Rabu, 19 Juni 2013 Waktu Washington, DC: 10:50

Berita / AS

Pramuka AS Tunda Voting soal Peresmian Anggota Gay

Para eksekutif Pramuka tadinya berencana untuk mengangkat isu kontroversial ini dalam pertemuan reguler mereka hari Rabu di Dallas.

Unjuk rasa yang menuntut keanggotaan Pramuka AS terbuka untuk semua warga termasuk kelompok atheis dan homoseksual (foto: dok).
Unjuk rasa yang menuntut keanggotaan Pramuka AS terbuka untuk semua warga termasuk kelompok atheis dan homoseksual (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Dewan Eksekutif Pramuka Amerika telah menunda pemungutan suara soal apakah akan mencabut atau tidak kebijakan resmi sejak lama yang melarang penerimaan anggota dan pemimpin gay.

Para eksekutif Pramuka tadinya berencana untuk mengangkat isu kontroversial ini dalam pertemuan reguler mereka hari Rabu di Dallas. Tetapi kelompok itu mengatakan pihaknya memutuskan untuk menunda langkah itu hingga pertemuan nasional bulan Mei nanti.

Jika disetujui, maka orientasi seksual tidak lagi menjadi bagian dari kriteria resmi dalam keanggotaan Pramuka. Isu itu akan menjadi urusan masing-masing chapter dan sponsor.

Mahkamah Agung Amerika tahun 2000 memperkuat hak Pramuka untuk melarang homoseks. Tetapi Pramuka telah menjadi target kecaman para aktivis HAM.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Obama Dikecam Dunia Atas Program Mata-Mata - Liputan Berita VOA, 19 Juni 2013

Seiring pertemuan pemimpin negara-negara G-8 yang kini berlangsung di Irlandia Utara, muncul pembocoran informasi baru terkait program mata-mata yang dilakukan pemerintah Obama, atas metadata email dan panggilan telpon. Program yang dilakukan untuk mencegah aksi terror ini dikecam karena dianggap melanggar hak privasi warga dunia. Selengkapnya ikuti laporan tim VOA dari Washington DC.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang tentara NATO berjalan dengan kaki palsu menuju helikopter, setelah upacara serah terima keamanan dari pasukan NATO kepada pasukan Afghanistan di luar ibukota Kabul.
  • Seorang anak Bangladesh melemparkan seekor kambing dari sebuah perahu di Sungai Buriganga di Dhaka.
  • Seorang gadis mengatur boneka animasi di sebuah lapangan di Lingen, Jerman timur, menjelang upaya memecahkan rekor baru yang akan dilakukan bersama dengan sekitar 600 murid sekolah.
  • Seorang polisi militer menggunakan semprotan merica ke arah seorang pengunjuk rasa selama demonstrasi soal kondisi ekonomi di Rio de Janeiro, Brazil.
  • PM Shinzo Abe Jepang (kiri belakang) menyentuh tangan Presiden Rusia Vladimir Putin saat mereka berjalan bersama Kanselir Jerman Angela Merkel dalam acara KTT G-8 di resor Lough Erne di Enniskillen, Irlandia Utara.
  • Seorang pria membaca koran di Lapangan Royal Enclosure pada hari pertama menjelang festival balap kuda di kota Ascot, Inggris selatan.
  • Foto udara dari Paris Air Show ke-50, di bandara Le Bourget dekat Paris, Perancis.
  • Para pemain kelompok sirkus Eoloh melakukan latihan yang terbuka untuk media di gedung Nuevo Teatro Alcala di Madrid, Spanyol.
  • Para seniman melakukan atraksi pada festival api tahunan di Kyiv, Ukraina.
Lainnya