Kamis, 28 Agustus 2014 Waktu UTC: 23:15

Berita / Politik

Pemilu Zimbabwe yang Bisa Dipercaya Bisa Dorong AS Cabut Sanksi Ekonomi

Pejabat-pejabat Amerika yang sedang berkunjung ke Zimbabwe mengatakan hasil pemilu yang bisa dipercaya mungkin bisa membuat Amerika mencabut sanksi ekonomi terhadap para pemimpin negara Afrika itu.

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe (kanan) dan Perdana Menteri Morgan Tsvangirai (Foto: dok). Menurut AS, Zimbabwe telah memperbaiki nasib warganya dalam empat tahun terakhir. AS memperkirakan akan dapat mencabut sanksi ekonomi terhadap pemimpin-pemimpin negara itu apabila kemajuan itu terus dijalankan. (Foto: dok).
Presiden Zimbabwe Robert Mugabe (kanan) dan Perdana Menteri Morgan Tsvangirai (Foto: dok). Menurut AS, Zimbabwe telah memperbaiki nasib warganya dalam empat tahun terakhir. AS memperkirakan akan dapat mencabut sanksi ekonomi terhadap pemimpin-pemimpin negara itu apabila kemajuan itu terus dijalankan. (Foto: dok).
Wakil Asisten Menteri Luar Negeri Amerika untuk Urusan Afrika, Reuben Brigety, mengatakan kepada wartawan di Harare hari Jumat (22/2) bahwa Zimbabwe telah memperbaiki nasib warganya dalam empat tahun terakhir. Ia mengatakan kemajuan yang terus dijalankan itu mungkin bisa membuat Amerika mencabut sanksi ekonomi terhadap pemimpin-pemimpin negara itu.
 
Namun, Wakil Assisten Menteri Luar Negeri Amerika urusan HAM dan Pembangunan, Karen Hanrahan, mengatakan pemerintahan Obama mengkhawatirkan beberapa tindakan baru-baru ini yang mungkin merugikan semua pencapaian yang telah diperoleh di Zimbabwe.

“Amerika prihatin dengan kecenderungan-kecenderungan yang muncul yang membuat kemajuan yang sudah dibuat Zimbabwe terancam. Karena semakin dekat dengan pemilu, sebagian pihak berusaha mendorong negara kembali ke dalam lingkaran setan intimidasi, kekerasan, dan ketidakstabilan,” ujarnya.
 
Kunjungan oleh kedua pejabat Amerika ke Zimbabwe itu bertepatan dengan laporan-laporan, polisi menyerang kantor-kantor organisasi sipil dan menyita barang-barang, termasuk radio yang akan dibagikan kepada penduduk di wilayah pedesaan.
 
Hanrahan mengatakan Amerika mengetahui laporan intimidasi oleh militer dan polisi Zimbabwe itu.
 
Zimbabwe diperkirakan akan mengadakan pemilu pada pertengahan tahun ini, dengan asumsi, warga akan menyetujui rancangan konstitusi baru dalam referendum tanggal 16 Maret.
 
Pemilu itu akan mengakhiri pemerintahan gabungan antara Presiden Robert Mugabe dan Perdana Menteri Morgan Tsvangirai yang terbentuk tahun 2009, setelah diadakannya pemilu yang diwarnai perselisihan dan kekerasan tahun sebelumnya.
 
Ditanya kapan Amerika akan mencabut sanksi terhadap Mugabe dan sebagian pejabat partai ZANU-PF, Wakil Assisten Menteri Luar Negeri Amerika urusan Afrika, Reuben Brigety mengatakan, Amerika siap mengambil langkah-langkah sesuai dengan hasil perkembangan positif di negara ini. "Sifat kebijakan sanksi kami tidak akan berubah sampai tiga syarat utama, dipenuhi secara positif. Pertama, referendum damai, kedua, adanya serangkaian langkah antara referendum dan pemilu, dan akhirnya, pemilu yang bisa dipercaya dan tanpa kekerasan,” kata Reuben Brigety.
 
Amerika dan banyak negara Barat melarang Mugabe dan sebagian sekutu politiknya bepergian ke negara mereka dan membekukan rekening bank mereka mulai tahun 2002, setelah adanya laporan-laporan pelanggaran HAM, dan kecurangan pemilu tahun itu.
 
Uni Eropa mencabut sebagian sanksi itu minggu ini, dan mengatakan akan mengkaji sisanya apabila pemilu yang hasilnya bisa dipercaya diadakan tahun ini. (Sebastian Mhofu)
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook