Kamis, 30 Oktober 2014 Waktu UTC: 12:15

Berita / Indonesia

Presiden SBY Pimpin Upacara Peringatan HUT RI ke-68

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertindak sebagai inspektur upacara dalam upacara peringatan HUT RI ke-68 di Istana Merdeka Jakarta, 17 Agustus 2013.

Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka Jakarta dengan Inspektur upacara Presiden RI SBY (VOA/Andylala).
Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-68 di Istana Merdeka Jakarta dengan Inspektur upacara Presiden RI SBY (VOA/Andylala).
Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-68 pada 17 Agustus 2013 di Istana Merdeka Jakartadimulai tepat pukul 10:00 WIB ditandai dentuman meriam sebanyak 17 kali.

Presiden SBY didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono, beserta Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono berada di mimbar utama, sementara Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) Irman Gusman membacakan teks Proklamasi dalam upacara ini.

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-68 ini juga di warnai pameran udara satu skuadron pesawat tempur jenis F 16 dan Sukhoi yang melakukan manuver terbang rendah di kawasan silang monas Jakarta.

Dalam pidato kenegaraan yang disampaikan pada Jum’at (16/8) di gedung MPR/DPR/DPD Jakarta, Presiden mengajak masyarakat Indonesia untuk meneladani nilai-nilai kebangsaan dan semangat juang para pendiri bangsa Indonesia.

"Pada kesempatan yang istimewa ini, saya mengajak para hadirin untuk kembali merenungkan dan meneladani nilai-nilai kebangsaan dan semangat kejuangan yang diwariskan oleh para pendiri bangsa dan pejuang kemerdekaan. Mereka adalah sumber inspirasi dan kekuatan bagi kita untuk terus mewujudkan cita-cita proklamasi kemerdekaan," demikian pidato kenegaraan Presiden SBY.

Dalam pidato tersebut Presiden juga menekankan, meski proses transisi menuju demokrasi pasca gelombang reformasi telah dilalui, masih banyak pekerjaan rumah yang harus cepat diselesaikan. Diantaranya konsolidasi demokrasi, dan penguatan tata kelola pemerintahan.

Sementara itu Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Djoko Suyanto menegaskan, pekerjaan rumah bangsa Indonesia itu bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemerintah tetapi juga masyarakat.

"Refleksi kemerdekaan kita harus kita maknai bahwa kita mesti harus menyelesaikan pekerjan-pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Ada sukses, tetapi ada juga kekurangan-kekurangan. Kekurangan itulah yang menjadi menjadi tugas besar kita. Bukan hanya Pemerintah, tetapi juga tokoh-tokoh dan masyarakat tentunya," kata Menteri Djoko Suyanto.

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke 68 pada 17 Agustus 2013 di Istana Merdeka Jakarta selain dihadiri para menteri, pimpinan lembaga negara dan perwakilan negara sahabat, juga dihadiri oleh para purnawirawan TNI-Polri.

Marsekal Muda TNI Purnawirawan Beni Suparno mantan Kepala Pusat Survey dan Pemetaan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) tahun 1991 kepada VOA menyatakan pandangannya terkait masalah keamanan dan mental pejabat negara yang cenderung untuk korup dimasa kini, masih menjadi ganjalan pemerintah.

"Masalah-masalah yang sering muncul pasca reformasi aalah masalah keamaman. Kemudian masalah korupsi yang dulu belum terlihat, sekarang malah semakin membesar. Saya menyesalkan orang-orang yang seharusnya menjadi teladan atau icon bangsa tetapi malah jatuh pada hal-hal yang tidak bisa menjadi contoh lagi," kata Beni Suparno.

Beni Suparno juga menyoroti masalah perbatasan wilayah Indonesia yang kurang maksimal pengamanannya dari pemerintah. Menurut Beni, sudah saatnya Pemerintah membuat kembali pemetaan wilayah perbatasan khususnya pulau-pulau terluar.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: cici dari: [Pin It] Komentari p
19.08.2013 05:27
merdeka.......buat bangsa indonesia semoga dapat bersaing dengan bangsa maju
[Pin It]

Komentari forum ini

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook