Selasa, 02 September 2014 Waktu UTC: 16:42

Berita / Dunia / Afrika

Perancis Desak Warganya Tinggalkan Mali

Perancis mendesak warganya meninggalkan Mali di tengah berbagai laporan tentang peningkatan bentrokan di sana antara pasukan pro-pemerintah dan pemberontak Islami.

Warga Mali melakukan unjuk rasa di Bamako menuntut resolusi DK PBB di Mali (8/12). Perancis mendesak warganya meninggalkan Mali akibat meningkatnya kekerasan.
Warga Mali melakukan unjuk rasa di Bamako menuntut resolusi DK PBB di Mali (8/12). Perancis mendesak warganya meninggalkan Mali akibat meningkatnya kekerasan.
Laporan dari ibukota Mali, Bamako, mengatakan militer Mali telah melancarkan operasi untuk merebut kembali kota Konna, Mali Tengah yang diduduki para pejuang Islami hari Kamis.

Rincian tentang operasi itu tidak jelas tapi menurut sejumlah saksi mata helikopter dan pesawat terlihat mendarat Kamis malam di Mopti, kota dekat Konna.

Dalam pidato hari Jumat, Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan negaranya siap ikut menghentikan upaya militan Islam melangkah maju di Mali. Dia menambahkan bahwa Perancis akan menanggapi permintaan Mali untuk diberi bantuan “hanya sebatas kerangka" resolusi Dewan Keamanan PBB.

Beberapa jam kemudian, kementerian luar negeri Perancis menyarankan warga Perancis di Mali untuk meninggalkan negara itu "untuk sementara" dengan menggunakan penerbangan komersial di ibukota, Bamako.

Kedutaan besar Amerika di Bamako telah mengeluarkan peringatan baru yang mengingatkan warga Amerika supaya tidak melakukan perjalanan ke Mali.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook