Jumat, 19 September 2014 Waktu UTC: 21:51

Berita / Indonesia

Polda Metro Jaya Buru Pembuat Senjata Api Rakitan

Polda Metro Jaya memburu pembuat senjata api rakitan yang diduga digunakan untuk aksi perampokan yang marak terjadi di Jakarta.

Kepolisian Daerah Metro Jaya melakukan operasi penyitaan senjata api ilegal menyusul maraknya kasus perampokan di Jakarta. (Foto: Ilustrasi)
Kepolisian Daerah Metro Jaya melakukan operasi penyitaan senjata api ilegal menyusul maraknya kasus perampokan di Jakarta. (Foto: Ilustrasi)
Menyusul beberapa kasus perampokan bersenjata api di Jakarta, kepala bidang hubungan masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Kombes Rikwanto mengatakan polisi telah melakukan operasi penggerebekan pabrik senjata api.

Dari operasi beberapa waktu lalu tersebut, polisi berhasil menyita 22 senjata api, 95 persen merupakan rakitan, ujar Rikwanto. Dari hasil operasi itu, 384 orang telah ditahan karena kepemilikan senjata api ilegal dan polisi juga berhasil mengungkap pabrik senjata rakitan di Cipacing, Bandung, Jawa Barat.

"Pelaku kejahatan ini sengaja memesan dari para pengrajin senapan angin, yang kemudian membuat senjata api rakitan. Kita pernah menangkap seorang pengrajin senapan angin yang mendapat order dari seseorang yang memesan senjata api dengan kaliber tertentu. Kita tangkap dan tembak mati keduanya sekaligus menyita gudang tempat pembuatannya. Kita perkirakan masih ada pengrajin senapan angin yang menerima order tersebut,” ujarnya pada VOA, Rabu (27/2).

Rikwanto mengatakan polisi juga akan menambah personel dan mengaktifkan kembali peran Babinkamtibmas (Badan Pembinaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

“Patroli diintensifkan di tempat-tempat rawan. Kemudian Babinkamtibmas menyentuh warga untuk kembali memperbaiki sistem keamanan lingkungan (siskamling) agar warga berani melawan kejahatan tentunya dengan memperhatikan faktor keselamatan jiwa,” ujarnya.

Sejumlah kasus perampokan dengan senjata api telah terjadi di Jakarta dalam beberapa bulan terakhir. Pada bulan ini, empat orang perampok perampok memberondong tembakan kepada satu keluarga di kawasan Ciracas, Jakarta Timur, menewaskan satu orang dan melukai tiga lainnya. Dalam peristiwa ini, tiga orang pelaku berhasil ditangkap polisi, sementara satu orang lainnya masih buron.

Sementara itu, perampokan dengan senjata api terjadi juga di SPBU dua lokasi, yaitu sekitar Klender dan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Di Jakarta Selatan, pada akhir tahun 2012, lalu kasus penembakan brutal terjadi di Jalan Cidodol, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang mengakibatkan satu orang tewas. Kasus ini belum terungkap dan satu pun pelakunya belum berhasil ditangkap.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat, Eva Kusuma Sundari, menduga ada kelemahan pengawasan dari polisi terkait peredaran gelap senjata api di masyarakat. Kelemahan pengawasan ini, menurut Eva, diduga karena adanya perlindungan dari oknum polisi atau militer terhadap para produsen senjata api ini.

“Artinya kalo toh sudah ditangkap, itu emang ada produsen di Indonesia yang kemudian mensuplai senjata-senjata itu mungkin salah satunya untuk perampokan atau aktivitas ilegal lainnya. Tapi kita kan paham, itu biasanya di back up sama orang kuat, entah itu polisi atau TNI. Jadi dalam hal ini pengawasan kurang salah satunya ada keterlibatan oknum dalam bisnis ilegal ini,” ujarnya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook