Kamis, 31 Juli 2014 Waktu UTC: 03:21

Berita / AS

Penembakan di Sebuah SD di Connecticut Tewaskan Lebih dari 20 Orang

Sedikitnya 26 orang, termasuk anak-anak, tewas dalam penembakan di sebuah sekolah dasar negara bagian Connecticut, Amerika, Jum'at (14/12).

Anak-anak SD Sandy Hook di Newtown, Connecticut dibawa ke tempat aman oleh polisi setelah terjadi penembakan Jumat pagi (14/12).
Anak-anak SD Sandy Hook di Newtown, Connecticut dibawa ke tempat aman oleh polisi setelah terjadi penembakan Jumat pagi (14/12).
Seorang pria menembakkan senjatanya pada Jumat (14/12) di dalam dua ruangan kelas sebuah sekolah dasar di negara bagian Connecticut, menewaskan paling tidak 26 orang, termasuk 20 anak-anak. Para siswa bersembunyi di pojokan dan lemari dengan bergetar ketakutan saat bunyi tembakan bergema di seluruh gedung Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown.

Pembunuh berusia 20 tahun itu membawa dua senjata tangan dan kemudian bunuh diri di sekolah tersebut.

Polisi dan kendaraan darurat lain berada di lokasi kejadian dan tayangan televisi menunjukkan anak-anak segera diminta keluar dari sekolah. Para orangtua bergegas mencari anak-anaknya di Sekolah Dasar Sandy Hook di Newtown, sebuah daerah kaya berpenduduk 27.000 orang, sekitar 90 kilometer dari New York City.

Para orangtua menjemput anak-anaknya dari Sekolah Dasar Sandy Hook, Newton, Connecticut, menyusul penembakan yang terjadi. (Foto: Reuters)Para orangtua menjemput anak-anaknya dari Sekolah Dasar Sandy Hook, Newton, Connecticut, menyusul penembakan yang terjadi. (Foto: Reuters)
x
Para orangtua menjemput anak-anaknya dari Sekolah Dasar Sandy Hook, Newton, Connecticut, menyusul penembakan yang terjadi. (Foto: Reuters)
Para orangtua menjemput anak-anaknya dari Sekolah Dasar Sandy Hook, Newton, Connecticut, menyusul penembakan yang terjadi. (Foto: Reuters)
Tersangka dalam penembakan itu adalah Adam Lanza, 20, anak seorang guru di sekolah tersebut. Sang ibu, Nancy Lanza, diperkirakan termasuk dalam korban yang tewas.

Abang tersangka, Ryan, 24, dari Hoboken, New Jersey, sedang diinterogasi oleh polisi, menurut sumber kantor berita AP. Ryan mengatakan pada pihak berwenang bahwa adiknya diyakini menderita sakit mental dan “agak autis”.

Presiden Amerika Barack Obama mengatakan ia dan semua orang tua di seluruh pelosok Amerika turut merasakan duka cita yang mendalam atas penembakan massal tersebut dan menyebut penembakan itu kejahatan yang mengerikan.

Presiden Obama, terlihat mengusap air matanya saat berbicara di Gedung Putih, dan sangat sedih saat mengatakan sebagian besar korban penembakan tersebut adalah anak-anak.

Menurut Obama, telah  terlalu banyak tragedi demikian dalam beberapa tahun ini di Amerika dan mengimbau agar seluruh warga harus bersatu dan mengambil tindakan yang bermakna untuk mencegah terjadinya insiden semacam itu lagi.

Dalam sebuah pernyataan, Presiden Obama memerintahkan pengibaran bendera-setengah tiang di Gedung Putih dan gedung-gedung pemerintah lainnya hingga hari Selasa (18/12). Gubernur Dannel Malloy menyebut penembakan tersebut merupakan sebuah tragedi yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata.

Serangan tersebut merupakan penembakan di sekolah paling mematikan kedua setelah pembantaian di Virginia Tech yang menewaskan 33 orang pada 2007.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: sukandi dari: jakarta
20.12.2012 05:48
Itu Obama bersedih dan mengusap air matanya atas tragedi penembakan di Sandy Hook yang menewaskan 26 orang. K
Sepertinya Obama punya iman dan punya jiwa kemanusiaan, padahal sih tidak demikian sama sekali. Buktinya, bagaimana Obama membela dan memihak kepada Israel yang akhirnya Israel membunuh ratusan bahkan ribuan orang di Palestina, di Irak, di Afganistan dan mungkin dilain negara. Ini berarti memihak kepada pembunuh dan/atau pembantai. Mungkin Obama tetap mempunyai iman bila di dalam tempat ibadahnya. tetapi setelah keluar dari tempat ibadahnya imannya tidak ada.


oleh: david
19.12.2012 00:45
Ini sangat keterlaluan bila obama tidak mengambil, suatu tindakan.


oleh: Sugeng Rianto dari: Sidoarjo, Indonesia
17.12.2012 16:10
Sungguh biadab bagi si pelaku, tragis dan memilukan bagi korban dan keluarganya. Ini akibat kebebasan kepemilikan senjata api dengan alasan keamanan diri, di negara yang menjamin kebebasan warganya. Tragedi kemanusiaan yang tak boleh terulang lagi, di manapun dan kapanpun.


oleh: Ruri Sabdillah dari: Medan, Indonesia
15.12.2012 13:19
Semoga peristiwa seperti ini tidak terjadi lagi!


oleh: Mas Eko dari: Riau
15.12.2012 07:20
turut berduka cita atas tragedi yang terjadi..


oleh: Made Jayadi dari: Makassar
15.12.2012 05:28
Turut berduka cita, semoga keluarga korban mendapat ketabahan.


oleh: Mr. Famous dari: Indonesia
15.12.2012 01:36
Turut prihatin atas apa yang terjadi. Semoga para keluarga diberi ketabahan. Selama senjata api masih bisa diakses secara legal...tragedi semacam ini kemungkinan akan terus berulang.

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook