sejak Selasa, polisi berusaha mengendalikan ribuan pengunjuk rasa yang memprotes kenaikan harga BBM untuk memasak dan memanaskan rumah. 

Selama ini Jordania tidak terkena imbas gelombang pemberontakan yang berhasil menggulingkan penguasa di Mesir, Libya, Yaman dan Tunisia. Namun kebijakan pemerintah mengurangi subsidi BBM hari Selasa melepaskan gelombang kemarahan yang terpendam, dengan merebaknya pemogokan dan aksi protes yang terjadi di seantero negeri itu.

Ribuan pengunjuk rasa yang berkumpul di depan masjid besar Amman hari Jumat (16/11) melancarkan aksi protes menentang kerajaan di ibukota. Para pengunjuk rasa tersebut mengeluarkan seruan revolusi dan menuntut Raja Abdullah untuk melakukan reformasi atau mundur.

Salah satu di antara demonstran yang memadati pusat kota Amman hari Jumat lalu adalah Abdelrahman Khwasawneh, aktivis dari Front Aksi Islamis, cabang  politik Ikhwanul Muslimin. Menurut Abdelrahman, terlalu banyak tekanan akan menyebabkan ledakan. Itu dimulai dari inflasi di Tunisia, meluas hingga ke Mesir dan Suriah.

Bagi sebagian demonstran, ketakutan akan kekacauan dan keterpurukan ekonomi lebih lanjut seperti yang telah menyertai revolusi di berbagai bagian lain dunia, membuat mereka cemas akan dampak revolusi yang tengah terjadi saat ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook