Kamis, 23 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 16:56

Berita / Dunia / Afrika

Hollande: Penculik Mungkin Pisahkan Tawanan Perancis

Presiden Perancis, Hollande hari Kamis tidak merinci mengapa ia yakin para penculik memisahkan tujuh orang anggota keluarga warga Perancis itu.

Presiden Perancis, Francois Hollande memberikan keterangan mengenai penculikan warga Perancis di Kamerun (foto: dok).
Presiden Perancis, Francois Hollande memberikan keterangan mengenai penculikan warga Perancis di Kamerun (foto: dok).
UKURAN HURUF - +
Presiden Perancis Francois Hollande mengatakan kawanan bersenjata yang menculik sekeluarga warga Perancis yang berjumlah tujuh orang di Kamerun minggu ini kemungkinan telah memisahkan keluarga itu dalam dua kelompok.

Presiden Hollande hari Kamis tidak merinci mengapa ia yakin para penculik memisahkan keluarga itu.

Ia memberitahu wartawan bahwa pihak berwenang Perancis bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidik Kamerun dan Nigeria untuk berupaya menemukan keluarga Perancis itu dan cara yang terbaik adalah dengan bekerja  “secara diam-diam”.

Hari Selasa kawanan bersenjata yang tidak diketahui identitasnya dengan bersepeda motor  menculik anggota keluarga itu sewaktu mereka berlibur di sebuah kota di Kamerun utara, dekat perbatasan Nigeria. Empat diantara sandera itu adalah anak-anak.

Para penyelidik yakin kawanan bersenjata itu membawa keluarga tersebut melintasi perbatasan menuju Nigeria.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab tapi Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian menyalahkan kelompok militan Boko Haram.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video kilasvoa_20130524

Menlu AS John Kerry bertemu terpisah dengan pejabat Palestina dan Israel membahas proses damai Timur Tengah. Pengamanan London setelah pembunuhan bermotif terorisme terhadap seorang tentara Inggris. Pemecahan rekor penerbangan terlama menggunakan pesawat tenaga surya. Llama dan alpaca menghibur pasien anak-anak di sebuah RS di Portland, AS.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Tanda bertuliskan "Tuhan Memberkati Moore" dipasang di gedung teater Warren di Moore, Oklahoma, saat para pekerja memperbaiki bangunan yang rusak karena tornado itu (22/5). (Reuters/Adrees Latif)
  • Bendera Amerika terkulai di jendela yang hancur di rumah keluarga Wayne Osmus di Moore, Oklahoma. Keluarga Osmus bersembunyi di lemari Senin (20/5) setelah angin membuat mereka tidak dapat masuk ke tempat perlindungan badai. (AP/Allen Breed)
  • Charles Taber membuka bungker yang baru dibangun dua minggu lalu, yang menyelamatkan nyawanya dari tornado di Oklahoma City. (Reuters/Rick Wilking)
  • Pegawai perusahaan asuransi Farmers Insurance, Paul Gaipo, melihat mobil-mobil yang rusak karena tornado di sebuah mal yang hancur di Moore, Oklahoma (22/5).
  • Tim pencarian dan penyelamatan dari Tennessee melakukan pencarian di Moore, Oklahoma (22/5).(AP/Charlie Riedel)
  • Susan Kates menyelamatkan barang-barang dari rumah temannya yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma (22/5). (AP/Charlie Riedel)
  • Claudia Clark membersihkan tempat pemakaman di Moore, Oklahoma (22/5).
  • Sisa kamar tidur dari rumah yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma (22/5). (Reuters/Rick Wilking)
  • Rumah-rumah yang hancur karena tornado di Moore, Oklahoma, dilihat dari udara (21/5). (AP/Tony Guiterrez)
Galeri Foto

Galeri Foto Oklahoma Mulai Pemulihan Pasca Bencana

Moore di pinggiran Oklahoma City, negara bagian Oklahoma, memulai tugas berat pemulihan pasca tornado dahsyat yang menyapu kota itu pada 20 Mei.
Lainnya