Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 11:42

Berita / Ekonomi

Pertumbuhan Impor Jepang Picu Defisit $17,4 Miliar

Ekspor Jepang yang bangkit kembali bulan Januari gagal mengimbangi pertumbuhan impor, sehingga mengakibatkan defisit perdagangan rekor $17,4 miliar untuk bulan itu.

Suasana di sebuah pelabuhan peti kemas di Tokyo, 24 Januari 2013 (Foto: dok). Jepang mengalami defisit perdagangan hingga sekitar $17,4 miliar untuk bulan Januari.
Suasana di sebuah pelabuhan peti kemas di Tokyo, 24 Januari 2013 (Foto: dok). Jepang mengalami defisit perdagangan hingga sekitar $17,4 miliar untuk bulan Januari.
UKURAN HURUF - +
Data sementara yang dikeluarkan hari Rabu (20/2) menunjukkan ekspor ekonomi ke-3 terbesar di dunia itu meningkat 6,4 persen menjadi $ 51,2 miliar bulan Januari dari setahun sebelumnya, dan peningkatan yang pertama kali dalam delapan bulan, sementara impor melonjak 7,3 persen menjadi  $68,6 miliar.

Mata uang Jepang yang melemah dalam beberapa bulan ini telah membantu meningkatkan ekspor dengan membuat produk Jepang lebih murah di luar negeri.  Tetapi, ini juga meningkatkan nilai minyak impor dan hasil bumi lain, yang menyamai peningkatan permintaan akan kendaraan dan mesin-mesin buatan Jepang.

Kecenderungan itu menghambat strategi jangka panjang Jepang  yang sangat mengandalkan ekspor untuk memotori pertumbuhan dan menambah tekanan untuk memperoleh momentum baru melalui permintaan dalam negeri yang lebih kuat pada waktu angkatan kerja semakin tua dan menciut dan investasi perusahaan tetap lemah.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang memangku jabatan bulan Desember berjanji untuk memperkuat ekonomi dengan memulihkan daya saing ekspor Jepang, sementara di dalam negeri merangsang permintaan melalui anggaran Pekerjaan Umum yang lebih tinggi.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Kebijakan Drone - Liputan Berita VOA

Presiden Amerika Barack Obama memaparkan stategi pemerintahannya menanggulangi ancaman terorisme internasional. Isu utama yang dijabarkan dalam pidato ini adalah penggunaan pesawat tidak berawak atau drone yang masih menurut analis berandil mencegah aksi terorisme meski juga dikritik banyak pihak. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya