Senin, 01 September 2014 Waktu UTC: 13:40

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

Presiden Rusia Usulkan Larangan Merokok di Tempat Umum

Para pakar tidak yakin apakah pemerintah Rusia bisa bertindak tegas jika peraturan pelarangan merokok dibuat menjadi undang-undang di negara itu.

Kampanye pelarangan merokok di tempat umum di Rusia yang dimotori Presiden Dmitry Medvedev tampaknya akan mendapatkan tantangan dari rakyatnya.
Kampanye pelarangan merokok di tempat umum di Rusia yang dimotori Presiden Dmitry Medvedev tampaknya akan mendapatkan tantangan dari rakyatnya.
Christopher Cruise
Ratusan ribu orang Rusia meninggal setiap tahunnya  akibat penyakit yang berhubungan dengan merokok. Rusia termasuk dalam salah satu negara dengan tingkat perokok  tertinggi di dunia.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa empat puluh persen orang dewasa di  Rusia  merokok. Ini  berarti sekitar 44 juta orang. WHO mengatakan Tiongkok memimpin dunia dalam jumlah penduduk merokok, dan  Rusia berada di peringkat kedua.
 
Perdana Menteri Rusia Dmitry Medvedev ingin mengurangi jumlah perokok di negaranya. Dia telah mengusulkan larangan merokok di tempat umum pada tahun 2015, dan melarang semua iklan rokok. Dia  ingin meningkatkan pajak tembakau yang sangat rendah - di Rusia, sebungkus rokok harganya berkisar hanya satu sampai dua dolar.  
 
Medvedev muncul dalam video internet tentang masalah ini. Ia mengatakan penduduk Rusia harus berhenti merokok. Dikatakannya  sekitar sembilan puluh persen perokok di Rusia mulai merokok sebelum mereka mencapai usia 20. Menurutnya,  merokok membunuh sekitar 400 ribu  orang di Rusia setiap tahunnya. Ia mengibaratkan meninggalnya orang-orang seperti  menghilangnya sebuah kota besar  dari peta Rusia.

Dalam video tersebut, Medvedev juga memperingatkan bagaimana  rokok membunuh. Dia menggambarkan kematian perlahan  dan menyakitkan dari kanker atau emfisema, serta kematian mendadak akibat serangan jantung dan stroke.
 
Jumlah penduduk perempuan Rusia yang merokok telah meningkat tajam dalam dua puluh tahun terakhir.Tahun 1992 sekitar tujuh persen perempuan Rusia merokok, sekarang ada 22 persen.
 
Walaupun banyak yang setuju usul perdana menteri itu, namun banyak juga yang menolaknya. Banyak orang Rusia mengatakan mereka akan terus merokok bahkan jika ada larangan. Mereka mengklaim undang-undang pelarangan merokok melanggar hak mereka untuk membuat keputusan sendiri terhadap kesehatan mereka.
 
Tapi Perdana Menteri Medvedev mengatakan undang-undang larangan merokok tersebut harus segera  disetujui.
 
Medvedev mengatakan, "Saya akan   tegas saja - dokumen ini penting bagi setiap orang Rusia."
 
Pejabat kementerian kesehatan Rusia mengatakan kepada kantor berita Interfax bahwa pemerintah ingin mengurangi tingkat merokok menjadi setengahnya.
 
Badan pembuat Undang-Undang harus mempertimbangkan UU tersebut. Banyak ahli mengatakan pemerintah tidak memiliki kekuatan untuk melaksanakan undang-undang itu meskipun jika anggota parlemen menyetujuinya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook