Senin, 24 Nopember 2014 Waktu UTC: 01:05

Berita / AS / Pemilu AS

Presiden Obama Sampaikan Pidato Kemenangan di Chicago

Obama berterima kasih kepada para pendukung yang menyambutnya dengan meriah dalam pidato kemenangannya dini hari di markas besarnya di Chicago (7/11).

Presiden Barack Obama melambaikan tangan kepada para pendukungnya saat berada di panggung bersama ibu negara, Michelle Obama dan kedua putrinya, Malia dan Sasha untuk memberikan sambutan kemenangan di Chicago, (7/11).
Presiden Barack Obama melambaikan tangan kepada para pendukungnya saat berada di panggung bersama ibu negara, Michelle Obama dan kedua putrinya, Malia dan Sasha untuk memberikan sambutan kemenangan di Chicago, (7/11).
Presiden Amerika Barack Obama mengatakan kepada rakyat Amerika “yang terbaik masih akan datang” setelah ia mengalahkan penantangnya Mitt Romney dari partai Republik, untuk mendapatkan  satu masa jabatan lagi.

Presiden Obama berterima kasih kepada para pendukung yang menyambutnya dengan meriah dalam pidato kemenangannya dini hari di markas besarnya di Chicago, dan mengajak mereka untuk maju terus dalam mengemban tugas untuk menyempurnakan negara. Obama mengatakan “kita adalah keluarga Amerika dan kita jatuh atau bangun bersama sebagai satu negara dan satu bangsa.”

Obama juga mengucapkan terima kasih kepada penantangnya dari partai Republik, Romney, dan calon wakilnya, Paul Ryan, atas kampanye yang dilancarkan dengan gigih. Dikatakan Obama, walaupun ia dan Romney sangat tidak sependapat mengenai banyak hal, mereka sama-sama mempunyai rasa cinta yang mendalam bagi negara.

Tidak lama sebelum presiden berpidato, Romney telah mengaku kalah setelah  kampanye yang lama dan diperjuangkan dengan keras tahun 2012, dalam pidatonya dihadapan para pendukungnya yang kecewa di Boston, Massachusetts, di negara bagian dimana ia pernah menjabat sebagai Gubernur. Berdiri sendirian di podium, ia mengucapkan selamat kepada Obama atas kemenangannya dalam pemilihan presiden, dengan mengatakan “ini adalah waktu tantangan yang besar bagi negara kita, dan saya mendoakan agar presiden berhasil dalam memimpin negara kita.”

Para pendukung di markas besar kampanye presiden di Chicago melambaikan bendera dan menyambut gembira kabar kemenangan itu Selasa malam yang datang setelah Obama memenangkan cukup negara-bagian untuk mencapai 270 suara elektoral yang dibutuhkan untuk memenangkan pemilu tersebut.

Staff kampanye Obama men-twit “Empat tahun lagi” dan menyertakan foto presiden sedang memeluk isterinya, Michele Obama. Gedung Empire State Building di New York menyalakan lampu biru di puncaknya, warna Partai Demokrat.

Hasil proyeksi terbaru menunjukkan Obama memenangkan 303 suara elektoral dan Romney dengan 206 suara eletoral. Seorang calon membutuhkan sedikitnya 270 suara elektoral untuk memenangkan jabatan presiden.

Proyeksi juga menunjukkan Obama memenangkan District of Columbia dan 25 negara bagian, termasuk negara-negara bagian rebutan Ohio, Iowa, New Hampshire dan Pennsylvania.  Romney menang dalam 23 negara bagian termasuk North Carolina dan Indiana, dua-duanya dimenangkan Obama dalam pemilu yang lalu.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

Video & Foto Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
i
|| 0:00:00
...  
🔇
X
  • Seorang aktivis transgender India meniup gelembung dari air sabun dalam acara tahunan Bengaluru Pride di Bangalore. Acara tahunan ini bertujuan untuk menghentikan kekerasan dan opresi berdasarkan identitas jenis kelamin dan orientasi seksual.
  • Tim Swiss merayakan kemenangan mereka atas tim Perancis di final Piala Davis di stadion Pierre Mauroy di Lille, Perancis utara. Swiss menang 3-1 dan membawa pulang Piala Davis.
  • Seorang warga lokal pergi setelah mengambil barang miliknya di rumahnya yang rusak akibat gempa bumi 6.2 skala Richter di Hakuba, sekitar 300 km Tokyo, perfektur Nagano.
  • Seekor kuda berdiri di lapangan dengan latar belakang pegunungan Alpen dekat Apfeltrang, Jerman Selatan.
  • Istri reporter yang terbunuh, Edita Tiamzon dan Direktur Serikat Nasional Wartawan Filipina Nonoy Espina mengitari pameran yang menunjukkan korban-korban yang jatuh di pembantaian Maguindanao, di Quezon City. (Simone Orendain/VOA)
  • Biksu Buddha memegang mangkok dan duduk di kursi sebelum warga sipil memberikan makanan kering ke mangkok mereka di Bangkok, Thailand. Ribuan biksu Buddha berpartisipasi dalam acara yang diselenggarakan oleh pemerintah dan sektor swasta yang bertujuan mengumpulkan makanan untuk para biksu dan pegawai negeri yang bekerja di provinsi yang sedang bermasalah di Pattani selatan, Yala, Narathiwat dan Songkhla.
  • Keluarga Pakistan mempersiapkan makanan di luar rumah mereka di pinggiran kota Lahore.
  • Pembalap Mercedes Lewis Hamilton dari Inggris membawa bendera Inggris setelah memenangkan Abu Dhab Formula one di jalur balap Yas Marina di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.
  • Seorang siswa mengenakan makeup badut putih bertuliskan kata "keadilan" dalam bahasa Spanyol di wajahnya, berdiri di luar kantor Jaksa Agung di Mexico City, 22 November 2014, setelah massa berkumpul di lapangan utama ibukota, Zocalo, menuntut pihak berwenang mencari 43 siswa yang hilang.
Galeri Foto

Galeri Foto 23 November 2014

Galeri Foto

Galeri Foto 21 November 2014

Video

Video Tantangan Pertahankan Nasionalisme di Tanah Rantau

Kesempatan merantau membuat sebagian warga asal Indonesia tidak ingin lagi kembali ke tanah air. Tapi apakah menetap di luar negeri identik dengan tergerusnya rasa nasionalisme dan cinta tanah air? itulah yang dibahas dalam sebuah diskusi masyarakat Indonesia di Washington DC akhir pekan lalu.
Video

Video Impian Bermain Papan Selancar Terbang Menjadi Kenyataan

Film ‘Back to the Future’ buatan akhir 1980-an banyak menampilkan teknologi masa depan yang ternyata menjadi kenyataan, seperti TV layar datar dan video call. Tetapi satu yang masih ditunggu-tunggu keberadaannya adalah papan seluncur terbang atau hoverboard yang baru-baru ini menjadi kenyataan.
Video

Video Inkubator Tiup Berbiaya Rendah Bisa Selamatkan Banyak Bayi Prematur

Sekitar satu juta bayi di seluruh dunia meninggal setiap tahun karena komplikasi akibat kelahiran prematur. Meski banyak yang bisa diselamatkan dengan inkubator, namun harganya mahal dan kadang tak tersedia di negara berkembang. Seorang mahasiswa Inggris merancang inkubator tiup berbiaya rendah.
 Aktivitas di Facebook