Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 03:06

Berita / AS

Proposal Gedung Putih Tawarkan Jalur Jadi Penduduk Resmi AS

Gedung Putih tengah merancang proposal imigrasi yang kelak akan mengijinkan imigran gelap menjadi penduduk resmi dalam waktu delapan tahun.

Gedung Putih tengah merancang proposal imigrasi yang kelak akan mengijinkan imigran gelap menjadi penduduk resmi dalam waktu delapan tahun (Foto: dok).
Gedung Putih tengah merancang proposal imigrasi yang kelak akan mengijinkan imigran gelap menjadi penduduk resmi dalam waktu delapan tahun (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Harian USA Today, Sabtu malam (16/2) melaporkan berdasarkan proposal imigrasi tersebut agar ke-11 juta imigran gelap di Amerika dapat mendaftarkan diri untuk memperoleh visa. Visa yang baru akan dibuat ini diberi nama “Lawful Prospective Immigrant”. Apabila disetujui, para imigran ini dapat mendaftar untuk status hukum serupa bagi pasangan atau anak mereka yang hidup di luar Amerika.

Suratkabar itu mengatakan, menurut proposal rancangan Gedung Putih itu, imigran gelap harus lolos pemeriksaan latar belakang kriminal, menyerahkan informasi biometrik dan membayar biaya untuk mendapat visa baru itu. Jika disetujui, mereka akan diijinkan tinggal resmi di Amerika selama empat tahun, bekerja dan juga keluar negeri untuk waktu singkat. Setelah empat tahun, mereka bisa mendaftar untuk perpanjangan visa.

Imigran bisa mendaftar menjadi penduduk tetap dalam waktu delapan tahun jika mereka belajar bahasa Inggris, belajar sejarah dan pemerintahan Amerika dan membayar hutang pajak sebelumnya. Orang-orang yang sedang dalam proses deportasi juga dibolehkan mengajukan permohonan visa baru itu.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: syammy rochman dari: indonesia
20.02.2013 05:14
kira-kira ada apa ya......pemerintah Obama begitu concern...

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya