Rabu, 01 Oktober 2014 Waktu UTC: 16:17

Berita / Ekonomi

Pertumbuhan Impor Jepang Picu Defisit $17,4 Miliar

Ekspor Jepang yang bangkit kembali bulan Januari gagal mengimbangi pertumbuhan impor, sehingga mengakibatkan defisit perdagangan rekor $17,4 miliar untuk bulan itu.

Suasana di sebuah pelabuhan peti kemas di Tokyo, 24 Januari 2013 (Foto: dok). Jepang mengalami defisit perdagangan hingga sekitar $17,4 miliar untuk bulan Januari.
Suasana di sebuah pelabuhan peti kemas di Tokyo, 24 Januari 2013 (Foto: dok). Jepang mengalami defisit perdagangan hingga sekitar $17,4 miliar untuk bulan Januari.
Data sementara yang dikeluarkan hari Rabu (20/2) menunjukkan ekspor ekonomi ke-3 terbesar di dunia itu meningkat 6,4 persen menjadi $ 51,2 miliar bulan Januari dari setahun sebelumnya, dan peningkatan yang pertama kali dalam delapan bulan, sementara impor melonjak 7,3 persen menjadi  $68,6 miliar.

Mata uang Jepang yang melemah dalam beberapa bulan ini telah membantu meningkatkan ekspor dengan membuat produk Jepang lebih murah di luar negeri.  Tetapi, ini juga meningkatkan nilai minyak impor dan hasil bumi lain, yang menyamai peningkatan permintaan akan kendaraan dan mesin-mesin buatan Jepang.

Kecenderungan itu menghambat strategi jangka panjang Jepang  yang sangat mengandalkan ekspor untuk memotori pertumbuhan dan menambah tekanan untuk memperoleh momentum baru melalui permintaan dalam negeri yang lebih kuat pada waktu angkatan kerja semakin tua dan menciut dan investasi perusahaan tetap lemah.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang memangku jabatan bulan Desember berjanji untuk memperkuat ekonomi dengan memulihkan daya saing ekspor Jepang, sementara di dalam negeri merangsang permintaan melalui anggaran Pekerjaan Umum yang lebih tinggi.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook