Sabtu, 25 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 11:47

Berita / Dunia / Eropa

Perancis Imbau Penyelidikan atas Skandal Daging Kuda di Eropa

Menteri Luar Negeri Perancis mengimbau adanya penyelidikan atas skandal daging kuda di Eropa dan pemberian sanksi kepada pihak yang bersalah.

Seorang pelanggan melihat-lihat daging yang dijual di Tesco, Stortford di Inggris bagian selatan. (Foto: Dok)
Seorang pelanggan melihat-lihat daging yang dijual di Tesco, Stortford di Inggris bagian selatan. (Foto: Dok)
UKURAN HURUF - +
Menteri Luar Negeri Perancis Laurent Fabius mengimbau diadakannya penyelidikan atas skandal daging kuda di Eropa dan pemberian sanksi kepada siapa pun yang menjual daging kuda dengan label daging sapi.

Laurent Fabius mengatakan ada produsen daging yang mengambil keuntungan dari kecurangan pangan ini dan mereka harus dijatuhi hukuman.  Ia menyampaikan komentarnya Minggu (10/2) ketika sejumlah pengecer makanan di Perancis mengumumkan bahwa mereka menarik lasagna, moussaka dan produk-produk makanan lainnya yang mengandung daging yang salah label itu.

Skandal itu berawal bulan ini di Inggris ketika daging kuda ditemukan pada lasagna beku yang dijual oleh “Findus” – pengecer makanan beku berskala besar yang berkantor di Swedia.

Daging yang terdapat dalam lasagna itu diproduksi oleh perusahaan makanan Perancis “Cogel” yang umumnya mendapat pasokan daging dari perusahaan pemroses daging Perancis “Spanghero”.

Menteri Urusan Konsumen Perancis Benoit Hamon mengatakan daging kuda ini sebelumnya ditemukan di Rumania – dengan kaitan ke Perancis, Belanda, Siprus dan pedagang-pedagang lainnya.  Penyelidikan lebih menyeluruh akan dilakukan atas kemungkinan kecurangan industri makanan ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Google Glass Picu Kontroversi - VOA untuk Dunia Tekno

Tak ada yang menandingi kecanggihan kacamata Google, yang menghadirkan fungsi ponsel pintar langsung di depan mata Anda. Google Glass, nama kacamata baru Google tersebut, memang belum tersedia luas, tapi sudah menimbulkan berbagai isu seputar etika dan hak privasi. Selengkapnya berikut liputan reporter VOA Ade Astuti.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang laki-laki Irak memakai topeng logam yang biasa digunakan sebagai perangkat penyiksaan pada masa kepemimpinan rezim terguling Saddam Hussein di monumen Shaheed di Baghdad, Irak.
  • Umat Budha membawa lilin-lilin, membentuk lautan api, mengelilingi sebuah patung Budha besar pada hari Raya Waisak, untuk memperangati kelahiran, pencerahan dan wafatnya Sang Budha di kuil di Provinsi Nakhon Pathom di pinggiran kota Bangkok.
  • Dua anak laki-laki bermain kriket di pantai Marina di kota selatan India, Chennai.
  • Sebagian runtuhan jembatan Interstate 5 di Sungai Skagit di Mount Vernon, Washington.
  • Salju menutupi sebuah bangku di Brocken, di pegunungan Harz dekat Schierke, Jerman.
  • Para tentara memberikan penghormatan saat terdengar bunyi alunan terompet mengiringi sebuah pemakaman militer di dekatnya, saat mereka menaruh bendera di makam-makam di Taman Makam Pahlawan Nasional di Arlington, Virginia, 24 Mei 2013.
  • Seorang pengemudi rickshaw, semacam becak di India, tidur di rickshawnya pada suatu siang yang terik di New Delhi, India.
  • Para murid sekolah menengah yang baru lulus melepaskan kegembiraan mereka di air mancur seraya merayakan hari terakhir sekolah di Kiev.
Lainnya