Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 04:36

Berita / Indonesia

Penggiat Bambu Yogyakarta Desak Pemerintah Tanam Bambu Secara Meluas

Para penggiat bambu di Yogyakarta mendesak pemerintah mengeluarkan kebijakan penanaman bambu secara luas sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Industri angklung terancam gulung tikar akibat kekurangan bahan baku bambu (Foto: VOA/ Munarsih)
Industri angklung terancam gulung tikar akibat kekurangan bahan baku bambu (Foto: VOA/ Munarsih)
UKURAN HURUF - +
Munarsih Sahana
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Retno Widiastuti dari: Yogyakarta
05.02.2013 09:09
Pak Wahyono, kita memiliki lebih dari 150 jenis bambu. Pernyataan Pak Kukuh BPDAS dan komentar anda juga benar. bambu apus Rp. 3000 di Sleman, Magelang, Purworejo, dsk itupun nebang sendiri di tempat yang sulit dan curam; Rp. 4000 jika bambu ditebang di pekarangan dan mudah. Jika diawetkan bambu apus bisa dihargai Rp 24.000. Untuk bambu betung menebang sendiri harga Rp. 30.000 - 40.000 tergantung lokasi, jika telah diawetkan bisa mencapai Rp. 150.000. Kegunaan bambu sejak akar sampai daun semua bermanfaat, sehingga bambu disebut " the tree of life", jika mas Wahyono dan siapa saja berminat untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat melalui bambu, silahkan bergabung dengan kami dan saya akan email artikel-artikel tentang manfaat bambu di dalam maupun luar negeri


oleh: wahyono dari: kota solo
03.02.2013 12:42
siapa bilang bambu per batang 20000? kalau 3 000 per batang bener.
itu yang menjadikan masyarakat enggan menanam bambu.
coba sosialisasikan kriteria bambu yang diperlukan, harganya , dan jaminan dibeli semua bambu yang memenuhi persyaratan, pasti tak akan kekurangan pasokan.

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA 21 Mei 2013

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya