Selasa, 18 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 22:46

Berita / Dunia / Timur Tengah

Pria Mesir Mengaku Dipukuli Polisi dalam Aksi Protes di Kairo

Seorang lelaki Mesir mengaku bahwa ia dipukuli secara brutal oleh polisi dalam protes pekan lalu, suatu insiden yang memicu kemarahan nasional.

Polisi Mesir memukuli seorang demonstran dalam aksi protes anti pemerintah di Lapangan Tahrir, Kairo (foto: dok). Pemukulan demonstran oleh polisi memicu kemarahan nasional.
Polisi Mesir memukuli seorang demonstran dalam aksi protes anti pemerintah di Lapangan Tahrir, Kairo (foto: dok). Pemukulan demonstran oleh polisi memicu kemarahan nasional.
UKURAN HURUF - +
Insiden pemukulan yang ditayangkan langsung di televisi Mesir itu jelas memperlihatkan polisi yang mengenakan helm memukuli Hamada Saber dan menyeretnya tanpa busana sewaktu berlangsung protes anti pemerintah di Kairo hari Jumat lalu (1/2).

Saber sebelumnya menuduh sesama pengunjuk rasa lainnya yang memukulinya di luar istana kepresidenan, di mana mereka berkumpul untuk mengecam pemerintahan Presiden Mohamed Morsi yang dipimpin kalangan Islamis.

Tetapi ia mengubah ceritanya hari Minggu, dalam wawancara dengan sebuah jaringan televisi Mesir.

Kelompok-kelompok oposisi Mesir menuduh polisi menggunakan kekuatan berlebihan dalam menanggapi protes-protes di berbagai penjuru negara itu belakangan ini, yang menewaskan sekitar 60 orang.

Kantor presiden Morsi menyebut video itu “mengejutkan” dan kementerian dalam negeri Mesir, yang mengawasi kepolisian, memerintahkan penyidikan yang jarang dilakukan.
Para aktivis oposisi menuduh jaksa Mesir menekan Saber agar membebaskan polisi dari tuduhan pemukulan itu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya