Selasa, 21 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 04:50

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Pengadilan Bangladesh Hukum Mati Ulama Perang Pakistan Tahun 1971

Pengadilan perang Bangladesh telah menjatuhkan hukuman mati kepada Abul Kalam Azad, seorang ulama Muslim atas tindakannya dalam perang kemerdekaan dari Pakistan tahun 1971.

Abul Kalam Azad (kiri) dan ibunya Monwara Begum (tengah) dan saudara perempuannya Roasana Akhter (kanan) saat dibawa ke pengadilan di Narayanganj, 16 kilometers sebelah tenggara Dhaka, Bangladesh, 26 November 2000 (Foto: dok).
Abul Kalam Azad (kiri) dan ibunya Monwara Begum (tengah) dan saudara perempuannya Roasana Akhter (kanan) saat dibawa ke pengadilan di Narayanganj, 16 kilometers sebelah tenggara Dhaka, Bangladesh, 26 November 2000 (Foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Pengadilan perang Bangladesh telah menjatuhkan hukuman mati kepada seorang ulama Muslim karena apa yang disebut pengadilan kejahatan terhadap kemanusiaan atas tindakan-tindakannya dalam perang kemerdekaan dari Pakistan tahun 1971.

Abul Kalam Azad, yang diadili in absentia karena ia telah menjadi buron selama kira-kira satu tahun, adalah orang pertama yang didapati bersalah oleh pengadilan kontroversial itu yang diciptakan oleh pemerintah untuk mengadili para tersangka penjahat perang.

Tiga juta orang tewas dan ratusan ribu perempuan diperkosa dalam perang selama sembilan tahun itu. Pihak berwenang mengatakan para pemimpin Islamis bekerjasama dengan militer Pakistan dalam melakukan kekejaman dalam konflik itu.

Partai Jamaat-e-Islami menuntut pihak berwenang agar menghentikan peradilan para pemimpin tertingginya atas tuduhan kejahatan perang. Partai itu dan sekutunya, oposisi utama Partai Nasionalis Bangladesh, mengatakan bahwa partai yang berkuasa membentuk pengadilan khusus kejahatan perang itu untuk menarget lawan-lawan politik.

Human Rights Watch yang berbasis di New York mengatakan prosedur hukum yang digunakan oleh pengadilan itu tidak memenuhi standar internasional.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Respon AS terhadap Konflik Rohingya - Liputan Berita VOA 21 Mei 2013

Seperti di tanah air, aksi kekerasan terhadap Muslim Rohingya juga mendapat perhatian dari pemerintah maupun sebagian rakyat Amerika Serikat. Presiden Barack Obama meminta pemerintah Burma yang juga dikenal sebagai Myanmar serius merespon serangan dan relokasi paksa warga Rohingya. Amerika berharap berbagai konflik etnis di negara yang baru berdemokrasi tersebut bisa segera diatasi. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang wanita mempersiapkan upacara tradisional Gwan-Rye di Seoul, Korea Selatan. Upacara ini diadakan bagi anak laki-laki dan perempuan yang menginjak usia 20 tahun, sebagai individu yang independen.
  • Sebuah balon udara jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan yang lain selama perjalanan di Cappadocia, Turki. Dua wisatawan Brazil tewas dan 23 orang lainnya terluka akibat tabrakan dua balon udara tersebut.
  • Perempuan dan anak-anak antri untuk mengambil air dari keran di sebuah kamp bagi para pengungsi di kota al-Mazraq, provinsi Hajja, Yaman barat laut.
  • Badai tornado (puting beliung) hampir menyentuh tanah di dekat South Haven, di negara bagian Kansas, AS.
  • Para fotografer bekerja selama sesi pemotretan untuk film "Blood Ties" di Festival Film Cannes ke-66 di Cannes, Prancis.
  • Seorang wanita mengenakan gaun dari bunga segar yang dirancang oleh desainer Zita Elze, berpose untuk difoto di sebuah taman pada pameran bunga Chelsea, di London, Inggris.
  • Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un (tengah) dan isterinya Ri Sol-ju saat berkunjung ke kamp anak-anak 'Pyongyang Myohyangsan' yang terletak di kaki Gunung Myohyang di Provinsi Phyongan Utara (foto courtesy: KCNA).
  • Pekerja mendorong sebuah rakit bambu besar, sementara yang lain mencoba membongkar bagian-bagian rakit bambu itu di Sittwe, negara bagian Rakhine, Burma.
  • Para pebalap sepeda naik tanjakan dalam etape ke-15 sepanjang 146 km, lomba balap sepeda Giro d'Italia di perbatasan Italia-Perancis.
  • Para anggota kelompok Castellers "Vila de Gracia" mulai membentuk menara manusia yang disebut "castell" di lingkungan Barcelona Gracia, di Catalonia, Spanyol.
Lainnya