Kamis, 24 Juli 2014 Waktu UTC: 17:01

Berita / Dunia / Afrika

Presiden Republik Afrika Tengah Tolak Mundur

Presiden Francois Bozize hari Selasa memberitahu wartawan bahwa ia tidak bersedia memenuhi tuntutan pemberontak untuk mundur sebelum perundingan damai.

Presiden CAR, Francois Bozize hari Selasa (8/1) menegaskan di istana Presiden di Bangui, bahwa ia tidak bersedia memenuhi tuntutan pemberontak untuk mundur.
Presiden CAR, Francois Bozize hari Selasa (8/1) menegaskan di istana Presiden di Bangui, bahwa ia tidak bersedia memenuhi tuntutan pemberontak untuk mundur.
Presiden Republik Afrika Tengah atau C.A.R tidak bersedia memenuhi tuntutan pemberontak untuk pengunduran dirinya sebelum perundingan damai dijadwalkan dimulai minggu ini.

Presiden Francois Bozize hari Selasa memberitahu wartawan bahwa konstitusi, sampai kapanpun ‘tidak bisa diubah” dan ia bermaksud “membela demokrasi dalam konstitusi itu”

Seleka, koalisi pemberontak yang telah merebut sepertiga wilayah negara itu dalam sebulan ini, telah menyerukan pengunduran diri Bozize. Presiden Bozize telah mengatakan ia bermaksud menyelesaikan masa jabatannya yang berakhir tahun 2016.

Anne Look, wartawan VOA hari Selasa (8/1) menghadiri konferensi pers Presiden Bozize di Bangui. Ia mengatakan Presiden Bozize ditanya mengenai apa akar penyebab terulangnya pergolakan itu.

Pejabat-pejabat pemerintah, para pemimpin oposisi dan delegasi pemberontak berkumpul di Gabon untuk pembicaraan yang bertujuan mengakhiri pemberontakan yang sudah sebulan berlangsung, yang merupakan pemberontakan besar ketiga sejak Bozize berkuasa pada tahun 2003.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook