Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 14:55

Berita / Olahraga

Praktik ‘Main Sabun’ Meluas di Dunia Sepakbola

Organisasi kepolisian Eropa (Europol) hari Senin (4/2) menyatakan telah mengungkap praktik meluas untuk mengatur skor ratusan pertandingan sepakbola di Eropa.

Kepala Europol, Rob Wainwright mengatakan para penyidik telah mengidentifikasi 380 pertandingan sepakbola di Eropa yang diduga terjadi praktik 'main sabun' (foto: dok).
Kepala Europol, Rob Wainwright mengatakan para penyidik telah mengidentifikasi 380 pertandingan sepakbola di Eropa yang diduga terjadi praktik 'main sabun' (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Para penyidik Eropa menyatakan telah mengungkap praktik meluas untuk mengatur skor ratusan pertandingan sepakbola Eropa, termasuk beberapa pertandingan kualifikasi Piala Dunia dan Liga Champions.

Kepala organisasi kepolisian Eropa (Europol) Rob Wainwright mengatakan para penyidik telah mengidentifikasi 380 pertandingan mencurigakan di Eropa, dan 300 lainnya di Afrika, Asia serta Amerika Tengah dan Selatan.

Wainwright mengatakan pertandingan-pertandingan tersebut diatur oleh ratusan pemain, wasit dan pejabat di seluruh dunia pada semua tingkat pertandingan.

Wainwright mengatakan praktik mengatur pertandingan itu melibatkan sebuah organisasi kriminal berbasis di Singapura yang menghabiskan lebih dari 130 ribu dolar pada setiap  pertandingan untuk menyuap para pemain dan petugas.

Ia menambahkan, hasil penyelidikan itu mengungkap keuntungan hampir 11 juta dolar yang diperoleh dari hasil bertaruh mengenai pertandingan-pertandingan tersebut .
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya