Kamis, 20 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 07:52

Berita / Indonesia

Produsen Kertas Raksasa Janji Hentikan Penebangan Hutan Indonesia

Asia Pulp & Paper Group berkomitmen menghentikan penebangan hutan di Indonesia, namun organisasi lingkungan ragu dengan komitmen yang pernah dilanggar sebelumnya itu.

Lebih dari tiga perempat wilayah Indonesia ditutupi oleh hutan hujan tropis 25 tahun yang lalu, namun setengahnya sudah hilang sekarang ini. (Foto: Ilustrasi)
Lebih dari tiga perempat wilayah Indonesia ditutupi oleh hutan hujan tropis 25 tahun yang lalu, namun setengahnya sudah hilang sekarang ini. (Foto: Ilustrasi)
UKURAN HURUF - +
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: retno widiastuti dari: Yogyakarta- Indonesia
06.02.2013 07:34
Jika APP berkomitmen untuk menghentikan penebangan kayu untuk pulp, lalu bahan apa penggantinya? kalau tidak salah untuk membuat 1 ton kertas diperlukan 13 batang besar kayu, kalau produk APP 9 juta ton/tahun = 13 x 9000.000 = 117.000.000 batang kayu per tahun diperlukan. Pengganti bahan berselulosa paling dekat dengan sifat kayu untuk pulp adalah bambu. Masalahnya untuk pabrikasi pulp butuh bambu sangat banyak, sehingga lahan yang dibutuhkan sangat luas, maukah para petinggi berkomitmen mengurangi carbon? bambu jelas menyerap carbon dioksida dan menghasilkan oksigen lebih banyak daripada kayu, cepat tumbuh (4-5 tahun) mulai bisa dipanen dan mampu bertahan selama lebih seratus tahun jika dipanen secara berkala, rebungnya enak dimakan atau untuk obat. Saya pikir ini sejalan dengan komitmen 14 kementerian untuk mengangkat bambu sebagai soko guru perekonomian. China sebagai negeri tirai bambu membangun hutannya lebih dari 20 tahun terakhir seluas 15 juta Ha untuk berbagi keperluan industri, termasuk pulp untuk rayon tekstil. Nach tunggu apa lagi


oleh: Arwin dari: Indonesia
06.02.2013 03:27
Bukan hanya janji tetapi perlu realitas dan implementasinya secara nyaata di lapangan.

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Opera Sabun di TV AS - Laporan VOA 20 Juni 2013

Topik ini adalah tentang berubahnya pola menonton pemirsa televisi di Amerika akibat banyaknya pilihan hiburan lain dan ketatnya persaingan antar program. Drama televisi atau opera sabun semakin menyusut penggemarnya sehingga banyak yang gulung tikar atau hampir punah. Sementara banyak pemirsa lebih menyukai reality show dan ajang adu bakat, dan hal ini juga disukai pengelola televisi karena biaya produksinya lebih murah.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Presiden AS Barack Obama bersama Presiden Jerman Joachim Gauck saat upacara penyambutan kehormatan di Schloss Bellevue, Berlin, Jerman.
  • Seorang pendeta membaptis seorang anak di danau  Novopyatigorsk dekat kota Pyatigorsk, Rusia  selatan.
  • Para anggota pasukan kehormatan China mempersiapkan diri bagi upacara penyambutan terhadap Presiden Vietnam Truong Tan Sang di luar Balai Agung Rakyat di Beijing, China.
  • Seorang pria beristirahat di atas sebuah scooter bersama dengan ajingnya di Istanbul, Turki.
  • Larisa Katz berpose untuk media dengan topi yang terbuat dari cokelat pada hari kedua acara pacuan kuda Kerajaan di Ascot, Inggris.
  • Pasukan khusus anti-teror Irak dalam pakaian 'kamuflase' saat  latihan simulasi mengatasi pembajakan pesawat di bandara Baghdad.
  • Sebuah bola dunia raksasa yang dibuat dari tumpukan 35 ton sampah ditempatkan di pusat kota Jenewa, Swiss. Kota Jenewa tengah meluncurkan kampanye melawan sampah.
Lainnya