Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 03:40

Berita / Dunia / Afrika

Pemerintah Republik Afrika Tengah Bersedia Bentuk Pemerintahan Koalisi

Presiden Republik Afrika Tengah Francois Bozize mengatakan ia bersedia membentuk pemerintahan koalisi dengan pemberontak, Minggu (30/12).

Presiden Republik Afrika Tengah (CAR), Francois Bozize (tengah, berbaju putih) tiba di bandara di Bangui untuk bertemu kepala koalisi Afrika Thomas Yayi Boni (tidak nampak dalam gambar) (30/12).
Presiden Republik Afrika Tengah (CAR), Francois Bozize (tengah, berbaju putih) tiba di bandara di Bangui untuk bertemu kepala koalisi Afrika Thomas Yayi Boni (tidak nampak dalam gambar) (30/12).
UKURAN HURUF - +
Presiden Republik Afrika Tengah Francois Bozize mengatakan ia bersedia membentuk pemerintah koalisi dengan pemberontak yang telah mengambil alih kontrol atas sepertiga wilayah negara itu, dan bersiaga di luar ibukota. Bozize mengatakan hal itu dalam jumpa pers hari Minggu setelah bertemu dengan Ketua Uni Afrika Thomas Yayi Boni.

Sebelumnya hari Minggu, wakil-wakil koalisi pemberontak Seleka memperingatkan bahwa mereka akan segera masuk ke ibukota, meskipun ada persetujuan dengan pemerintah untuk melakukan perundingan tanpa prasyarat bulan depan.

Ancaman itu dikeluarkan tiga pekan setelah mereka mulai mengangkat senjata. Selama tiga pekan itu, mereka merebut kontrol atas sekitar sepertiga wilayah negara, dan mendesak pasukan pemerintah mundur sampai Damara, kota besar terakhir menuju Bangui, yang jaraknya sekitar 75 kilometer.

Pemberontak menuduh Bozize tidak menghormati perjanjian tahun 2007 yang mencakup ketentuan bahwa para anggota pemberontak akan diintegrasikan kembali kedalam masyarakat setelah meletakkan senjata dalam pemberontakan sebelumnya.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda
 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Laporan Terkini Tornado dan Nasib WNI di Oklahoma - Liputan Berita VOA 22 Mei 2013

Tim VOA melaporkan pencarian aparat terhadap korban angin tornado di reruntuhan gedung dan rumah-rumah di kota Moore, Oklahoma. 10 warga dan diaspora Indonesia di kota tersebut mengungsi ke lokasi yang aman, sementara belasan mahasiswa Indonesia di Oklahoma mewaspadai kembali terjadinya tornado.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya