Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 05:20

Berita / AS

Perusahaan AS Kaitkan Militer Tiongkok dengan Serangan Peretas

Sebuah organisasi keamanan Internet yang berbasis di Amerika menuduh pemerintah Tiongkok terlibat dalam kampanye canggih serangan peretas terhadap perusahaan-perusahaan, pemerintah dan prasarana penting Amerika.

Sebuah organisasi keamanan internet berbasis di Amerika, Mandiant, mengeluarkan laporan yang memberikan rincian puluhan serangan kelompok peretas yang disebut APT1 yang disinyalir mendapat dukungan langsung dari pemerintah Tiongkok, Selasa (19/2). (Foto: ilustrasi).
Sebuah organisasi keamanan internet berbasis di Amerika, Mandiant, mengeluarkan laporan yang memberikan rincian puluhan serangan kelompok peretas yang disebut APT1 yang disinyalir mendapat dukungan langsung dari pemerintah Tiongkok, Selasa (19/2). (Foto: ilustrasi).
UKURAN HURUF - +
Laporan 60 halaman yang dikeluarkan hari Selasa (19/2) oleh Mandiant memberi rincian puluhan serangan gencar oleh kelompok peretas (hacker) yang disinyalir mendapat dukungan langsung pemerintah untuk melancarkan kampanye spionase melalui internet secara luas dan berlangsung lama.

Mandiant mengatakan kelompok peretas yang disebut APT1 tersebut, telah mencuri banyak data dari hampir 150 organisasi, sebagian besar terletak di Amerika Serikat, sejak tahun 2007. Mandiant tidak menyebutkan nama sasaran-sasaran tersebut, tetapi mengatakan mereka mencakup 20 industri besar, berkisar dari teknologi informasi hingga layanan keuangan.

Mandiant mengatakan mereka telah menelusuri kegiatan kelompok itu ke sebuah lokasi di Shanghai yang mengelilingi markasbesar unit rahasia 61398 Tentara Pembebasan Rakyat, yang sebelumnya dihubungkan oleh para pakar keamanan Internet dengan serangan peretas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hong Lei membantah keras tuduhan itu dalam keterangan hari Selasa.
 Ketika ditanya tentang gedung yang dikatakan Mandiant diperkirakan bertanggung jawab atas upaya peretasan itu, Hong mengatakan ia tidak melihat bagaimana bukti itu dapat dipercaya, mengingat kesulitan dalam menelusuri asal serangan peretas  Ia juga membalas tuduhan dengan menunjuk sebuah studi Tiongkok yang mengklaim Amerika sebagai sumber serangan peretas terbanyak di Tiongkok.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan tidak akan berkomentar langsung mengenai laporan Mandiant itu. Tetapi ia mengatakan Presiden Barack Obama sangat menaruh perhatian pada keamanan dunia maya dan mengambil segala langkah yang mungkin untuk mengamankan jaringan internet sektor pemerintah dan swasta.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Rakean Agung dari: Tangerang
20.02.2013 01:01
Jika bukan kepenting Inteligent,apalagi.Perang,itu bukan tidak mungkin sedang berlangsung,diantaranya adalah lewat peretasan dunia maya yang termasuk tekhnollogi canggih ini.Maka,berlomba lombalah dalam peningkatan kemampuan dan peguasaan tekhnology dunia maya ini.Persaingan dan rivalitas timur dan barat bukan tidak mungkin pula,sedang berlangsung.Jika,diera Uni Sovyet telah jelas versus AS. Paska,era UniSovjet runtuh adalah menggeliatnya RRC dengan kemajuan ekonomi dan tekhnologynyapula,maka akan kentara, blok mana dan blok mananya.Lihat,saja Korea Utara lebih cenderung dekat ke RRC,dan Korselnya lebih condong ke AS, yang blainnyapun demikian,semisal Taiwan ke AS dan dibawah bayang2 pemerintaqhab RRC,pula.Bukan,tidak mungkin Rivalitas dan konkurensi antara negra kuat,khususnya antara AS dan RRC,terus bersaing termasuk dalam pengusaan ekonomi dan tekhnology dalam memperluas pengaruhnya dibelahan dunia ini,termasuk di kawasan Asia pasifik.Tentunya,siapa yang jadi Polisi Dunia,dan tetap eksis jadi negara adikuasa dengan segala pengaruhnya,termasuk dalam penguasaan tekhnology dan ekonomi dunia,palingb tidak kepentingan SDA.Jadi,pere tasan tekhnology diberbagai jejaring sosial sekalipun,bukan tidak mungkin bagian dari aktivitas progressif inteligen!.

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Usher-Justin Bieber dan Konser The Rolling Stones - VOA untuk Insert

Setelah menggelar konsernya di London dan Paris akhir tahun lalu, kelompok band kawakan "The Rolling Stones" mulai menggelar konsernya di 17 tempat di Amerika. Dalam episode kali ini, Vina Mubtadi juga mengajak pemirsa untuk menyimak kabar gugatan sebesar $10 Juta kepada Usher dan Justin Bieber atas tuduhan menjiplak lagu "Somebody To Love" ciptaan Devin Copeland dan Mareio Overton.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya