Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 18:05

Berita / Dunia / Asia Pasifik

Pengacara Pemerkosa di India Tuduh Polisi Manipulasi Bukti

Pengacara M.L. Sharma mengatakan hari Kamis (10/1), polisi India telah memanipulasi bukti untuk membuat ketiga kliennya tampak bersalah.

Polisi India melakukan penjagaan gedung pengadilan di New Delhi, di mana para tersangka kasus perkosaan diadili (10/1).
Polisi India melakukan penjagaan gedung pengadilan di New Delhi, di mana para tersangka kasus perkosaan diadili (10/1).
UKURAN HURUF - +
Pengacara tiga tersangka dalam pengadilan kasus perkosaan beramai-ramai di India mengatakan, klien-kliennya akan mengaku tidak bersalah dan ia menuduh polisi menggunakan kekerasan untuk mendapat pengakuan dari mereka.

M.L. Sharma mengungkapkan hal itu kepada para wartawan, Kamis, menjelang sidang tertutup di New Delhi. Ia mengatakan polisi memanipulasi bukti untuk membuat ketiga kliennya tampak bersalah.

Proses pengadilan lima dari enam tersangka dijadwalkan akan berlangsung cepat sebagai tanggapan atas kemarahan publik karena kebrutalan serangan itu.

Tersangka keenam berusia di bawah 18 tahun dan akan diadili secara terpisah di pengadilan remaja.

Para tersangka dituduh menyerang perempuan berusia 23 tahun dan teman prianya setelah merayu mereka untuk naik sebuah bis di New Delhi pada tanggal 16 Desember. Kedua korban dipukuli dengan batangan logam.  Perempuan itu diperkosa beramai-ramai dan kedua korban dilempar keluar dari bis.

Perempuan yang hingga kini dirahasiakan namanya itu meninggal karena luka yang dideritanya pada tanggal 29 Desember di sebuah rumah sakit di Singapura, di mana ia dirawat.

Pihak berwenang India telah menuduh para tersangka melakukan pembunuhan, pemerkosaan, penculikan dan kejahatan lain. Para pejabat mengatakan, mereka akan mengusahakan hukuman mati bila para tersangka itu terbukti bersalah.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Ofensif Militer Suriah sebagai Alat Negosiasi - Liputan Berita VOA 23 Mei 2013

Amerika Serikat terus mendesak perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah untuk bertemu di Jenewa pada Juni mendatang guna mengakhiri perang saudara yang telah dua tahun lebih berkecamuk. Konflik antara kedua pihak diperkirakan telah menewaskan setidaknya delapan puluh ribu warga Suriah dan mengancam stabilitas negara-negara tetangga seperti Lebanon dan Yordania. Selengkapnya dilaporkan Nova Poerwadi dan tim VOA dari Washington, D.C.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya