Minggu, 23 Nopember 2014 Waktu UTC: 07:12

Berita / AS

Pidato Kenegaraan Tahunan Kesempatan Presiden Jabarkan Agenda

Apa yang dimulai sebagai sebuah catatan tulisan tangan untuk anggota DPR kini telah berkembang menjadi pentas teater politik di televisi, yang disiarkan secara global.

State of Union Allows Presidents to Outline Agendai
X
11.02.2013
The United States Constitution mandates that the president address Congress on the current State of the Union. What began as a handwritten note to Congressmen has evolved into a show of televised political theatre, broadcast globally, in which a sitting president is nothing if not bold. VOA’s Laurel Bowman has more.
Presiden Obama akan menjabarkan agenda kebijakannya melalui pidato kenegaraan pada Selasa malam (12/2/2013)
Laurel Bowman
Konstitusi Amerika Serikat mengamanatkan presiden untuk berpidato di depan Kongres untuk menjabarkan kebijakan kepresidenannya. Apa yang dimulai sebagai sebuah catatan dengan tulisan tangan untuk anggota Kongres (DPR) kini telah berkembang menjadi pentas teater politik di televisi, yang disiarkan secara global, di mana seorang presiden yang sedang menjabat dituntut memiliki keberanian dan kepercayaan diri untuk mengantarkan pidato tersebut.
 
Ini merupakan tradisi yang dipinjam Amerika dari Inggris, di mana kepala negara tersebut  berpidato di depan para pemimpin pemerintah secara berkala.

Presiden-presiden terdahulu mengirimkan surat, tidak muncul di Gedung Capitol, markas Kongres AS.

Konstitusi Amerika memandatkan sebuah laporan kenegaraan. Laporan yang juga memuat langkah-langkah rekomendasi terhadap Kongres yang menurutnya “penting dan bijaksana.”

Ronald Reagan memulai praktik mengundang tamu-tamu khusus ke acara pidato kenegaraan ini, seperti seorang laki-laki yang menyelam di sungai Potomac di Washington untuk menyelamatkan para korban kecelakaan jatuhnya sebuah pesawat. Tradisi tersebut telah berkembang sejak saat itu. 
 
Namun apa sesungguhnya tujuan dari pidato kenegaraan tahunan yang disebut dengan istilah "State of the Union?" Menurut profesor kebijakan publik dan pemerintah dari Universitas Georgetown, Mark Rom, “Salah satunya adalah penjabaran agendanya untuk masa depan. Tetapi bersamaan dengan penjabaran agenda tersebut yang ditujukan pada Kongres, ia juga menjabarkan agenda itu untuk publik,” papar Rom. “Kongres menanggapi keinginan publik jadi presiden juga ingin memobilisasi opini publik itu untuk mendukung tujuan-tujuan ini.”
 
Ketua Kongres secara resmi mengundang Presiden untuk berpidato di depan anggota Senat dan Kongres. Pidato berlangsung di Aula Utama Kongres karena lebih besar. Rom mengatakan saat ini pidato itu tidak hanya substantif, tapi juga dramatis.
  
“Presiden mengemukakan agendanya. Para pendukungnya di Kongres, yaitu anggota partainya akan berdiri dan mengelu-elukan agenda itu secara antusias. Namun para lawan politiknya, partai oposisi biasanya hanya akan tetap duduk, menyilangkan tangan mereka dan tampak skeptis, " jelas Rom
 
Ini bisa menjadi waktunya untuk memaparkan masalah-masalah yang ada dan menawarkan solusi.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

 

 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook