Rabu, 22 Mei 2013 Waktu Washington, DC: 11:21

Berita / Indonesia

Pemerintah Didesak Tindaklanjuti Putusan MK Soal RSBI

Pemerintah didesak segera menindaklanjuti keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dan Sekolah Bertaraf Internasional.

Dua siswa sekolah dasar di Jakarta dalam protes menentang kebijakan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). (Foto: Dok)
Dua siswa sekolah dasar di Jakarta dalam protes menentang kebijakan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI). (Foto: Dok)
UKURAN HURUF - +
Forum ini telah ditutup.
Urutan Komentar
Komentar-komentar
     
oleh: Bambang EP dari: Kebumen Jateng
15.01.2013 15:52
Kabar yang menggembirakan bila pada akhirnya RSBI akan dihapuskan atau setidaknya ada upgrade dari program kebijakan tersebut, mengingat dengan ditetapkannya suatu sekolah tertentu termasuk dalam kategori RSBI namun realitas yang sesungguhnya tidaklah serta merta menjamin adanya peningkatan kualitas mutu pendidikan.
Ada ironi yang terjadi, disatu sisi mungkin positif bagi peningkatan kualitas mutu pendidikan nasional, namun disisi yang lain status RSBI itu sendiri membuka satu celah untuk melegalkan adanya praktik-praktik terjadinya berbagai pungutan yang tidak wajar yang seharusnya tidak terjadi.
Sebagai orang tua murid, saya sendiri merasa heran, Pada saat proses pendaftaran siswa baru, kita sudah disodorkan formulir sumbangan sekolah dengan segala bentuk bahasa atau apapun namanya, meskipun ada persetujuan dari komite sekolah, yang juga membuat rasa heran saya bertambah, karena menurut saya kepengurusan dari komite sekolah itu sendiri tdak sungguh-sungguh mengimplementasikan sebagai perwakilan orangtua/wali murid.
Tidak habis pikir bagi saya, sebuah institusi pendidikan negeri hanya karena status RSBI menyertakan formulir sumbangan sekolah disaat penerimaan siswa baru. Lantas untuk apa diadakan tes penerimaan siswa baru dan apa pula bedanya dengan sekolah non negeri atau swasta?
Satu dua pertanyaan yang tidak saya temukan jawabannya!
Dan di akhir semester pertama ketika saya membuka situs Dinas Pendidikan Jawa Tengah, saya sempat terkejut karena saya mengetahui bahwa institusi dimana anak saya belajar dengan status sekolahnya RSBI, ternyata sudah mendapatkan alokasi anggaran kurang lebih 500 juta rupiah. Jadi, timbul pertanyaan buat saya dan mungkin orangtua murid yang lain, kalau mengetahuinya juga, sumbangan sekolah yang berasal dari siswa baru yang jumlahnya ratusan anak itu peruntukannya untuk apa?


oleh: Rakean Agung dari: Tangerang
11.01.2013 16:51
Walau,Keputusan MK telah dijatuhkan untuk RSBI/SBI ini,perlu Pengawasan dan Pengawalan yang serius dan ketat dari semua pihak,termasuk ketaatan atas putusan hukum itu,Kemendiknas sendiri.Jangan sampai,berganti nama,papan nama saja. Sementara,pungutan,subsidi,administrasi keuangan dan sumbangan berjalan terus.Serta,orang tua tiada daya untuk menolaknya,karena takut anaknya ditekan,termasuk Komite Sekolah,yang lebih bersikap sebagai Komitenya Sekolah,ini realitanya dilapangan. Jadi,Paska Keputusan MK,yang patut disyukuri itu selain Pengawasan dan Pengawalan yang ketat dibutuhkan juga Audit Administrasi Keuangan,totalityas termasuk dan yang digelon torkan oleh Kemendiknas untuk RSBI/SBI dalam bentuk subsidi atau hibah,atau apapun namanya.Paling tidak Soal Sumbangan, sebaiknya itu dipertegas atau dihapuskan saja,sumbangan tidak wajaib tapi harus lunas,pula.Jadi,perlu diAudit,secara transparan dan independen.Disinilah,momoknya,segala momoknya permasalah itu,soal pulus dan Korup..!.Money Oriented,busness Oriented dan Diskriminatif serta Kastanisasi,berbalut Subsidi silang.BPK,ICW,KPK dan penggiat pendidikan anti diskriminatif serta semua elemen bangsa utk turut memantaunya.Termasuk pihak berwenang dalam mengwal Keputusan MK,itu. Selamat untuk MK,Selamat untuk Pendidikan Indonesia dan Selamat untuk para,pendidik,para org tua,para pelajar.Semoga dapat pendidikan bermutu dan sukses selalu untuk kalian semua. Salam.

 Aktivitas di Facebook

Ikuti Kami

Video-video Terbaru

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
Video

Video Diaspora Indonesia Selamat dari Tornado - Liputan Berita VOA

Amerika kembali dilanda bencana. Hari Senin kemarin, Amerika, tepatnya dekat Oklahoma city, negara bagian Oklahoma, diserang angin tornado yang menyapu bersih berbagai bangunan yang dilalui. Angin topan yang berkekuatan 320 km per jam itu menyebabkan 24 tewas termasuk termasuk anak-anak, bagaimana dengan warga Indonesia di wilayah itu? Selengkapnya ikuti laporan tim VOA berikut ini.
Video-video Lainnya

Galeri Foto

JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
JavaScript Anda dimatikan atau Anda memiliki versi Adobe Flash Player yang lama. Dapatkan Flash Player terbaru.
  • Seorang nelayan Palestina melemparkan jaringnya di sebuah pantai di kota Gaza, Palestina.
  • Gedung Parlemen Eropa saat para anggota parlemen menghadiri sesi voting di Strasbourg, Prancis.
  • Mobil-mobil yang rusak terlihat di tempat parkir sebuah Rumah Sakit setelah tornado menghantam kota Moore, negara bagian Oklahoma, 20 Mei 2013.
  • Mantan Presiden AS Bill Clinton mendengarkan Menteri Federal Jerman untuk Tenaga Kerja dan Sosial Ursula von der Leyen, kedua dari kanan, dalam sebuah forum yang membahas solusi bagi masalah pengangguran kaum muda Eropa di Universitas Madrid, Spanyol.
  • Seorang anggota geng jalanan Mara 18 yang dipenjarakan, berpose untuk foto di penjara Izalco, sekitar 65 km dari San Salvador, El Salvador.
  • Seorang pekerja berjalan di sebuah jalan kereta api baru di kota Yiwu, provinsi Zhejiang, China.
  • Penyelam mendekati Leopard Ray pada sebuah pameran di Marine Life Park, Resorts World, salah satu atraksi wisata terbaru di Singapura.
  • Dua mahasiswa pegulat sumo membawa bayi yang menangis di samping wasit (tengah) dalam acara Kompetisi 'Bayi Menangis' di kuil Sensoji di Tokyo, Jepang.
  • Seorang anak laki-laki duduk di bawah kereta sambil menunggu koin jatuh dari kereta selama festival kereta 'Rato Machhindranath' di kota Lalitpur, Nepal.
Lainnya