Selasa, 30 September 2014 Waktu UTC: 05:56

Berita / Indonesia

RI Pertimbangkan Kembali Bendera dan Lambang Aceh

Pemerintah Indonesia akan mengevaluasi penetapan bendera dan lambang Aceh, yang diambil dari lambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Bendera Aceh yang mengadopsi bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). (Foto: Courtesy Wikipedia)
Bendera Aceh yang mengadopsi bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). (Foto: Courtesy Wikipedia)
Fathiyah Wardah
Pemerintah pusat menyatakan akan mengevaluasi qanun (aturan daerah) bendera dan lambang Aceh yang disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pekan lalu, ujar seorang pejabat pemerintahan.

Atribut baru itu dinilai melanggar Undang-Undang Pemerintahan Daerah karena mengadopsi bendera dan lambang Gerakan Aceh Merdeka (GAM), dan bisa dibatalkan oleh Presiden.

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri, Reydonizar Moenek mengatakan  Undang-Undang No.32/2004 tentang pemerintahan daerah dan Peraturan Pemerintah No. 77/2007 tentang lambang daerah secara tegas mengatur bahwa desain lambang dan bendera daerah itu tidak boleh memiliki persamaan atau menginspirasi warga dengan desain lambang dan bendera organisasi terlarang atau gerakan separatis.

Kementerian Dalam Negeri, menurut Reydonizar, akan secepatnya  meminta klarifikasi dari Pemerintah Provinsi Aceh. Jika dalam evaluasi nanti terbukti qanun bendera dan lambang aceh itu melanggar aturan, maka pemerintah pusat dalam hal ini Presiden dibolehkan membatalkan qanun tersebut, ujarnya.

Raydonizar juga mengatakan selama ini tidak ada konsultasi antara pemerintah daerah dengan Kementerian Dalam Negeri dalam proses penyususunan Qanun Bendera dan Lambang Aceh.

“Silakan tetapkan dengan peraturan daerah tapi tetap kita akan melakukan evaluasi dan klarifikasi sesuai dengan Pasal 145 UU No. 23/2004. Jika nanti ternyata kita temukan bahwa itu bertentangan dengan peraturan dan perundangan yang lebih tinggi maka dengan sendirinya dimungkinkan untuk dilakukan pembatalan,” ujarnya pada Selasa (26/3).

“Qanun tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. Dulu pernah kita lakukan satu kali membatalkan qanun Aceh.”

Qanun bendera dan lambang Aceh disahkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada Jumat pekan lalu.  Qanun yang terdiri atas enam bab dan 28 pasal itu menetapkan bendera Aceh berbentuk persegi empat dengan warna dasar merah dan terdapat dua garis lurus berwana hitam dibagian atas dan bawah. Di bagian tengah bendera terdapat gambar bulan sabit dan bintang berwarna putih.

Sementara untuk lambang Provinsi Aceh ditetapkan berbentuk gambar burak singa, rencong, gliwang rangkaian bunga, daun padi dan jangkar. Kedua desain bendera dan lambang tersebut persis sama dengan lambang dan bendera yang digunakan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dulu.

Setelah disahkan, bendera Aceh akan dikibarkan di samping bendera merah putih di kantor-kantor pemerintahan,  sementara lambang Aceh akan digunakan di berbagai kop surat pemerintahan daerah.

Dewan Perwakilan Rakyat Aceh mengklaim mayoritas rakyat menerima pengesahan bendera dan lambang Aceh tersebut dan siap mempertahankan argumen mereka terkait qanun ini ke pemerintah pusat.

Angota DPR Aceh dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Haryadi, menyatakan  penggunaan lambang dan bendera yang sama dengan GAM tidak perlu dikhawatirkan lagi mengingat  organisasi  GAM sudah  tidak ada. Lambang dan bendera tersebut, kata Haryadi, sudah dikenal warga Aceh jauh sebelum GAM terbentuk.

“Saya kira kita bisa bangun saling kepahaman, pengertian dan kepercayaan, kalau kondisinya sudah kondusif dan semua sudah sepakat untuk bekerja mengejar ketertinggalan pembangunan dan tidak lagi cerita merdeka, tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan. Kita sudah sepakat kemarin ini hanya semacam pemersatu kebanggan lama Aceh bahkan sebelum GAM mengambil lambang ini sebagai lambang mereka,” ujarnya.
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 
oleh: mukhtar. dari: medan
22.04.2013 15:34
saya rasa lambang bendera ini sudah tepat walaupun Undang-Undang No.32/2004 tentang pemerintahan daerah dan Peraturan Pemerintah No. 77/2007 tentang lambang daerah secara tegas namun Dewan Perwakilan Rakyat Aceh mengklaim mayoritas rakyat menerima pengesahan bendera dan lambang Aceh tersebut dan siap mempertahankan argumen mereka terkait qanun ini ke pemerintah pusat. kemudian Angota DPR Aceh dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Haryadi, menyatakan penggunaan lambang dan bendera yang sama dengan GAM tidak perlu dikhawatirkan lagi mengingat organisasi GAM sudah tidak ada. Lambang dan bendera tersebut, kata Haryadi, sudah dikenal warga Aceh jauh sebelum GAM terbentuk. jadi jangan suuzon dengan lambang dan bendera aceh ini agar aceh dapat menikmati nikmai damai yang sudah dicapai dan tetap dalam NKRI


oleh: anek luengsa dari: medan
21.04.2013 04:58
aceh setelah mendapat otonomi khusus istimewa dari pemerintah berdasarkan perjanjian yang sudah ditandatangi kedua belah pihak kok masih repot, biarkan aceh melaksanakan MOU helsinky asal tetap dibawah NKRI, berikan pada anak pertama ini kebebasan dalam berbuat tetapi tidak keluar dari perjanjan yang sudah disepakati, takut saya aceh kalau miring tidak bisa kalau telungkup boleh (singet han jitem melongkop jetem pepatah mengatakan aceh suka berperang padang suka bicara, jawa suka mengatur dan yang dikantor batak, maka dari itu berhati-hatilah menyikapi kalau dijak ber beperang memang sudah prinsipnya, kalau pandai ambil hati dengan aceh apapun yang dimiliki dikasihnya, sebagai contoh indonesia belum punya kapal tebang aceh membelikannya kemudian saat gubenur ibahim hasan sppresiden suharto mengajak aceh menutup anggaran dengan mengumpulkan mas ini aceh paling menyumbang masih banyak lagi lain-lain, kenapa gara-gara lambang aceh, aceh memnta pemerintah elergi sampai dunia pun geger masalah lambang aceh, ini pertanda nama aceh masih tercatat dimata dunia, maka dari itu kita harus hati hati masih ada diluar nkri ingin aceh merdeka penuh


oleh: andika dari: medan
16.04.2013 04:24
orank aceh tadak sma pendat degan orank indonesia ..
indonesia yg tau haya angka .tedak pernah tau rasa.


oleh: Marokit Regale
07.04.2013 07:34
ahahahahahahahahahgahahahahahahah


oleh: salman dari: Aceh
01.04.2013 09:59
Wahai pemerintah republik indonesia berpikirlah dengan jernih, Sebenarnya GAM itu bukan separatis, Karena Aceh ini dulu dipandang sebelah mata(di anak tirikan) Pada masa Kepemimpinan Soeharto maka dari itu timbulah gerakan tersebut, kini Aceh telah damai dan telah bangkit dari keterpurukan, kan tidak salahnya Aceh memilki Bendera yg diinginkan yaitu Bintang Bulan beserta Lambang nya. Semoga


oleh: rdkiller0027 dari: lampung
31.03.2013 09:00
saya nggak setuju dengan peraturan pemerintahan kayak gini...jangan dibiarkan nanti lama lama dari bendera bisa kudeta...wahai pemrintah tolong dipetimbangkan matang matang soal bendera...jangan kotori negri ini dengan tangan dan ketamakan kalian...kerakusan meraja lela.kalau aceh gak bisa di peringatan di buat aja system DOM kayak dulu lagi...mungkin leboh baik dan buat pemerintah indonesa jangan pada tidur dan grogoti uang rakyat.thanks....!!!!


oleh: Anonim
31.03.2013 04:33
papua juga di samain aja kayak di aceh gak papa lah symbolis ini di negara2 luar juga banyak yg kayak gitu... gak papa ada bendera di samping bendera merah putih yg penting kan aman damai kecuali kalo ada kelompok2 yg mau merdeka ya beda lage terpaksa di sikat lewat militer tul gak..


oleh: ade dari: aceh
30.03.2013 14:45
jangan terlalu memaksa kn kehendak ,
alangkah baik nya bendera dan lambang aceh
lebih baik menggunakan bendera kerajaan aceh terdahulu itu bagus,jangan memakai bendera yang melambang kan separatis.uu no 32/2004 dn peraturan pemerintah 77/2007
.itu sudah jelas.aceh bukan negara aceh hanya propinsi .sudah jelas harus tunduk dan menggikuti peraturan pemerintah.


oleh: nuriza dari: banda aceh
30.03.2013 05:15
aceh kn bth lmbang mk berikan sj apa yg d minta oleh aceh.....


oleh: deden dari: Bandung
30.03.2013 03:29
Wahai Aceh... saudaraku, tolong simpanlah ego mu, dgn status istimewa, Engkau telah memaksa "Ibu Pertiwi" utk "TIDAK ADIL" kpd anak yg lain, Puaskah Engkau melihat Ibu kita menangis ???

Komentar halaman dari 2
    Berikutnya 

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook