Kamis, 23 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 23:48

Berita / Gaya Hidup / Kesehatan

Tim Peneliti AS Kembangkan Teknik Kehamilan Baru

Tim peneliti AS mengembangkan teknik yang bisa membantu perempuan tidak subur hamil dengan cara memproduksi sel telur baru dari indung telur mereka sendiri.

Melalui penelitian pada tikus percobaan, tim peneliti AS berhasil mengembangkan teknik yang kelak bisa membantu perempuan yang mengalami kesulitan untuk hamil (foto: dok).
Melalui penelitian pada tikus percobaan, tim peneliti AS berhasil mengembangkan teknik yang kelak bisa membantu perempuan yang mengalami kesulitan untuk hamil (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Banyak perempuan tidak bisa hamil karena kondisi yang dikenal sebagai Polycystic Ovary Syndrome atau Sindrom Ovarium Polikistik, di mana indung telur tidak bisa mengeluarkan hormon yang cukup untuk merangsang produksi telur. Cedera pada ovarium yang disebabkan oleh radiasi atau bedah juga dapat menganggu kemampuan perempuan memroduksi cukup telur yang baik supaya bisa hamil.

Anthony Atala, Direktur Pengobatan Regeneratif di Lembaga Forest Wake di Winston-Salem, North Carolina, mengatakan, penyakit ovarium yang tidak bisa memroduksi telur yang sehat juga sering dialami perempuan pra-menopause yang lebih tua.

"Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, potensi kesuburannya turun secara substansial. Bahkan, setelah usia 30 tahun, kesuburan turun secara jelas. Setelah usia 40 tahun, semakin sulit untuk hamil dan itu terkait dengan kualitas telur dalam indung telur," paparnya.

Diperkirakan 10 persen perempuan berusaha hamil sedikitnya selama setahun. Setelah itu, mereka dianggap tidak subur.

Atala dan rekan-rekan sejawatnya merangsang produksi telur yang belum matang dari sel indung telur tikus. Atala mengatakan bahwa sel itu setara dengan sel telur perempuan berusia 25 tahun.

Mereka menaruh sel itu selama seminggu di dalam cawan petri yang diisi dengan unsur-unsur kimia penumbuh kaya nutrisi, kemudian menempatkan sel itu di bawah gel penutup yang memungkinkan sel itu tumbuh secara tiga dimensi, dan bukannya dalam satu lapisan. Setelah tiga minggu, para ilmuwan meniliti telur yang belum matang itu, yang menonjol dari beberapa kelompok sel indung telur, untuk mempelajari pertumbuhan, produksi hormon, dan kemampuan telur-telur itu untuk menunjukkan gen.

Atala mengatakan, telur muda itu menghasilkan hormon yang ada pada telur normal tahap awal. 

"Penelitian kami masih dalam tahap awal, tetapi benar-benar menunjukkan bahwa sel dapat diperoleh dan telur dapat dikembangkan. Telur itu dapat dimatangkan setidaknya sampai titik tertentu," papar Atala lagi.

Atala mengatakan, langkah berikutnya adalah mencoba menghasilkan telur yang layak dari sel indung telur manusia. Atala memperkirakan akan menggunakan teknik fertilisasi in fitro, dengan sperma ayah untuk menyuburkan secara artifisial telur yang baru dibuat di luar rahim. Telur yang dibuahi itu kemudian dikembalikan ke rahim ibu untuk kehamilan normal.

Atala memaparkan temuannya itu pada pertemuan Kongres Klinis Perhimpunan Dokter Bedah Amerika tahun 2012 baru-baru ini.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Festival Bonsai di Washington DC - Liputan Feature VOA

Seni bonsai yang berasal dari Jepang, kini semakin banyak digemari di Amerika. Ini terlihat dari antusiasme pengunjung yang datang ke acara “Festival Bonsai”. Acara tahunan menyambut musim semi di Washington DC ini, diadakan atas kerjasama beberapa perkumpulan bonsai dan Taman Nasional Arboretum. Seni bonsai tidak hanya cantik dilihat, tapi juga dapat menjadi sumber mata pencaharian, serta menjadi sarana melepas stress dari rutinitas sehari-hari.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang polisi Inggris membawa bunga di dekat lokasi pembunuhan seorang tentara Inggris di Woolwich, London tenggara.
  • Lego terbesar di dunia yang dibuat berdasarkan model pesawat pada film Star Wars, dipajang di Times Square, New York.
  • Orang-orang menarikan tarian "al-Bara" dalam upacara pernikahan massal di Sana'a, Yaman.
  • Pembalap Red Bull Sebastian Vettel dari Jerman tampak pada helm petugas pemadam kebakaran di pit saat sesi latihan di arena balap Monaco.
  • Seorang pria mengumpulkan bunga teratai untuk dijual, di kolam Bindu Sagar di kota Bhubaneswar, India.
  • Kilatan halilintar di atas langit kota Zhuhai, Provinsi Guangdong, China.
  • Para kadet Tentara Nasional Afghanistan menghadiri upacara wisuda mereka di Pusat Pelatihan Militer di Kabul.
  • Air mancur yang menyala sebagai bagian dari Aquatique International Show, di pelabuhan Darling, kota Sydney, Australia.
  • Seorang pejalan kaki membawa payung berjalan melewati layar raksasa di kota Boston, Massachusetts, AS.
  • Seorang pengunjung berdiri di belakang ilustrasi seekor burung hantu, bagian dari pameran di kota St Petersburg, Rusia.
Lainnya