Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 11:30

Berita / Dunia / Amerika Lainnya

Presiden Ekuador Rafael Correa Menangkan Pilpres

Presiden Rafael Correa menang telak dalam pemilihan presiden, Minggu (17/2) dan memimpin kembali Ekuador untuk masa jabatan ketiga.

Presiden Ekuador, Rafael Correa memberikan salam kepada para pendukungnya dari balkon istana Carondelet di Quito, 17 February 2013. (Foto: dok).Correa menang telak dalam pemilihan presiden dan memimpin kembali Ekuader untuk masa jabatan ketiga.
Presiden Ekuador, Rafael Correa memberikan salam kepada para pendukungnya dari balkon istana Carondelet di Quito, 17 February 2013. (Foto: dok).Correa menang telak dalam pemilihan presiden dan memimpin kembali Ekuader untuk masa jabatan ketiga.
UKURAN HURUF - +
Correa memperoleh 57 persen suara sementara saingan terkuatnya mantan bankir Guillermo Lasso memperoleh 24 persen, setelah hanya sedikit lebih sepertiga kertas suara dihitung. Komisi pemilu mengatakan mereka memperkirakan hasil tersebut tidak akan banyak berubah.

Lasso telah mengaku kalah tidak lama setelah hasil tersebut diumumkan. Mantan Presiden Lucio Gutierrez meraih 5,9 persen. Suara selebihnya dibagi di antara ke-5 calon lain.

Correa yang berusia 48 tahun itu merangkul para pendukung yang gembira di istana presiden kurang dari satu jam setelah TPS tutup hari Minggu (17/2).

Rafael Correa pertama kali terpilih menjadi presiden Ekuador tahun 2006, dan telah berhasil meningkatkan taraf hidup golongan rendah rakyat dan memperlebar jaringan keselamatan sosial, dengan mengutamakan daerah sebagai tempat pengeluaran dana sosial.  Tetapi, pemimpin sosialis tersebut  telah dikecam sebagai seorang yang  melakukan praktek intimidasi dan tidak mentolerir kritikan.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya