Kamis, 20 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 06:31

Berita / Dunia / Afrika

Presiden Zimbabwe Umumkan Penyelenggaraan Referendum Konstitusi

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe mengumumkan penyelenggaraan referendum konstitusi baru tanggal 16 Maret.

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe ingin memastikan kehendak rakyat mengenai konstitusi, dan mengumumkan penyelenggaraan referendum konstitusi, 16 Maret mendatang  (Foto: dok).
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe ingin memastikan kehendak rakyat mengenai konstitusi, dan mengumumkan penyelenggaraan referendum konstitusi, 16 Maret mendatang (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Dalam pernyataan hari Jumat (15/2), Presiden Mugabe mengatakan ia ingin memastikan kehendak rakyat mengenai konstitusi.

Sebelumnya pekan ini, Perdana Menteri Morgan Tsvangirai dan Menteri Konstitusi Eric Matinenga mengumumkan bahwa pemilihan legislatif dan presiden akan dilangsungkan bulan Juli. Konstitusi yang diusulkan itu untuk pertamakalinya akan menetapkan pembatasan masa jabatan presiden.

Namun batas itu tidak akan berlaku surut sehingga Mugabe, yang sudah memimpin Zimbabwe sejak kemerdekaannya tahun 1980, dapat mencalonkan diri lagi. Presiden berumur 88 tahun itu telah mengisyaratkan akan mencalonkan diri.

Dewan Konstitusi Nasional telah mengatakan, akan menantang pelaksanaan referendum tanggal 16 Maret itu di pengadilan. Dewan yang terdiri dari kelompok-kelompok pro-demokrasi itu mengatakan, pemerintah perlu memberi waktu perdebatan paling tidak dua bulan sebelum referendum dilangsungkan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Opera Sabun di TV AS - Laporan VOA 20 Juni 2013

Topik ini adalah tentang berubahnya pola menonton pemirsa televisi di Amerika akibat banyaknya pilihan hiburan lain dan ketatnya persaingan antar program. Drama televisi atau opera sabun semakin menyusut penggemarnya sehingga banyak yang gulung tikar atau hampir punah. Sementara banyak pemirsa lebih menyukai reality show dan ajang adu bakat, dan hal ini juga disukai pengelola televisi karena biaya produksinya lebih murah.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Presiden AS Barack Obama bersama Presiden Jerman Joachim Gauck saat upacara penyambutan kehormatan di Schloss Bellevue, Berlin, Jerman.
  • Seorang pendeta membaptis seorang anak di danau  Novopyatigorsk dekat kota Pyatigorsk, Rusia  selatan.
  • Para anggota pasukan kehormatan China mempersiapkan diri bagi upacara penyambutan terhadap Presiden Vietnam Truong Tan Sang di luar Balai Agung Rakyat di Beijing, China.
  • Seorang pria beristirahat di atas sebuah scooter bersama dengan ajingnya di Istanbul, Turki.
  • Larisa Katz berpose untuk media dengan topi yang terbuat dari cokelat pada hari kedua acara pacuan kuda Kerajaan di Ascot, Inggris.
  • Pasukan khusus anti-teror Irak dalam pakaian 'kamuflase' saat  latihan simulasi mengatasi pembajakan pesawat di bandara Baghdad.
  • Sebuah bola dunia raksasa yang dibuat dari tumpukan 35 ton sampah ditempatkan di pusat kota Jenewa, Swiss. Kota Jenewa tengah meluncurkan kampanye melawan sampah.
Lainnya