Selasa, 21 Oktober 2014 Waktu UTC: 10:19

Berita / AS

Perusahaan AS Kaitkan Militer Tiongkok dengan Serangan Peretas

Sebuah organisasi keamanan Internet yang berbasis di Amerika menuduh pemerintah Tiongkok terlibat dalam kampanye canggih serangan peretas terhadap perusahaan-perusahaan, pemerintah dan prasarana penting Amerika.

Sebuah organisasi keamanan internet berbasis di Amerika, Mandiant, mengeluarkan laporan yang memberikan rincian puluhan serangan kelompok peretas yang disebut APT1 yang disinyalir mendapat dukungan langsung dari pemerintah Tiongkok, Selasa (19/2). (Foto: ilustrasi).
Sebuah organisasi keamanan internet berbasis di Amerika, Mandiant, mengeluarkan laporan yang memberikan rincian puluhan serangan kelompok peretas yang disebut APT1 yang disinyalir mendapat dukungan langsung dari pemerintah Tiongkok, Selasa (19/2). (Foto: ilustrasi).
Laporan 60 halaman yang dikeluarkan hari Selasa (19/2) oleh Mandiant memberi rincian puluhan serangan gencar oleh kelompok peretas (hacker) yang disinyalir mendapat dukungan langsung pemerintah untuk melancarkan kampanye spionase melalui internet secara luas dan berlangsung lama.

Mandiant mengatakan kelompok peretas yang disebut APT1 tersebut, telah mencuri banyak data dari hampir 150 organisasi, sebagian besar terletak di Amerika Serikat, sejak tahun 2007. Mandiant tidak menyebutkan nama sasaran-sasaran tersebut, tetapi mengatakan mereka mencakup 20 industri besar, berkisar dari teknologi informasi hingga layanan keuangan.

Mandiant mengatakan mereka telah menelusuri kegiatan kelompok itu ke sebuah lokasi di Shanghai yang mengelilingi markasbesar unit rahasia 61398 Tentara Pembebasan Rakyat, yang sebelumnya dihubungkan oleh para pakar keamanan Internet dengan serangan peretas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hong Lei membantah keras tuduhan itu dalam keterangan hari Selasa.
 Ketika ditanya tentang gedung yang dikatakan Mandiant diperkirakan bertanggung jawab atas upaya peretasan itu, Hong mengatakan ia tidak melihat bagaimana bukti itu dapat dipercaya, mengingat kesulitan dalam menelusuri asal serangan peretas  Ia juga membalas tuduhan dengan menunjuk sebuah studi Tiongkok yang mengklaim Amerika sebagai sumber serangan peretas terbanyak di Tiongkok.

Sementara itu, juru bicara Gedung Putih Jay Carney mengatakan tidak akan berkomentar langsung mengenai laporan Mandiant itu. Tetapi ia mengatakan Presiden Barack Obama sangat menaruh perhatian pada keamanan dunia maya dan mengambil segala langkah yang mungkin untuk mengamankan jaringan internet sektor pemerintah dan swasta.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Rakean Agung dari: Tangerang
20.02.2013 06:01
Jika bukan kepenting Inteligent,apalagi.Perang,itu bukan tidak mungkin sedang berlangsung,diantaranya adalah lewat peretasan dunia maya yang termasuk tekhnollogi canggih ini.Maka,berlomba lombalah dalam peningkatan kemampuan dan peguasaan tekhnology dunia maya ini.Persaingan dan rivalitas timur dan barat bukan tidak mungkin pula,sedang berlangsung.Jika,diera Uni Sovyet telah jelas versus AS. Paska,era UniSovjet runtuh adalah menggeliatnya RRC dengan kemajuan ekonomi dan tekhnologynyapula,maka akan kentara, blok mana dan blok mananya.Lihat,saja Korea Utara lebih cenderung dekat ke RRC,dan Korselnya lebih condong ke AS, yang blainnyapun demikian,semisal Taiwan ke AS dan dibawah bayang2 pemerintaqhab RRC,pula.Bukan,tidak mungkin Rivalitas dan konkurensi antara negra kuat,khususnya antara AS dan RRC,terus bersaing termasuk dalam pengusaan ekonomi dan tekhnology dalam memperluas pengaruhnya dibelahan dunia ini,termasuk di kawasan Asia pasifik.Tentunya,siapa yang jadi Polisi Dunia,dan tetap eksis jadi negara adikuasa dengan segala pengaruhnya,termasuk dalam penguasaan tekhnology dan ekonomi dunia,palingb tidak kepentingan SDA.Jadi,pere tasan tekhnology diberbagai jejaring sosial sekalipun,bukan tidak mungkin bagian dari aktivitas progressif inteligen!.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook