Tautan-tautan Akses

Pemblokiran Visa Uni Eropa Ancam Kesepakatan dengan Turki


Dinding berkawat duri mengelilingi pusat deportasi di Pehlivankoy, Kirklareli, Turki (4/4). (AP/Ergin Yildiz)
Dinding berkawat duri mengelilingi pusat deportasi di Pehlivankoy, Kirklareli, Turki (4/4). (AP/Ergin Yildiz)

Banyak anggota parlemen negara-negara Eropa mengancam akan mempergunakan wewenang veto mereka untuk memblokir persetujuan migran ini.

Warga Turki tak lama lagi akan menikmati perjalanan bebas visa ke Eropa, sebagai bagian dari kesepakatan antara Uni Eropa dan Ankara untuk menghentikan aliran pengungsi.

Sebagai imbalannya, Turki berjanji akan menumpas penyelundupan migran dan mempertahankan migran tetap berada di wilayah Turki.

Tetapi banyak anggota parlemen negara-negara Eropa mengancam akan mempergunakan wewenang veto mereka untuk memblokir persetujuan migran ini.

Data statistik Uni Eropa memperlihatkan sedikit lebih dari 26 ribu pengungsi tiba di pulau Yunani pada Maret, kurang dari setengah dari angka Februari. Pejabat Uni Eropa mengatakan, kesepakatan dengan Ankara efektif.

“Seandainya kami tidak melakukan apa-apa, maka Yunani menjadi sebuah kamp pengungsi besar dengan ratusan ribu pengungsi terperangkap disana. Itu yang perlu kita pecahkan,” kata Frans Timmermans, wakil ketua Komisi Eropa.

Turki mengatakan, pihaknya siap memenuhi semua kriteria yang dikehendaki Eropa sebelum tenggat Juni, dan katanya isu ini tidak bisa dirundingkan kembali.

Tetapi di Jerman, analis mengatakan, kekhawatiran akan gelombang pemohon suaka Kurdi dari Turki akan menggerakkan dukungan bagi partai-partai anti-imigrasi.

Eskalasi konflik antara pemberontak Kurdi dan pemerintah Turki semakin memperbesar kekhawatiran itu, tetapi menurut Ibrahim Sirkeci, profesor Studi Transnasional di Regents University, London, kekhawatiran itu tidak perlu.

“Setiap warga Kurdi dari Turki yang memohon suaka di Eropa akan ditolak. Ini akan ditolak segera. Kebijakan ini sudah berlangsung lama.” [jm]

XS
SM
MD
LG