Minggu, 26 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 03:58

Berita / AS

Presiden Obama Undang Para Pemimpin Kongres Bicarakan Rencana Kenaikan Pajak

Presiden Obama mengundang para pemimpin Kongres AS ke Gedung Putih untuk mencari solusi dalam memecahkan masalah perekonomian Amerika, pekan depan.

Presiden Barack Obama, didampingi Wakil Presiden Joe Biden dan pejabat lainnya saat menyampaikan pidato terkait perekonomian Amerika, Jum'at (9/11).
Presiden Barack Obama, didampingi Wakil Presiden Joe Biden dan pejabat lainnya saat menyampaikan pidato terkait perekonomian Amerika, Jum'at (9/11).
UKURAN HURUF - +
Presiden Obama mengundang para pemimpin Kongres ke Gedung Putih minggu depan untuk membicarakan bagaimana mencegah pemotongan belanja pemerintah yang besar dan kenaikan pajak pada Januari.

Setelah terpilih kembali untuk masa jabatan ke dua, Obama Jumat mengatakan bahwa negara sangat perlu “membangun konsensus” guna memecahkan masalah finansial, dan prioritasnya adalah pada penciptaan lapangan pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi. 

Sebelum pembicaraan penting pada 16 November itu, Gedung Putih mengatakan presiden akan melakukan sebuah konferensi pers Rabu yang difokuskan pada krisis finansial yang mengancam.

Obama mengatakan penting agar belanja negara dikendalikan. Namun Presiden menambahkan bahwa kita tidak bisa hanya berdiam diri dan mengharapkan kemakmuran akan datang melalui potongan belanja dalam program-program pemerintah.

Lebih lanjut dikatakan Obama bahwa dalam pemilu, terlihat bahwa mayoritas warga Amerika setuju dengan idenya untuk menaikkan pajak terhadap pembayar pajak yang kaya, warga dengan pendapatan lebih dari 250 ribu dolar setahun.Lawan Obama di Kongres menentang keras kenaikan pajak pada permulaan tahun ini.

Obama mengatakan ia terbuka dan mau berkompromi, tetapi baik potongan belanja dan kenaikan pendapatan diperlukan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya