Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 00:13

Berita / Dunia / Eropa

Pentagon Bersihkan Nama Panglima Pasukan AS di Afghanistan dari Kemungkinan Skandal

Para penyelidik Pentagon telah membersihkan nama panglima pasukan Amerika di Afghanistan, Jenderal John Allen, dari kemungkinan terkait skandal Jendral Petraeus.

Foto mantan pimpinan CIA David Petraeus (kiri) dan Panglima Pasukan AS di Afghanistan, Jendral John Allen (Foto: dok). Pentagon telah membersihkan nama Jendral Allen dari kemungkian terkait skandal Jendral Petraeus.
Foto mantan pimpinan CIA David Petraeus (kiri) dan Panglima Pasukan AS di Afghanistan, Jendral John Allen (Foto: dok). Pentagon telah membersihkan nama Jendral Allen dari kemungkian terkait skandal Jendral Petraeus.
UKURAN HURUF - +
Jenderal John Allen, panglima pasukan Amerika di Afghanistan, pernah berkirim email dengan Jill Kelley, satu dari dua wanita yang menjadi pangkal skandal yang memaksa Petraeus meletakkan jabatan tahun lalu dari pimpinan Badan Pusat Intelijen Amerika, CIA.

Nama Allen muncul ketika penyelidikan diadakan. Pentagon memerintahkan penyelidikan terpisah, dengan mengatakan email-email tersebut mengandung kemungkinan pelanggaran peraturan tingkah-laku bagi perwira-perwira tinggi militer. Jenderal tersebut membantah berbuat kesalahan.

Presiden Barrack Obama telah mencalonkan Jenderal Allen untuk memegang komando semua pasukan NATO di Eropa. Sidang Senat mengenai pencalonan itu ditangguhkan karena penyelidikan tersebut, tetapi presiden tetap mendukung Allen.

Jenderal Allen mengambil alih komando pasukan Amerika di Afghanistan dari Jenderal Petraeus tahun 2011 ketika Petraeus menjadi pimpinan CIA.

Petraeus meletakkan jabatan ketika ia mengaku pernah berselingkuh dengan penulis riwayat hidupnya, Paula Broadwell.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya