Selasa, 29 Juli 2014 Waktu UTC: 20:51

Berita / Iptek / Lingkungan Hidup

PM Jepang Baru Akan Bangun Kembali PLTN Fukushima

Perdana Menteri Jepang yang baru menegaskan akan meninjau rencana pemerintah sebelumnya untuk menghentikan operasi PLTN Fukushima secara bertahap.

Perdana Menteri Jepang yang baru, Shinzo Abe, di PLTN Fukushima Dai-ichi di Okuma, Prefektur Fukushima, Jepang timur laut (29/12). (AP/Itsuo Inouye)
Perdana Menteri Jepang yang baru, Shinzo Abe, di PLTN Fukushima Dai-ichi di Okuma, Prefektur Fukushima, Jepang timur laut (29/12). (AP/Itsuo Inouye)
Steve Herman
— Pejabat-pejabat Jepang mengatakan, Perdana Menteri Shinzo Abe memutuskan untuk segera mengunjungi PLTN yang rusak itu setelah terpilih guna menunjukkan keseriusannya membangun kembali Fukushima.
 
Persinggahan pertamanya adalah bekas pusat pelatihan sepak bola yang kini menjadi markas para pekerja yang bertugas mengawasi PLTN Fukushima 1.
 
Perdana Menteri Abe mengatakan kepada para pekerja bahwa ia memahami tugas mereka, menon-aktifkan PLTN itu merupakan tugas berat dan berterima kasih atas upaya-upaya mereka.
 
Perdana menteri itu menambahkan, pemerintahannya akan mendukung  usaha para pekerja itu sepenuhnya.
 
Dengan berpakaian pelindung dan masker penutup muka, Shinzo Abe kemudian pergi ke fasilitas Perusahaan Listrik Tokyo Electric, Fukushima,  dimana tiga reaktor lumpuh setelah batang-batang bahan bakar nuklir meleleh ketika kawasan itu diguncang gempa berkekuatan 9.0 skala Richter yang memicu tsunami pada tanggal 11 Maret 2011.
 
Di lokasi itu, Perdana Menteri Abe berkomentar bahwa pembersihan yang sedang berlangsung itu “tantangan tidak terduga dalam sejarah manusia”.
 
Penon-aktifan fasilitas itu diperkirakan akan memerlukan waktu 40 tahun dan dana 15 milyar dolar ditambah biaya-biaya yang belum diketahui untuk membuang limbah radioaktif PLTN itu.
 
Radiasi yang keluar dari PLTN Fukushima mengontaminasi masyarakat dan lahan pertanian, sehingga puluhan ribu warga  harus diungsikan, serta menghancurkan banyak mata pencarian mereka. Diperkirakan perlu waktu bertahun-tahun, kemungkinan beberapa puluh tahun, sebelum orang bisa kembali tinggal di sebagian besar kawasan itu.
 
Kemarahan publik menyebabkan pemerintah Jepang sebelumnya berjanji untuk menghentikan ketergantungan negara itu pada PLTN sebelum tahun 2040.
 
Partai Demokrat Jepang (DPJ),  tersingkir dari kekuasaan dalam pemilu parlemen bulan ini. Kembalinya Shinzo Abe dan partai Demokrat Liberal yang dipimpinnya mengisyaratkan kemungkinan pembatalan kebijakan DPJ itu.
 
Shinzo Abe dalam kunjungannya ke Fukushima menegaskan akan meninjau kebijakan itu dan menyampaikan  perlunya “kebijakan energi yang bertanggung jawab”.
 
Seluruh fasilitas pembangkit listrik nuklir kecuali dua reaktor tidak difungsikan guna pemeriksaan keamanan. Hal itu menimbulkan keprihatinan apakah Jepang yang hanya sedikit memiliki sumber daya alam bisa menyediakan listrik yang memadai kalau tidak bergantung pada PLTN.
 
Para penentang PLTN menyebut  kurangnya standar-standar keamanan yang  menyebabkan PLTN Fukushima  mudah rusak  apabila terjadi bencana alam.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook