Kamis, 24 April 2014 Waktu UTC: 22:00

Berita / Dunia / Timur Tengah

Pembicaraan Nuklir Iran akan Dilanjutkan di Moskow

Juru bicara enam negara kuat dunia, Catherine Ashton mengatakan mereka menemukan kesamaan tapi juga perbedaan-perbedaan signifikan dengan delegasi Iran.

Catherine Ashton (kiri) dan ketua perunding Iran, Saeed Jalili berpose untuk media sebelum pembicaraan di Baghdad (23/5). Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan di Moskow.
Catherine Ashton (kiri) dan ketua perunding Iran, Saeed Jalili berpose untuk media sebelum pembicaraan di Baghdad (23/5). Kedua pihak sepakat untuk melanjutkan pembicaraan di Moskow.
UKURAN HURUF - +
Seorang jurubicara untuk enam negara kuat dunia yang mengadakan pembicaraan nuklir dengan Iran di Baghdad, Irak hari Kamis sepakat untuk mengadakan putaran negosiasi sekali lagi di Moskow bulan depan untuk mengatasi keprihatinan internasional tentang program nuklir Iran.

Setelah mengakhiri pertemuan dua hari di ibu kota Irak itu, Kepala Kebijakan Uni Eropa Catherine Ashton mengatakan kedua belah pihak menemukan beberapa kesamaan tapi juga memiliki perbedaan-perbedaan signifikan. Ia memberitahu para wartawan Iran dan kelompok enam negara sepakat untuk mengadakan pembicaraan lebih banyak di ibukota Rusia itu tanggal 18 dan 19 Juni guna memperluas kesamaan itu.

Ashton pada pagi hari mengadakan pertemuan bilateral dengan ketua perunding Iran Saeed Jalili. Ia menggambarkan pembicaraan itu sangat intens dan mengatakan Iran menyatakan kesiapan untuk mengatasi keprihatinan internasional tentang pengayaan uraniumnya mencapai kemurnian 20 persen. 

Negara-negara Barat menghendaki kegiatan itu dihentikan, karena khawatir Iran dapat dengan cepat bisa meningkatkan kemurnian uraniumnya ke tingkat 90 persen yang diperlukan untuk senjata nuklir. Iran menghendaki pelonggaran sanksi internasional sebagai imbalan atas konsesi kegiatan pengayaan itu, yang menurutnya dimaksudkan untuk riset medis dan menghasilkan tenaga listrik.

Perunding Iran Saeed Jalili menekankan apa yang disebutnya”hak mutlak” Iran untuk mengolah uranium untuk tujuan damai. Ia mengatakan kepada wartawan pembicaraan di Baghdad terinci tetapi tidak selesai.

Analis Michael Adler, yang sedang menulis buku mengenai krisis nuklir Iran, mengatakan kepada VOA pembicaraan Baghdad adalah ajaung pertemuan bagi kedua pihak untuk saling mengenal. Selanjutnya masalah inti akan diperdebatkan di Moskow.
Forum ini telah ditutup.
Komentar-komentar
     
Tidak ada komentar di forum ini. Jadi yang pertama dan pasang komentar Anda

Ikuti Kami

 Aktivitas di Facebook