Sabtu, 28 Mei 2016 Waktu: 03:03

    Berita / AS

    Presiden Caltech Akan Pimpin Universitas di Arab Saudi

    Presiden universitas terkemuka AS, California Institute of Technology (Caltech) akan memimpin sebuah universitas teknologi di Arab Saudi.

    Presiden California Institute of Technology Jean-Lou Chameau di kampus setelah menghadiri upacara kelulusan. (Foto: Dok)
    Presiden California Institute of Technology Jean-Lou Chameau di kampus setelah menghadiri upacara kelulusan. (Foto: Dok)
    Presiden California Institute of Technology (Caltech) Jean-Lou Chameau menyatakan akan mundur dari jabatan tertinggi di lembaga pendidikan prestisius tersebut untuk memimpin sebuah universitas di Arab Saudi.

    Pihak Caltech mengumumkan rencana tersebut pada Selasa (19/2), dengan mengucapkan terima kasih atas komitmen Chameau dalam memperluas sumber daya untuk “riset berisiko tinggi dengan imbalan sama tingginya.”

    Dalam surat pengunduran dirinya, Chameau mengatakan ada arti penting bersejarah dalam pekerjaan barunya sebagai presiden King Abdullah University of Science and Technology.

    Dengan sumber daya signifikan dan misi mulia, peran baru Chameau akan membuatnya dapat memimpin universitas tersebut untuk “memiliki dampak dramatis terhadap Kerajaan Arab Saudi, wilayah Timur Tengah dan dunia,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

    Chameau adalah rektor Georgia Institute of Technology sebelum menjadi presiden kedelapan Caltech pada 2006, peran yang ia yakini akan membuat karirnya komplet, sebelum pensiun di Pasadena, tempat Caltech berada.

    Saat di Caltech, Chameau mendukung pengembangan program-program dalam bidang dampak sosial, termasuk energi, teknologi informasi, ilmu pengetahuan medis dan lingkungan, menurut pernyataan pihak Caltech.

    Caltech adalah universitas swasta dengan fokus pada riset, dikenal sebagai rumah akademis dari Laboratorium Propulsi Jet milik lembaga antariksa NASA dan mahasiswa-mahasiswi terbaik yang diseleksi dengan ketat. Anggota fakultas dan alumni Caltech telah memenangkan 32 Hadiah Nobel.

    Sementara itu, terletak di tepi Laut Merah, universitas yang fokus pada program riset pascasarjana di Arab Saudi menerima mahasiswa-mahasiswi pertamanya pada 2009 dan 10 mahasiswa program doktoral pertamanya lulus pada Desember 2012.

    Dalam pidato pembukaan universitas, Raja Abdullah mengatakan ia telah bermimpi membangun universitas semacam itu selama lebih dari 25 tahun, dan berjanji memberikan dukungan keuangan yang terus menerus, berkat kekayaan minyak negara tersebut. (AP)

    Lihat Juga

    Warga AS Didakwa Berkomplot dengan Teroris

    Mahmoud Amin Mohamed Elhassan (26 tahun), penduduk Woodbridge, Virginia, Kamis malam (26/5) didakwa karena membantu dan bersekongkol memberikan dukungan material kepada ISIS dan membuat pernyataan palsu kepada FBI. Selengkapnya

    Laporan PBB: Tidak Ada Pelanggaran Kesepakatan Nuklir Iran

    Badan Energi Atom Internasional juga mengatakan Iran telah memperbaiki satu pelanggaran yang dicatat pada bulan Februari dengan mengurangi passkan air berat ke batas yang diizinkan, yaitu 143,3 ton atau di bawahnya. Selengkapnya

    Wartawan Australia Dipecat Setelah Upaya Penculikan di Lebanon

    Stephen Rice, produser program 60 Minutes Australia, membayar jasa pemulangan anak untuk menculik anak-anak itu dari ayah mereka setelah ibu mereka mengatakan dia membawa anak-anak itu berlibur tahun lalu dan tidak memulangkan mereka. Selengkapnya

    Forum ini telah ditutup.
    Komentar-komentar
         
    Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

    Ikuti Kami