Kamis, 26 Mei 2016 Waktu: 17:38

    Berita / AS

    Proposal Gedung Putih Tawarkan Jalur Jadi Penduduk Resmi AS

    Gedung Putih tengah merancang proposal imigrasi yang kelak akan mengijinkan imigran gelap menjadi penduduk resmi dalam waktu delapan tahun.

    Gedung Putih tengah merancang proposal imigrasi yang kelak akan mengijinkan imigran gelap menjadi penduduk resmi dalam waktu delapan tahun (Foto: dok).
    Gedung Putih tengah merancang proposal imigrasi yang kelak akan mengijinkan imigran gelap menjadi penduduk resmi dalam waktu delapan tahun (Foto: dok).
    Harian USA Today, Sabtu malam (16/2) melaporkan berdasarkan proposal imigrasi tersebut agar ke-11 juta imigran gelap di Amerika dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh visa. Visa yang baru akan dibuat ini diberi nama “Lawful Prospective Immigrant”. Apabila disetujui, para imigran ini dapat mendaftar untuk status hukum serupa bagi pasangan atau anak mereka yang hidup di luar Amerika.

    Suratkabar itu mengatakan, menurut proposal rancangan Gedung Putih itu, imigran gelap harus lolos pemeriksaan latar belakang kriminal, menyerahkan informasi biometrik dan membayar biaya untuk mendapat visa baru itu. Jika disetujui, mereka akan diijinkan tinggal resmi di Amerika selama empat tahun, bekerja dan juga keluar negeri untuk waktu singkat. Setelah empat tahun, mereka bisa mendaftar untuk perpanjangan visa.

    Imigran bisa mendaftar menjadi penduduk tetap dalam waktu delapan tahun jika mereka belajar bahasa Inggris, belajar sejarah dan pemerintahan Amerika dan membayar hutang pajak sebelumnya. Orang-orang yang sedang dalam proses deportasi juga dibolehkan mengajukan permohonan visa baru itu.

    Lihat Juga

    Lippo Akan Bangun Kawasan Industri dengan Perusahaan China

    Perusahaan-perusahaan China telah meningkatkan investasi mereka di Indonesia, terutama dalam sektor infrastruktur. Selengkapnya

    Rusia Tuduh Turki Beri ISIS Komponen Bom Rakitan

    Perusahaan Turki memasok tepung aluminium, amonium nitrat, hidrogen peroksida serta barang lain yang diproduksi oleh Turki dan perusahaan asing kepada ISIS. Selengkapnya

    Utusan PBB: Penduduk Palestina di Gaza Semakin Putus Asa

    Peningkatan terbesar kekerasan di Gaza sejak tahun 2014 terjadi bulan Mei, dan kekerasan itu mengancam gencatan senjata sekarang. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Urutan Komentar
    Komentar-komentar
         
    oleh: syammy rochman dari: indonesia
    20.02.2013 17:14
    kira-kira ada apa ya......pemerintah Obama begitu concern...

    Ikuti Kami