Jumat, 24 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 12:03

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

Perlakuan Kasar atas Anak-anak Picu Perilaku Agresif Ketika Dewasa

Sebuah penelitian menunjukkan kemungkinan hubungan antara stres pada masa kanak-kanak dan perubahan otak yang mungkin menjelaskan perilaku kekerasan ketika mereka dewasa.

Perubahan neurologis yang disebabkan oleh perlakuan kasar atau peristiwa stres pada masa kanak-kanak, kemungkinan dapat memicu perilaku agresif pada masa dewasa (foto: dok).
Perubahan neurologis yang disebabkan oleh perlakuan kasar atau peristiwa stres pada masa kanak-kanak, kemungkinan dapat memicu perilaku agresif pada masa dewasa (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Jessica Berman
Tim peneliti Swiss menemukan bukti bahwa perubahan neurologis yang tampaknya disebabkan oleh perlakuan kasar atau peristiwa stres pada masa kanak-kanak dapat memicu perilaku agresif pada masa dewasa.

Ilmuwan-ilmuwan di Ecole Polytechnique Federale de Lausanne (EPFL) di Swis meneliti dampak stres psikologis pada 43 tikus muda.

Salah seorang penulis penelitian itu, Guillaume Poirier, mengatakan tim peneliti mendapati bahwa anak tikus yang dihadapkan pada situasi menakutkan selama perkembangan awal mereka, lebih agresif ketika dewasa dibandingkan tikus normal. Ketika Poirier dan rekan-rekannya mengamati aktivitas otak tikus yang stres dan membandingkannya dengan otak tikus normal, mereka menemukan perbedaan besar dalam dua bagian otak yang berhubungan dengan perilaku agresif, korteks orbitofrontal dan amigdala.

Ia memaparkan,"Kita dapat berpikir tentang amigdala sebagai pusat untuk emosi, dan korteks orbitofrontal lebih berperan dalam proses pengambilan keputusan."
 
Poirier mengatakan ada penurunan aktivitas di korteks orbitofrontal, yang biasanya memiliki efek menenangkan dalam situasi stres dan membantu individu mengatasi emosi negatif.

Pada tikus itu, peneliti juga mengidentifikasi perubahan dalam aktivitas dua gen yang mempengaruhi munculnya emosi agresif.

Salah satu gen. yang disebut MAOA, lebih aktif dalam korteks prefrontal tikus yang stres. Poirier mengatakan obat yang dikenal sebagai penghambat MAOA yang digunakan untuk mengobati depresi pada manusia, menenangkan perilaku agresif dan anti-sosial pada tikus. “Pada kenyataannya, ketika kita memberikan obat ini kepada tikus yang lebih agresif, obat itu menormalkan perilaku. Menunjukkan bahwa jika kita mengalami peristiwa awal kehidupan ini bukan berarti kita pasti mengalami gangguan emosi dan kekacauan," paparnya lagi.
 
Artikel tentang dampak stres masa kanak-kanak terhadap perilaku orang dewasa yang agresif ini dimuat dalam jurnal Translational Psychiatry.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Kebijakan Drone - Liputan Berita VOA

Presiden Amerika Barack Obama memaparkan stategi pemerintahannya menanggulangi ancaman terorisme internasional. Isu utama yang dijabarkan dalam pidato ini adalah penggunaan pesawat tidak berawak atau drone yang masih menurut analis berandil mencegah aksi terorisme meski juga dikritik banyak pihak. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya