Senin, 21 April 2014 Waktu UTC: 07:48

Berita / Politik

Pertempuran di Jalur Gaza Semakin Sengit

Israel melancarkan lebih dari 200 serangan udara atas Jalur Gaza hari Sabtu, selagi tembakan roket militan Hamas terus melumpuhkan Israel selatan.

Asap hitam mengepul ke udara setelah pesawat-pesawat tempur Israel menyerang kantor perdana menteri, kantor polisi, dan kediaman komandan militer, serta gudang dan terowongan penyelundupan senjata di Gaza. (foto: 11/17/2012).
Asap hitam mengepul ke udara setelah pesawat-pesawat tempur Israel menyerang kantor perdana menteri, kantor polisi, dan kediaman komandan militer, serta gudang dan terowongan penyelundupan senjata di Gaza. (foto: 11/17/2012).
UKURAN HURUF - +
Robert Berger
— Israel dan Hamas melanjutkan saling serang dengan sengit, hari Sabtu, sementara pasukan Israel berkumpul di perbatasan Gaza, bersiap akan kemungkinan serangan darat. Militer Israel melancarkan lebih dari 200 serangan udara terhadap Jalur Gaza yang dikuasai Hamas hari Sabtu, menarget gedung-gedung pemerintah termasuk kantor Perdana Menteri Ismail Haniyeh dan Kabinet Hamas. Haniyeh tidak berada di sana ketika itu. Misil Israel juga menghantam lokasi-lokasi peluncuran roket dan terowongan-terowongan penyelundupan senjata.

Juru bicara pemerintah Israel Mark Regev mengatakan, tujuan serangan itu untuk mengakhiri serangan roket ke Israel. “Kami bertindak sekarang untuk menciptakan situasi di mana Hamas mengerti bahwa mereka tidak boleh menyerang warga sipil Israel. Kami ingin menciptakan perdamain dan ketenangan bagi warga di selatan, bagi seluruh rakyat Israel. Saya rasa tujuan itu bisa tercapai,” tegasnya.
 
Pertahanan misil 'kubah besi' Israel berhasil mencegat roket Hamas yang diarahkan ke kota Tel Aviv, Sabtu (17/11).Pertahanan misil 'kubah besi' Israel berhasil mencegat roket Hamas yang diarahkan ke kota Tel Aviv, Sabtu (17/11).
x
Pertahanan misil 'kubah besi' Israel berhasil mencegat roket Hamas yang diarahkan ke kota Tel Aviv, Sabtu (17/11).
Pertahanan misil 'kubah besi' Israel berhasil mencegat roket Hamas yang diarahkan ke kota Tel Aviv, Sabtu (17/11).
Hamas yang diserang habis-habisan terus berusaha menyerang balik. Suara sirine serangan udara bergema di Israel selatan, ketika orang-orang Palestina menembakkan puluhan roket ke seberang perbatasan Gaza. Suara sirine itu membuat warga Israel berlarian ke tempat-tempat perlindungan , sehingga jalan-jalan menjadi lengang.
 
Khalil al Hayya, seorang pemimpin Hamas di Gaza, mengatakan, Palestina bertindak untuk membela diri dan tidak akan menyerah. Ia mengatakan, “negara Zionis membunuh laki-laki, perempuan, dan anak-anak … dan perang tidak akan berakhir sampai Palestina dan Yerusalem merdeka.’
 
Operasi udara Israel dimulai Rabu dengan membunuh pemimpin militer Hamas dalam sebuah serangan udara, setelah serangan roket beberapa hari. Setelah itu, serangan udara Israel di Jalur Gaza dan serangan roket Hamas ke Israel semakin gencar.
 
Konflik itu meningkat hari Jumat, ketika Palestina menembakkan roket yang jatuh di dekat Yerusalem untuk pertama kalinya. Beberapa roket juga ditembakkan ke Tel aviv. Kedua kota itu sebelumnya tidak bisa dicapai oleh roket-roket Palestina. Namun, Hamas menyelundupkan roket-roket jarak jauh buatan Iran.
 
Karena roket-roket yang ditembakkan dari Gaza tidak henti-hentinya, kabinet Isreal mengizinkan militer untuk mengaktifkan 75.000 tentara cadangan.

Israel telah menempatkan tank-tank dan berbagai kendaraan lain berlapis baja di perbatasan serta menutup jalan-jalan utama di sekitar Jalur Gaza. Itu mengisyaratkan Israel siap melancarkan serangan darat ke wilayah Palestina.

Pejabat-pejabat Palestina mengatakan sudah 40 orang tewas di Gaza, termasuk militan dan warga sipil, sejak Israel memulai serangan-serangan udaranya beberapa hari lalu. Roket-roket Hamas menewaskan tiga warga sipil Israel. Sekitar 10 warga Israel termasuk sejumlah tentara luka-luka akibat serangan roket hari Sabtu.

Selagi pertempuran hari keempat berkobar, Presiden Amerika Barack Obama terus menekan Mesir, Turki dan negara-negara lain yang mampu mempengaruhi Hamas agar membantu mewujudkan gencatan senjata. Berbicara kepada wartawan yang menyertai Presiden ke Asia Tenggara, Deputi Penasihat Keamanan Nasional Ben Rhodes mengulangi sikap Amerika bahwa Israel berhak mempertahankan diri terhadap serangan roket dari Gaza. Ia mengatakan, presiden telah berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melalui telepon serta Presiden Mesir Mohamad Morsi dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan.

Sabtu malam, menteri-menteri luar negeri Liga Arab di Kairo bertemu dalam sidang darurat guna membahas tanggapan Arab terhadap pertempuran itu. Secara terpisah, Presiden Mesir Morsi menjadi tuan rumah pertemuan hari Sabtu dengan para pemimpin Turki dan Qatar guna mengoordinasikan pengiriman bantuan darurat ke Gaza.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 
oleh: almevira dari: jakarta
27.11.2012 01:23
masyaallah,,israel kejamnya..


oleh: annisa dari: jawa timur
26.11.2012 05:34
terlaknat kau israel.
gazaaa!!!!! jangan takut, allah bersama orang-orang yang sabar. al-qur'an telah menjanjikan buat kalian yang berjuang, syahid hadiahnya. bersatulah saudaraku.... allahu akbar!!


oleh: erwan dari: sumbawa
23.11.2012 12:45
menurut saya pemberitaan ini tidak adil... judulnya saja pertempuran yg sengit, padahal yang pas pembantaian. trus kalo korban palestina menurut pejabat palestina, kalo korban israel menurut penulisnya. iran juga dituding membantu balasan hammas tetapi amerika tidak disebutkan membantu israel. VOA ini mendukung israel yah?


oleh: retno dari: hongkong
22.11.2012 14:06
semoga kekuatan n keajaiban Alloh swt selalu menyertai org'' yg benar,,,


oleh: Muhammad Suparman dari: Jakarta
22.11.2012 03:28
Astagfirullahal'adzim bukannya dunia menginginkan perdamaian yang haqiqi, serta bukannya dengan dibentuknya PBB juga menginginkan perdamaian di muka bumi ini ditegakkan, dan menghormati serta saling menghargai satu sama lain bukannya untuk saling berselisih yang akan menimbulkan konflik yang sengit dan tak terselesaikan... Kemana saj PBB selama ini???????


oleh: Jalur dari: Gaza
21.11.2012 23:16
Kalau saja Hamas bisa menahan diri maka anak Palestina tidak akan menjadi korban perang, karena Israel tidak akan tinggal diam kalau rakyatnya dikirimin roket oleh Hamas hal serupa juga terjadi ketika muncul innocence of muslims film umat moslem dunia berperilaku barbar terhadap munculnya innocence of muslims.


oleh: Syiah dari: GAza
21.11.2012 23:10
Bila dibaca semua comentar dibawah ini, Islam masih ngotot kalau Islam adalah yang terbaik di muka bumi ini meskipun realita di zaman modern ini Islam tidak mampu buat yang terbaik buat umat manusia justru sebaliknya Islam selalu memperburuk keadaan dunia dengan ibadah jihad Islam


oleh: ibu pertiwi dari: INDONESIA
21.11.2012 20:34
ratakan gaza dengan tanah, nggak perlu toleransi buat hamas


oleh: adenana dari: Pontianak
21.11.2012 01:23
<a href="http://www.ruaitv.co.id">stop peperangan, lebih baik dangdutan ^_^</a>


oleh: Hemmm dari: Surabaya
21.11.2012 00:53
Mengapa harus ada umpatan dan kutukan yg sangat kasar...
Apakah ketika mengurusi jalur gasa, secara otomatis mengurangi kesalahan dan mendapatkan kesempatan lebih besar masuk surga???????? Peace and silent

Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook